Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: FCM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBANDINGAN METODE FCM DAN FPCM DENGAN MENGGUNAKAN PEMBANDING METODE PCI (Studi Kasus: Clustering Wilayah Kerawanan Stunting di Kabupaten Bulungan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah kegagalan bayi di bawah usia lima tahun (BALITA) untuk berkembang akibat kekurangan gizi kronis. BAPPEDA Bulungan saat ini fokus dalam proses penurunan angka stunting di tahun 2023. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil clustering wilayah kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui hasil perbandingan metode FCM dan FPCM dengan menggunakan pembanding metode PCI. Hasil dari penelitan ini adalah nilai PCI FPCM (0,4609) lebih besar dari pada nilai PCI FCM (0,4608) artinya metode terbaik untuk clustering wilayah kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan adalah metode FPCM. Dari metode FPCM diperoleh cluster 1 adalah daerah dengan tingkat kerawanan rendah 32 lokasi, cluster 2 adalah daerah dengan tingkat kerawanan tinggi 24 lokasi dan cluster 3 adalah daerah dengan tingkat kerawanan rendah 25 lokasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI METODE FUZZY C-MEANS DALAM CLUSTERING WILAYAH RAWAN PENYAKIT STUNTING DI KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah suatu masalah gizi kronis yang terjadi pada balita, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan anak seusianya. Kabupaten Bulungan menjadi satu dari 160 kabupaten kota di Indonesia yang diintervensi untuk fokus melakukan penurunan stunting. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cluster tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari penetian ini adalah clustering tingkat kerawanan stunting menggunakan metode FCM yang terdiri dari 3 cluster, yaitu tingkat kerawanan Tinggi (Cluster 1) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) terendah, tingkat kerawanan Sedang (Cluster 2) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) sedang, dan tingkat kerawanan Rendah (Cluster 3) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) tertinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail