ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dewasa ini, infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pembangunan ekonomi dan sosial. Hal ini karena ketersediaannya merupakan hal yang vital guna mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, perekonomian, perindustrian, dan kegiatan sosial di masyarakat. Khususnya untuk wilayah Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda di Indonesia yang sedang gencar melakukan peningkatan pembangunan mulai dari tingkat kota, kabupaten hingga kecamatan-kecamatan. Umumnya dalam perencanaan infrastruktur tidak hanya memperhatikan dari segi estetika dan materialnya saja, namun juga terkait proses pelaksanaan, khususnya perencanaan pondasi yang harus dilaksanakan dengan cermat, sehingga dalam merencanakan pondasi yang aman perlu memperhitungkan besarnya beban yang bekerja, daya dukung tanah serta daya dukung pondasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya daya dukung izin setelah diberikan beban-beban yang bekerja diatasnya, kemudian besarnya penurunan pondasi akibat beban tersebut, dan juga dimensi Pile Cap serta penulanganya. Dalam penelitian ini, metode untuk menghitung besar gaya yang bekerja menggukanan aplikasi SAP 2000 14 dengan metode Analisa joint reaction, sedangkan untuk daya dukung tanahnya menggunakan data hasil uji sondir yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bulungnan Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Wesley diperoleh bahwa besarnya daya dukung izin adalah 338 KN dengan beban yang bekerja sebesar 1647,98 KN, sedangkan untuk penurunannya sebesar 1,23 cm. Dimensi pile cap diperoleh sebesar 170 cm x 170 cm x 55 cm dengan menggunakan penulangan tunggal dan jarak antar tiang pancang sebesar 75 cm, serta untuk penulangannya digunakan besi berdiameter 19 mm dengan jumlah tulangan sebanyak 15 buah. Untuk lebih baiknya jika merencanakan pondasi data-data yang dipergunakan haruslah lebih lengkap dan bervariasi, karena data (parameter pada tanah dan tiang pancang) tersebut akan membantu untuk mendapakan hasil analisis yang lebih akurat sesuai standar dan syarat-syaratnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Suatu pondasi harus bisa memenuhi daya dukung yang aman agar dapat memikul beban bangunan diatasnya. Untuk menghasilkan daya dukung yang akurat, maka harus diketahui jenis dan sifat tanah dari penyelidikan lapangan dan laboratorium. Dalam tulisan ini data yang digunakan berupa data pengujian tanah di lapangan menggunakan uji SPT (Standard Penetration Test) dan uji kerucut statis atau CPT (Cone Penetration Test). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai daya dukung pada pondasi tiang pancang dan pondasi bored pile pada konstruksi gedung GADIS Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap daya dukung pondasi tiang pancang (cetak ditempat) dan pondasi bored pile dengan menggunakan beberapa metode. Untuk perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang dengan data Cone Penetration Test (CPT) Menggunakan Metode Schmertmann dan Nottingham (1975) dan metode Bagemann dan dengan data Standart Penetration Test (SPT) menggunakan Metode Meyerhof (1976) dan Luciano Decourt. Sedangkan, untuk Perhitungan daya dukung pondasi bored pile dengan data Cone Penetration Test (CPT) Menggunakan Metode Aoki dan de Alencar dan dengan data Standart Penetration Test (SPT) menggunakan Metode Skempton dan Mayerhoff. Hasil perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal dengan menggunakan data Uji Penetrasi Standar (SPT) pada titik boring B.02 dengan rumus Mayerhoff adalah 238,198 ton dan dengan rumus Luciano Decourt adalah 150,167 ton, sedangkan dari data Uji Kerucut Standar (CPT) pada titik sondir S.03 dengan rumus Schmertmann dan Nottingham adalah 178,939 ton dan dengan rumus Bagemann adalah 222,998 ton. Hasil perhitungan daya dukung bored pile dengan menggunakan data Uji Penetrasi Standar (SPT) pada titik boring B.02 dengan rumus Skempton adalah 83,075 ton dan dengan rumus Mayerhoff adalah 110,653 ton, sedangkan dari data Uji Kerucut Standar (CPT) pada titik sondir S.03 dengan rumus Aoki dan De Alencar adalah 121,699 ton. Daya dukung tertinggi pada perhitungan tiang pancang adalah dengan metode Bagemann sebesar 222,998 ton, sedangkan daya dukung tertinggi pada perhitungan bored pile adalah dengan metode Aoki dan De Alencar sebesar 121,699 ton.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pondasi tiang berulir (helical pile) dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki daya dukung pondasi pada tanah lunak. Sehingga dalam studi ini memberikan analisa perbandingan daya dukung pondasi helical pile dengan pondasi tiang pancang (driven pile). Helical pile yang akan dianalisis memiliki diameter helical plate yang sama yaitu Dh=30cm terpasang sebanyak 4 helical plate dalam satu tiang, sementara diameter tiang pancang adalah D=30cm. Metode yang digunakan untuk analisa daya dukung helical pile adalah Metode Individual Bearing dan Metode Cylindrical Shear. Data yang diperlukan dalam analisis adalah data hasil penyelidikan tanah pada titik BH-04 oleh Geo Adhi Utama pada Kegiatan Embung Binalatung 3 Kota Tarakan, dan juga sebagai asumsi pembebanan menggunakan data desain tangki air kapasitas 2000BBLS oleh PT. Pertamina UBEP Sangasanga-Tarakan. Tanah diklasifikasi sebagai tanah lempung berlanau plastisitas tinggi (CH) dengan kadar air 55,46%, dan total pembebanan desain tangki adalah 3088,474kN. Hasil perhitungan daya dukung ijin pondasi helical pile menggunakan metode individual bearing adalah Qall=247,247kN dan perhitungan menggunakan metode cylindrical shear Qall=153,989kN. Sementara daya dukung ijin tiang pancang adalah Qall=104,944kN. Hasil analisis memberikan nilai daya dukung pondasi helical pile yang lebih besar apabila dibandingkan dengan nilai daya dukung pondasi tiang pancang.