ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata dan kearifan lokal terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel pengembangan pariwisata tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,885. Sementara itu, variabel kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,579. Secara simultan, pengembangan pariwisata dan kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,494 menunjukkan bahwa 49,4% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pusat Pengembangan dan Pelatihan Olahraga Bulutangkis di Tanjung Selor Tema : Kearifan Lokal dalam Modernitas, gaya arsitektur yang merespon lunturnya nilai kebudayaan di Kalimantan Utara. Gedung Olaharaga umumnya di sebut dengan ”Gelanggang”, merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, salah satunya yaitu olahraga badminton yang sangat populer dan memiliki segudang prestasi di Indonesia. Kearifan lokal berasal dari nilai budaya ,tradisi, adat istiadat, sistem kemasyarakatan yang sangat kental pada suatu daerah. Konsep ini menjadi salah satu pemecahan arsitektur untuk dapat di terapkan pada Bangunan “Pusat Pengembangan dan Pelatihan Olahraga Bulutangkis di Tanjung Selor”, dengan menerapkan pendekatan arsitektur yang memperhatikan Kearifan Lokal namun tetap menyesuakan dengan perkembangan Teknologi yang semakin Modern dan terbarukan. Karena dengan kearifan lokal nilai kebudayaan lokal dan hubungan antar masyarakat akan semakin terjaga dan tidak tergerus oleh kebudayaan luar yang dapat menghilangkan identitas suatu daerah. Dalam Perencanaannya, menggunakan Metode deskriptif analitif, yaitu deskripsi atau paparan mengenai kondisi fenomena yang terjadi, didukung dengan analisis terhadap masalah dan studi literatur terhadap teori. Teknik Pengumpulan Data terkait Luas lahan, kondisi eksisting site dilakukan dengan melakukan survey dan untuk Teknik Penyajian hasil akhirnya yaitu dengan Teknik Analisis Grafis atau penyajian gambar perancangan. Jadi, hal yang sangat di perhatikan mengenai Standar Bangunan Gedung Olahraga yaitu harus memenuhi fasilitas-fasilitas penunjang yang sesuai dengan standar yang di tetapkan. Dengan menerapkan pendekatan arsitektur kearifan lokal dalam modernitas yang mengadopsi kebudayaan suku tidung kalimantan utara, sehingga kebudayaan di suatu daerah tidak menjadi asing atau mulai hilang. Kata Kunci: Bangunan Gedung Olahraga, Badminton, Kearifan Lokal.