ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata dan kearifan lokal terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel pengembangan pariwisata tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,885. Sementara itu, variabel kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,579. Secara simultan, pengembangan pariwisata dan kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,494 menunjukkan bahwa 49,4% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK STUDI PENGEMBANGAN PARIWISATA AIR TERJUN KARAI OLEH PEMERINTAH DESA ANTUTAN Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana upaya pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai oleh pemerintah Desa Antutan. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan pariwisata Air Terjun Karai oleh pemerintah Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu aparatur desa, BPD Desa Antutan, Karang Taruna, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu pengembangan pariwisata air terjun karai oleh pemerintah desa antutan selama ini belum ada keterlibatan dari pemerintah desa, tetapi pengembangan yang dilakukan masih bersifat pribadi oleh pengelola. adapun pengembangan yan dilakukan mencakup : (1) pengembangan destinasi wisata air terjun karai meliputi penataan wisata sehingga dapat menarik daya tarik wisata, pengembangan fasilitas berupa spot mandi, spot foto, kamar mandi dan kazebo, aksesbilitas, membuat wisatawan merasa aman, dan nyaman dengan adanya security. (2) pemasaran wisata air terjun karai melalui media cetak maupun elektronik, seperti: dimasukkan dalam peta wisata kabupaten bulungan dan provinsi kalimatan utara pengembangan melalui media berupa fb, instagram, google dan youtube. (3) pengembangan terhadap industri pariwisata air terjun karai desa antutan diantaranya yaitu penyediaan fasilitas berupa kazebo, warung makan, tempat bakar-bakar (panggang), dan spot mandi“. pengembangan organisasi mencakup, ssecara organisasi belum ada keterlibatan pemerintah desa antutan dalam pengelolaan wisata air terjun karai. Faktor pendukung pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai Oleh Pemerintah Desa Antutan yaitu : Kemampuan pengelolaan merupakan gaktor pendukung pengembangan wisata secara mandiri, adana dukungan dan ketelibatan masyarakat, Keterlibatan Masyarakat, Muda Dijangkaudan dana Pribadi. Faktor Penghambat Pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai belum adanya kerjamama dengan peran pemerintah Desa . Dana Terbatas, walaupun dana udah ada tetapi masih sangat terbatas untuk pengembangan fasilitas wisata. secara organisasi dbelum terbentuk, baik dari pemerintah desa ataupun penglola. Kata Kunci : Pengembangan, Pariwisata, Pemerintah Desa
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu objek wisata menjadi menarik dan dapat membuat pengunjung tertarik untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pengembangan potensi wisata pantai tanah kuning dan mengetahui strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangannya serta mencari tahu apa saja yang menjadi hambatan dalam pengembangannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis SWOT yaitu analisis yang dimaksud untuk melihat sejauh mana penerapan strategi pengembangan objek wisata dalam meningkatkan wisatawan berdasarkan kekeuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling dimana diantaranya adalah stakeholder yang terkait yaitu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan, Pemerinta Desa Tanah Kuning, Ketua Kelompok Sadar Wisata serta Masyarakat Desa Tanah Kuning. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan telah menjalankan perannya dengan membangun Taman Wisata Pantai Tanah Kuning II sebagai daya tarik utama dalam sektor pariwisata yang ada di Desa Tanah Kuning dengan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tanah Kuning. Mengena strategi pengembangan sampai saat ini baik Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan maupun Pemerintah Desa Tanah Kuning belumlah menerapkan strategi pengembangan apapun, ini dikarenakan pihaknya masih berfokus terhadap pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata di Desa Tanah Kuning. Saat ini terdapat hambatan dalam pembangunananya yaitu mengenai devisit anggaran serta mengenai legalitas. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada dasarnya Pantai Tanah Kuning ini memiliki peluang pengembangan yang cukup baik seperti keindahan alam yang dimiliki dapat menjadi daya tariknya serta terdapatnya peluang-peluang eksternal seperti adanya kerjasmaa antara Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dengan Pemerintah Desa Tanah Kuning dan terdapatnya Badan Usaha Milik Desa ini dapat menjadi peluang pengembangan bagi Potensi Wisata Pantai Tanah Kuning sendiri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1. Pengelolaan dan pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bulungan, dan 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan. Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan sebagai informan kunci (key informan), Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kepariwisataan dan Kepala Bidang Kebudayaan serta Kepala Seksi-Kepala Seksi di kedua bidang, ditambah Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai informan ahli, dan orang-orang yang dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan kepariwisataan di Kabupaten Bulungan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (a) Pedoman Wawancara, (b) Panduan Observasi berupa pengamatan terhadap obyek yang diteliti, dan (c) Dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1. Dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan ditemukan bahwa : (a) Setiap perencanaan dan penyusunan kegiatan kepariwisataan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan selalu mengacu dan berpedoman pada Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). (b) Adanya kendala dalam pembangunan fasilitas publik di setiap obyek wisata karena : (1) Keterbatasan pengalokasian dana pembangunan pada saat pembagian pagu anggaran, (2) Masalah kepemilikan lahan, (3) Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, yaitu jalan, listrik dan air bersih. (c)Telah terpenuhinya empat aspek implementasi kebijakan kepariwisataan, yaitu : (1) Pembangunan dan pengembangan infrastruktur, (2) Aktivitas pemasaran, (3) Peningkatan kualitas budaya dan lingkungan, dan (4) Pengembangan sumber daya manusia. 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan, adalah ; (a) Wisata alam, karena sumber daya wisata yang menarik dan alami berupa air terjun dan pantai, dan (b) Wisata buatan atau minat khusus, karena minat masyarakat yang besar pada obyek wisata ini dan keberadaan obyek wisata ini masih langka, sehingga belum bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan