Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: cluster
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KEKERABATAN KULTIVAR PADI LOKAL (Oryza sativa L.) KABUPATEN BULUNGAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN MORFOLOGI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perbedaan dan persamaan karakter morfologi pada kultivar tanaman padi dapat dibedakan melalui kegiatan karakterisasi. Karakterisasi morfologi perlu dilakukan untuk mengidentifikasi karakter-karakter spesifik yang tampak secara langsung, terutama karakter yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi yang dapat meningkatkan potensi hasil padi. Hasil analisa karakterisasi morfologi tersebut dapat digunakan untuk mengatahui jauh atau dekatnya jarak genetic dan hubungan kekerabatan antar kultivar padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi dan hubungan kekerabatan antar 6 kultivar padi lokal yang ada di beberapa daerah Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif. Data hasil pengamatan diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS pc 23.0 dengan bentuk scoring yang membentuk suatu gerombol (cluster) dan menghasilkan dendogram. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kultivar padi lokal memiliki persamaan pada beberapa karakter morfologi seperti pada karakter umur tanaman (HSS), tinggi tanaman (cm), warna batang, warna helai daun, warna telinga daun dan warn lidah daun. Koefisien kemiripan yang terbentuk bernilai 1,000 dan terbentuk 2 kelompok (cluster) dengan hubungan kekerabatan yang dekat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN CLUSTER HIRARKI AGGLOMERATIVE MENGGUNAKAN METODE SINGLE LINKAGE DAN AVERAGE LINKAGE (Studi Kasus: Stunting Kabupaten Bulungan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Safira. Penerapan Cluster Hirarki Agglomerative Menggunakan Metode Single Linkage dan Average Linkage (Studi Kasus: Stunting Kabupaten Bulungan). (Dibimbing oleh Ratna Dwi Christyanti). Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Di Kabupaten Bulungan stunting termasuk kasus terbesar di bidang kesehatan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Single Linkage dan Average Linkage. Hasil dari penelitian ini adalah clustering menggunakan metode Single Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Sedangkan hasil clustering menggunakan metode Average Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Metode terbaik penerapan cluster hirarki Agglomerative yang diperoleh adalah metode Single Linkage, hal ini dikarenakan metode Single Linkage memiliki nilai rasio terkecil.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Clustering Wilayah Kerawanan Stunting Menggunakan Metode Self Organizing Map (SOM) Berbantu MATLAB (Studi Kasus: Kabupaten Bulungan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah kondisi gizi buruk dimana balita mengalami perlambatan dalam hal pertumbuhan pada umumnya, sehingga mengakibatkan tinggi badan yang dibawah standar. Kabupaten Bulungan menyumbang angka terbanyak kasus stunting di Kaltara. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan terkena stunting, untuk mengetahuinya kita perlu menggunakan sebuah metode clustering atau pengelompokan. Metode yang digunakan Self Organizing Map (SOM). Penelitian ini menghasilkan 2 cluster wilayah kerawanan stunting yaitu cluster rawan dan cluster sedang, dari 81 wilayah yang ada di Kabupaten Bulungan hanya ada 2 wilayah yang masuk dalam cluster rawan yaitu wilayah Long Lejuh dan Long Peleban sedangkan 79 wilayah lainnya berada pada cluster sedang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Cluster Single Linkage dan Complete Linkage dalam Clustering Data Stunting di Kabupaten Bulungan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SRI INDRAYANI. Penerapan Cluster Single Linkage dan Complete Linkage dalam Clustering Data Stunting di Kabupaten Bulungan (dibimbing oleh St. Syahdan) Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah umur lima (5) tahun yang disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis). Stunting di Kabupaten Bulungan meningkat pada tahun 2019 dan mengalami penurununan di tahun 2020, dimana dalam penanganannya pemerintah memiliki target di tahun 2024 diharapkan dapat menurun hingga 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil clustering dari data stunting di wilayah Kabupaten Bulungan dengan menggunakan metode single linkage dan complete linkage serta mencari metode mana yang terbaik dari kedua metode tersebut. Metode yang dapat digunakan untuk mengclusterkan wilayah stunting adalah metode single linkage dan complete linkage. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengclusteran menggunakan metode single linkage terbentuk 3 cluster dari 12 wilayah di Kabupaten Bulungan, yakni untuk cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Long Beluah, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Sedangkan hasil dari metode complete linkage juga terbentuk 3 cluster yaitu cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia dan Long Beluah, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Metode terbaik berdasarkan hasil analisis cluster dalam pengclusteran data stunting di Kabupaten Bulungan adalah metode single linkage.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengklasteran Pengunjung Perpustakaan Menggunakan Algoritma K-Means (Studi Kasus Perpustakaan Kabupaten Bulungan)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SENI WATI. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Kaltara, 2020. Pengklasteran Pengunjung Perpustakaan Menggunakan Algoritma K-Means (Studi Kasus Perpustakaan Kabupaten Bulungan). Pembimbing : Ratna Dwi Christyanti. Perpustakaan adalah sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku, bahan bacaan, studi ataupun rujukan yang dikelola oleh suatu lembaga dan digunakan sebagai sumber informasi. Banyaknya data yang tersimpan pada arsip perpustakaan sehingga semakin menumpuk menjadi suatu permasalahan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokkan pegunjung perpustakaan berdasarkan kategori membaca buku, mengerjakan tugas, refresing atau internet gratis, penelitian dan kunjungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode k-means. Metode k-means mengelompokkan data yang ada ke dalam beberapa cluster, dimana data yang memiliki karakteristik yang sama berada dalam satu kelompok. Hasil pengklasteran perpustakaan menggunakan metode k-means yaitu pada cluster 1 dengan tingkat pengunjung tinggi berada pada kategori membaca buku dan mengerjakan tugas, cluster 2 dengan tingkat pengunjung sedang berada pada kategori refresing atau internet gratis dan cluster 3 dengan tingkat pengunjung rendah berada pada kategori kunjungan sekolah dan penelitian. Kata kunci : Metode k-means, Cluster.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI METODE FUZZY C-MEANS DALAM CLUSTERING WILAYAH RAWAN PENYAKIT STUNTING DI KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah suatu masalah gizi kronis yang terjadi pada balita, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan anak seusianya. Kabupaten Bulungan menjadi satu dari 160 kabupaten kota di Indonesia yang diintervensi untuk fokus melakukan penurunan stunting. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cluster tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari penetian ini adalah clustering tingkat kerawanan stunting menggunakan metode FCM yang terdiri dari 3 cluster, yaitu tingkat kerawanan Tinggi (Cluster 1) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) terendah, tingkat kerawanan Sedang (Cluster 2) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) sedang, dan tingkat kerawanan Rendah (Cluster 3) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) tertinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail