ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH KALIMANTAN UTARA PENDEKATAN ARSITEKTUR GOOGIE SEBAGAI EDUKASI DAN TEMPAT WISATA Abstrak Kalimantan Utara merupakan salah satu Provinsi baru yang ditetapkan pada tahun 2012 melalui UU No. 20 tahun 2012. Seiring dengan itu, kota Tanjung Selor menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Utara yang rencananya akan menjadi kota baru mandiri. Banyak terdapatnya suku besar yaitu suku Bulungan,suku Tidung dan suku Dayak. Metode penulisan yang dipilih mengunakan tiga sepel yaitu penelitian deskriptif memusatkan perhatian permasalahan sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya , Metode pengumpulan data pengumpulan data berdasarkan dengan sumbernya primer dan sekunder dan metode perencanaan merupakan suatu kegiatan yang menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan yang distrukturkan dengan baik. Dari isu dan permasalahan diatas makan dapat disimpulkan bahwa kalimantan utara adalah suatu provinsi yang memiiki kebudayaan yang banyak tetapi belum adanya suatu tempat yang dapat mewadahi kekayaan kebudayaan . Tidak adanya edukasi tentang kebudayaan kalimantan utara yang dimana akan mengakibatkan hilangnya jejak sejarah dan cerita yang ada dikalimantan utara. Oleh karena itu ,museum dengan tema Arsitektur Googie ini penting untuk dibangun,karena dari segi fungsi dan manfaatnya sangatlah besar dimana dapat menambah pendapatan daerah di segi pariwisata serta sebagai edukasi agar tidak melupakan sejarah terbentuk nya suatu Provinsi Kalimantan Utara ini serta mengetahui macam-macam suku beserta historynya. Dengan harapan dapat menjadi icon pariwisata dalam memperkenalkan budaya adat di Kalimantan Utara. Kata kunci : perancangan ,arsitektur,museum,arsitektur googie
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalimantan Utara merupakan salah satu Provinsi baru yang ditetapkan pada tahun 2012 melalui UU No. 20 tahun 2012. Seiring dengan itu, kota Tanjung Selor menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Utara yang rencananya akan menjadi kota baru mandiri. Banyak terdapatnya suku besar yaitu suku Bulungan,suku Tidung dan suku Dayak. Metode penulisan yang dipilih mengunakan tiga sepel yaitu penelitian deskriptif memusatkan perhatian permasalahan sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya , Metode pengumpulan data pengumpulan data berdasarkan dengan sumbernya primer dan sekunder dan metode perencanaan merupakan suatu kegiatan yang menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan yang distrukturkan dengan baik. Dari isu dan permasalahan diatas makan dapat disimpulkan bahwa kalimantan utara adalah suatu provinsi yang memiiki kebudayaan yang banyak tetapi belum adanya suatu tempat yang dapat mewadahi kekayaan kebudayaan . Tidak adanya edukasi tentang kebudayaan kalimantan utara yang dimana akan mengakibatkan hilangnya jejak sejarah dan cerita yang ada dikalimantan utara. Oleh karena itu ,museum dengan tema Arsitektur Googie ini penting untuk dibangun,karena dari segi fungsi dan manfaatnya sangatlah besar dimana dapat menambah pendapatan daerah di segi pariwisata serta sebagai edukasi agar tidak melupakan sejarah terbentuk nya suatu Provinsi Kalimantan Utara ini serta mengetahui macam-macam suku beserta historynya. Dengan harapan dapat menjadi icon pariwisata dalam memperkenalkan budaya adat di Kalimantan Utara. Kata kunci : perancangan ,arsitektur,museum,arsitektur googie
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Redesain Museum Kesultanan Bulungan
dengan pendekatan Arsitektur Extending Tradition
Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas merupakan Museum yang menyimpan benda-benda peningalan dari Kesultanan Bulungan, saat ini Museum Kesultanan Bulungan tersebut sudah terlihat kurang menarik untuk masa kini, oleh sebab itu peneliti bermaksud untuk meredesain atau merancang ulang Museum Kesultanan Bulungan ini bertujuan untuk meningkatkan pungsi Museum Kesultanan Bulungan, yang nantinya Musiem Kesultanan Bulungan ini tidak hanya sebagai obyek wisata namun Museum Kesultanan Bulungan ini menjadi wadah petunjukan seni dan kebudaaan Bulungan. Dalam perancangan ulang Museum Kesultanan Bulungan ini mengunakan Pendekatan Arsitektur Extending tradition. PendekatanExtending Traditionini mengutip dari bentukan masa lampau, baik dari arsitektur, budaya, dan filosofi, hal ini dapatmemunculkan wajah SejarahdanbudayaKesultananBulungan. Manfaat perancangan ini dapat menjadi refrensi bagi masyarakat ataupun intansi yang berkaitan dalam perencanaan Museum Kesultanan Bulungan nantinya.
Kata kunci : Museum Kesultanan Bulungan, Redesain, Extending Tradition
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Damar Satria Wardana, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Februari 2020. Perencanaan dan Perancangan Bangunan dan Area Pendukung di Kawasan Desa Jelarai Selor sebagai Ecomuseum dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan. Dosen Pembimbing : Sholehah, ST., MT. Kata kunci : Perencanaan dan Perancangan, Ecomuseum, Arsitektur Berkelanjutan Potensi masyarakat suku Dayak di Desa Jelarai Selor antara lain karya seni dan kegiatan kesenian baik dalam bentuk tarian, kerajinan tangan dan aktifitas kebudayaan lainnya. Namun seiring perkembangan jaman, dangan semakin dekatnya masyarakat desa dengan kehidupan perkotaan mengakibatkan terjadinya modernisasi sehingga tradisi dan kebudayaan masyarakat desa menjadi luntur. Dengan melihat kondisi tersebut, pengembangan Desa Jelarai Selor dapat diarahkan menuju ecomuseum budaya sehingga mampu melestarikan kebudayaan dan memberdayakan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam menyusun program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Konsep Perancangan Ecomuseum ini merupakan desain ecomuseum yang mampu menghadirkan suasana khas suku dayak kenyah dengan mendukung nilai-nilai budaya suku ini. Dengan pemanfaatan potensi lokasi site yang dekat dengan sungai yang merupakan salah satu ciri khas suku dayak kenyah pada masa lampau yang selalu berorientasi dekat dengan sungai. Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRAK
Rusnidawati, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Kaltara, Tanjung Selor 09 September 2019, Perencanaan dan Perancangan Museum Kesultanan Bulungan dengan Pendakatan Arsitektur Vernakular di Tanjung Palas, Dosen Pembimbing : Hj. Sholehah,ST.,MT
Kata Kunci : Perencanaan dan Perancangan Museum Kesultanan Bulungan dengan Pendakatan Arsitektur Vernakular di Tanjung Palas
Permasalahan yang timbul pada perencanaan dan perancangan pembangunan Museum di Tanjung Palas ini adalah Bagaimana Merencanakan dan merancang Museum Kesultanan Bulungan dengan menerapkan konsep Arsitektur Vernakular di Tanjung Palas?
Merencanakan dan merancang Museum Kesultanan Bulungan dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular di Tanjung Palas.
Tema yang digunakan dalam proyek Museum Kesultanan Bulungan ini dimana akan mengambil bentukan rumah Sembau. Dapat diketahui bahwa mayoritas rumah adat suku Bulungan indentik dengan rumah sembau begitupun dengan denah selalu berbentuk persegi panjang. Sehingga, dapat menjaga kearipan lokal suatu suku dan tidak melupakan ciri khas adat Suku Bulungan.
Letak lokasi di Jl. Kasimuddin, dimana lokai ini memang diperuntukan untuk bangunan sosial seperti perkantoran, sekolah, rumah ibadah dan bangunan sosial lainnya. Untuk luas lahan yang akan direncanakan proyek ini adalah 15.000 (1.5 Ha)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap museum kesultanan Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat aktif dalam setiap kegiatan untuk pelestarian museum, namun masyarakat tidak dapat melakukan apa-apa pada museum karna semua keputusan terletak pada keluarga keraton/pemangku adat, dikarenakan kurangnya ilmu pengetahuan membuat pengurus museum menyalahkan pemerintah terhadap kerusakan yang ada pada museum. Metode Penelitian ini bersifat Kualitatif yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data penelitian lapangan dan melakukan kegiatan survey mengunakan wawancar, sedangkan sampel penelitian sebanyak (9) orang yang terbagi dalam seluruh pegawai pada Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan.