ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting di Desa Antutan sangat diperlukan. Kasus stunting yang ada di desa Antutan tidak akan dapat diatasi apabila tanpa adanya peran dari pemerintah desa yang berupaya dalam penanganan stunting. Peran pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting meliputi mengoptimalkan peran kelembagaan desa, memberikan dukungan mobilisasi dan penyediaan insentif kepada lembaga desa, melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan koordinasi bersama tim teknis pencegahan stunting kabupaten, daerah maupun pusat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana peran pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting di Desa Antutan. Peran yang dijalankan oleh pemerintah desa dalam penanganan stunting bertujuan untuk mengurangi angka stunting yang ada didesa Antutan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi, sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting didesa Antutan sudah cukup baik dengan dibuktikan adanya koordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat desa Antutan dan Dinas Kesehatan, adanya dukungan anggaran untuk menjalankan suatu kegiatan, sosialiasi kepada masyarakat, serta kerja sama antar lembaga desa dan pemerintah desa yang berupaya mengurangi angka stunting didesa Antutan seperti adanya posyandu rutin, rembug stunting, dan pembagian PMT.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Safira. Penerapan Cluster Hirarki Agglomerative Menggunakan Metode Single Linkage dan Average Linkage (Studi Kasus: Stunting Kabupaten Bulungan). (Dibimbing oleh Ratna Dwi Christyanti). Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Di Kabupaten Bulungan stunting termasuk kasus terbesar di bidang kesehatan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Single Linkage dan Average Linkage. Hasil dari penelitian ini adalah clustering menggunakan metode Single Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Sedangkan hasil clustering menggunakan metode Average Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Metode terbaik penerapan cluster hirarki Agglomerative yang diperoleh adalah metode Single Linkage, hal ini dikarenakan metode Single Linkage memiliki nilai rasio terkecil.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah kondisi gizi buruk dimana balita mengalami perlambatan dalam hal pertumbuhan pada umumnya, sehingga mengakibatkan tinggi badan yang dibawah standar. Kabupaten Bulungan menyumbang angka terbanyak kasus stunting di Kaltara. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan terkena stunting, untuk mengetahuinya kita perlu menggunakan sebuah metode clustering atau pengelompokan. Metode yang digunakan Self Organizing Map (SOM). Penelitian ini menghasilkan 2 cluster wilayah kerawanan stunting yaitu cluster rawan dan cluster sedang, dari 81 wilayah yang ada di Kabupaten Bulungan hanya ada 2 wilayah yang masuk dalam cluster rawan yaitu wilayah Long Lejuh dan Long Peleban sedangkan 79 wilayah lainnya berada pada cluster sedang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah kegagalan bayi di bawah usia lima tahun (BALITA) untuk berkembang akibat kekurangan gizi kronis. BAPPEDA Bulungan saat ini fokus dalam proses penurunan angka stunting di tahun 2023. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil clustering wilayah kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui hasil perbandingan metode FCM dan FPCM dengan menggunakan pembanding metode PCI. Hasil dari penelitan ini adalah nilai PCI FPCM (0,4609) lebih besar dari pada nilai PCI FCM (0,4608) artinya metode terbaik untuk clustering wilayah kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan adalah metode FPCM. Dari metode FPCM diperoleh cluster 1 adalah daerah dengan tingkat kerawanan rendah 32 lokasi, cluster 2 adalah daerah dengan tingkat kerawanan tinggi 24 lokasi dan cluster 3 adalah daerah dengan tingkat kerawanan rendah 25 lokasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SRI INDRAYANI. Penerapan Cluster Single Linkage dan Complete Linkage dalam Clustering Data Stunting di Kabupaten Bulungan (dibimbing oleh St. Syahdan) Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah umur lima (5) tahun yang disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis). Stunting di Kabupaten Bulungan meningkat pada tahun 2019 dan mengalami penurununan di tahun 2020, dimana dalam penanganannya pemerintah memiliki target di tahun 2024 diharapkan dapat menurun hingga 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil clustering dari data stunting di wilayah Kabupaten Bulungan dengan menggunakan metode single linkage dan complete linkage serta mencari metode mana yang terbaik dari kedua metode tersebut. Metode yang dapat digunakan untuk mengclusterkan wilayah stunting adalah metode single linkage dan complete linkage. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengclusteran menggunakan metode single linkage terbentuk 3 cluster dari 12 wilayah di Kabupaten Bulungan, yakni untuk cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Long Beluah, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Sedangkan hasil dari metode complete linkage juga terbentuk 3 cluster yaitu cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia dan Long Beluah, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Metode terbaik berdasarkan hasil analisis cluster dalam pengclusteran data stunting di Kabupaten Bulungan adalah metode single linkage.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah suatu masalah gizi kronis yang terjadi pada balita, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan anak seusianya. Kabupaten Bulungan menjadi satu dari 160 kabupaten kota di Indonesia yang diintervensi untuk fokus melakukan penurunan stunting. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cluster tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari penetian ini adalah clustering tingkat kerawanan stunting menggunakan metode FCM yang terdiri dari 3 cluster, yaitu tingkat kerawanan Tinggi (Cluster 1) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) terendah, tingkat kerawanan Sedang (Cluster 2) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) sedang, dan tingkat kerawanan Rendah (Cluster 3) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) tertinggi.