ANALISIS BLACK SITE DAN BLACK SPOT DI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (Studi Kasus : Jalan Trans Kaltara Tanjung Selor)
ABSTRAK Kota Tanjung Selor merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara dimana saat ini pertumbuhan dan perkembangan penduduknya cukup tinggi, begitu pula pertumbuhan jumlah kendaraan beroda dua maupun beroda empat secara otomatis akan bertambah secara pesat. Hal tersebut akan menuntut kualitas sarana dan prasarana transportasi dan menyebabkan arus lalu lintas menjadi padat dan hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lalu lintas seperti terjadinya kecelakaan, maka dari itu dalam penelitian ini diambil perumusan masalah : dimanakah lokasi daerah rawan kecelakaan (black site) dan titik rawan kecelakaan (black spot) pada jalan Trans Kaltara, Tanjung Selor, dan bagaimana karakteristik penyebab kecelakaan di ruas jalan Trans Kaltara, Tanjung Selor. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui lokasi daerah rawan kecelakaan (black site) dan daerah titik rawan kecelakaan (black spot) lalu lintas di ruas jalan Trans Kaltara, Tanjung Selor, dan Mengetahui karakteristik kecelakaan di ruas jalan Trans Kaltara, Tanjung Selor. analisis yang digunakan pada penelitian ini diawali dengan inventarisasi data kecelakaan lalu lintas dan inventarisasi daerah rawan kecelakaan, data kecelakaan kemudian dikompilasi dan diolah dengan menggunakan analisi statistik deskripsi atau statistik deduktif. Metode yang digunakan adalah Z-Score, dan Cusum (Cumulative Summary) metode ini digunakan karena dapat memberikan keterangan mengenai keadaan, gejala, atau persoalan dalam studi kasus. Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Karakteristik yang teridentifikasi sebagai daerah titik rawan kecelakaan (black spot) lalu lintas meliputi : Terletak pada tikungan pertama setelah permukiman dengan jumlah kecelakaan 2 dan nilai cusum sebesar -4.