Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: clustering
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN CLUSTER HIRARKI AGGLOMERATIVE MENGGUNAKAN METODE SINGLE LINKAGE DAN AVERAGE LINKAGE (Studi Kasus: Stunting Kabupaten Bulungan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Safira. Penerapan Cluster Hirarki Agglomerative Menggunakan Metode Single Linkage dan Average Linkage (Studi Kasus: Stunting Kabupaten Bulungan). (Dibimbing oleh Ratna Dwi Christyanti). Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Di Kabupaten Bulungan stunting termasuk kasus terbesar di bidang kesehatan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Single Linkage dan Average Linkage. Hasil dari penelitian ini adalah clustering menggunakan metode Single Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Sedangkan hasil clustering menggunakan metode Average Linkage diperoleh cluster I sebanyak 2 wilayah, cluster II sebanyak 78 wilayah dan cluster III sebanyak 1 wilayah. Metode terbaik penerapan cluster hirarki Agglomerative yang diperoleh adalah metode Single Linkage, hal ini dikarenakan metode Single Linkage memiliki nilai rasio terkecil.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Clustering Wilayah Kerawanan Stunting Menggunakan Metode Self Organizing Map (SOM) Berbantu MATLAB (Studi Kasus: Kabupaten Bulungan)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah kondisi gizi buruk dimana balita mengalami perlambatan dalam hal pertumbuhan pada umumnya, sehingga mengakibatkan tinggi badan yang dibawah standar. Kabupaten Bulungan menyumbang angka terbanyak kasus stunting di Kaltara. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan terkena stunting, untuk mengetahuinya kita perlu menggunakan sebuah metode clustering atau pengelompokan. Metode yang digunakan Self Organizing Map (SOM). Penelitian ini menghasilkan 2 cluster wilayah kerawanan stunting yaitu cluster rawan dan cluster sedang, dari 81 wilayah yang ada di Kabupaten Bulungan hanya ada 2 wilayah yang masuk dalam cluster rawan yaitu wilayah Long Lejuh dan Long Peleban sedangkan 79 wilayah lainnya berada pada cluster sedang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI METODE FUZZY C-MEANS DALAM CLUSTERING WILAYAH RAWAN PENYAKIT STUNTING DI KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah suatu masalah gizi kronis yang terjadi pada balita, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan anak seusianya. Kabupaten Bulungan menjadi satu dari 160 kabupaten kota di Indonesia yang diintervensi untuk fokus melakukan penurunan stunting. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cluster tingkat kerawanan stunting di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan adalah Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari penetian ini adalah clustering tingkat kerawanan stunting menggunakan metode FCM yang terdiri dari 3 cluster, yaitu tingkat kerawanan Tinggi (Cluster 1) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) terendah, tingkat kerawanan Sedang (Cluster 2) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) sedang, dan tingkat kerawanan Rendah (Cluster 3) karena memiliki tingkat kecukupan posyandu (aktif) tertinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail