Analisa Teoritis Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Berulir (Helical Pile) dengan Pondasi Tiang Pancang (Driven Pile)
ABSTRAK Pondasi tiang berulir (helical pile) dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki daya dukung pondasi pada tanah lunak. Sehingga dalam studi ini memberikan analisa perbandingan daya dukung pondasi helical pile dengan pondasi tiang pancang (driven pile). Helical pile yang akan dianalisis memiliki diameter helical plate yang sama yaitu Dh=30cm terpasang sebanyak 4 helical plate dalam satu tiang, sementara diameter tiang pancang adalah D=30cm. Metode yang digunakan untuk analisa daya dukung helical pile adalah Metode Individual Bearing dan Metode Cylindrical Shear. Data yang diperlukan dalam analisis adalah data hasil penyelidikan tanah pada titik BH-04 oleh Geo Adhi Utama pada Kegiatan Embung Binalatung 3 Kota Tarakan, dan juga sebagai asumsi pembebanan menggunakan data desain tangki air kapasitas 2000BBLS oleh PT. Pertamina UBEP Sangasanga-Tarakan. Tanah diklasifikasi sebagai tanah lempung berlanau plastisitas tinggi (CH) dengan kadar air 55,46%, dan total pembebanan desain tangki adalah 3088,474kN. Hasil perhitungan daya dukung ijin pondasi helical pile menggunakan metode individual bearing adalah Qall=247,247kN dan perhitungan menggunakan metode cylindrical shear Qall=153,989kN. Sementara daya dukung ijin tiang pancang adalah Qall=104,944kN. Hasil analisis memberikan nilai daya dukung pondasi helical pile yang lebih besar apabila dibandingkan dengan nilai daya dukung pondasi tiang pancang.