ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemekaran Kecamatan Tanjung Selor sebagai bagian dari persiapan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Tanjung Selor. Pemekaran kecamatan merupakan langkah strategis dalam penataan wilayah administratif guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta kualitas pelayanan publik. Namun, hingga saat ini proses pemekaran Kecamatan Tanjung Selor belum dapat direalisasikan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari unsur pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, stakeholder, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemekaran Kecamatan Tanjung Selor belum berjalan secara maksimal karena masih terdapat beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, terutama terkait jumlah desa atau kelurahan serta kesiapan kelembagaan. Selain itu, terdapat faktor pendukung seperti potensi wilayah, dukungan masyarakat, dan posisi strategis sebagai ibu kota provinsi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, koordinasi antarinstansi yang belum optimal, serta faktor politik dan administratif. Dengan demikian, diperlukan upaya yang lebih terintegrasi dan komprehensif dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam mempercepat proses pemekaran kecamatan sebagai langkah awal dalam mewujudkan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Tanjung Selor. This study aims to analyze the implementation of the expansion of Tanjung Selor District as part of the preparation for the establishment of a New Autonomous Region (DOB) of Tanjung Selor City. District expansion is a strategic step in administrative territorial restructuring to improve the effectiveness of governance and the quality of public services. However, the expansion process of Tanjung Selor District has not yet been optimally realized. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, observation, and documentation. The research informants include local government officials, district and village authorities, stakeholders, and the community. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the district expansion has not been carried out optimally due to several unmet requirements, particularly related to the number of villages or urban wards and institutional readiness. Supporting factors include regional potential, community support, and its strategic position as the provincial capital. Meanwhile, inhibiting factors include budget limitations, suboptimal inter-agency coordination, and political and administrative constraints. Therefore, more integrated and comprehensive efforts from local governments and relevant stakeholders are needed to accelerate the district expansion process as an initial step toward establishing the New Autonomous Region (DOB) of Tanjung Selor City.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI PENGAWASAN PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBAGIAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI COVID 19 DI DESA SERIANG KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2021 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Kualitas Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Pembagian Bantuan Langsung Tunai Covid 19 Di Desa Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020, serta Apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan analisa kualitatif jenis penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Sampel penelitian diperoleh dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan jumlah informan penelitian sebanyak 8 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Model analisis data Model Interaktif atau Model Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap display data (penyajian data), dan tahap verifikasi dan penarikan kesimpulan.Tinjauan bahaimana Implementasi Kualitas Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Pembagian Bantuan Langsung Tunai Covid 19 Di Desa Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020, Sasaran penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) kehilangan mata pencaharian; belum terdata (exclusion error); dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui bahwa dalam penerapan Implementasi Kualitas Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Pembagian Bantuan Langsung Tunai, berdasarkan indikator penelitian di temukan bahwa dengan mempertimbangkan kemampuan finansial/keuangan warga yang bersangkutan, sasaran penerima bantuan, yang disyaratkan adalah warga yang terdampak dan akurat dan tepat sasaran. faktor penghambat seringnya perubahan regulasi sehingga sulit dalam memahami perubahan regulasi yang ada. Kata Kunci: implementasi, pelayanan, sasaran, penerima bantuan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NO 5 TAHUN 2017 PASAL 2 TENTANG ALOKASI DANA DESA DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR (Studi Semenisasi Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Skripsi ini mengkaji Implementasi peraturan bupati no 5 tahun 2017 pasal 2 tentang pelaksanaan alokasi dana desa dalam menunjang pembangunan infrastruktur Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembangunan infrastruktur dan faktor-faktor penghambat berjalannya implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan . Penelitian ini menggunakan metode peneltian kualitatif, dengan melalui dua metode pengumpulan data yaitu pertama secara primer yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kemudian kedua secara sekunder yaitu kajian pustaka melalui buku, jurnal, skripsi, laporan tahunan dan situs internet terkait dengan judul penelitan. Hasil penelitian bahwa implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sudah memenuhi harapan masyarakat atau karena beberapa program pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur dalam bidang jalanan semenisasi yang sudah terlihat ada perubahan dari beberapa tahun silam, sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selanjutnya mengenai faktor penghambat berjalannya implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan ada beberapa faktor yaitu 1)keterbatasan anggaran. 2) Tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. 3) Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur yang disediakan pemerintah sehingga kondisinya cepat rusak. Dan beberapa faktor lain seperti ketidak bersatuan masyarakat Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan dan kurangnya partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah, dan kurangnya kepedulian masyarakat dalam pembangunan desa serta konstruksi bangunan yang kurang bagus. Implikasi penelitian ini adalah 1) Perlu adanya tata kelola anggaran dana desa yang transparan dan jeli sehingga anggaran itu sesuai dengan peruntukannya. 2)Pemerintah diharapkan memberikan perhatian penuh terhadap implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan khususnya dalam bidang jalanan semenisasi yang jauh dari kata baik, listrik dan jaringan yang hingga saat ini belum terealisasi.