COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
Pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai di kantor bupati bulungan studi kasus bidang kominfo
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, PENGEMBANGAN SDM DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA (Studi Kasus Pada Instansi Vertikal Kanwil DJPb Provinsi Kaltara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Stres Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh yaitu seluruh pegawai yang bekerja pada instansi kanwil DJPb Kaltara dengan jumlah 84 orang. Pengumpulan data dilakukan melelui survey menggunakan kuesioner. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan uji t, uji f, dan uji determinasi melalui program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Kepemimpinan Transformasional pada instansi vertikal kanwil DJPb Kaltara dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong baik, secara parsial Kepemimpinan Transformasional memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara artinya apabila kualitas Kepemimpinan Transformasional meningkat maka kualitas Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara akan meningkat. Pengembangan SDM pada instansi Kanwil DJPb Kaltara dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong sangat baik, secara parsial Pengembangan SDM juga memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Kinerja pegawai instansi vertikal kanwil DJPb Kaltara. Hal ini menunjukan bahwa apabilla Pengembangan SDM meningkat maka Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara juga akan meningkat. Stres kerja dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong cukup, secara parsial Stres kerja memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara. Hal ini menunjukan bahwa ketika Stres kerja meningkat tidak memengaruhi Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara. Hasil uji F menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan SDM dan Stres Kerja secara simultan memilki pengaruh positif signifikan. Hal ini menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan SDM dan Stres Kerja meningkat maka kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara akan meningkat.
Pengaruh lingkungan pertemanan terhadap perilaku sosial yang berdampak pada gaya hidup generasi z di Tanjung Selor
Analisa investasi pada bisnis penjualan usaha coffee di tanjung palas
Analisis hubungan pendirian kipi terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran di kabupaten Bulungan
Pengaruh sters kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengawai (studi kasus BPKM SDM)
Potensi limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan pembuatan bioetanol
Potensi limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan pembuatan bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan bakar alternatif. Hasil pennelitian ini menunjukkan kadar etanol tertinggi 0,8 % namun tidak memenuhi standar mutu bioetanol. Densitas dan Specific Gravity juga tidak memenuhi syarat. Analisis API Gravity menunjukkan nilai negatif. Kendala utama pada penelitian ini terletak pada alat destilasi konvensional yang digunakan tidak memenuhi standar laboratorium sehingga hasil bioetanol tidak optimal.
KEMAMPUAN APARATUR DESA DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI KANTOR DESA SEKATAK BENGARA KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN
Desa merupakan salah satu unit pemerintahan yang memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan publik kepada masyarakat di tingkat lokal. Namun, seringkali desa menghadapi berbagai tantangan dalam hal penyediaan pelayanan publik yang berkualitas, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang terbatas, dan kurangnya aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Dalam era digital ini, teknologi informasi telah menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa. Penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di desa dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi pemerintah desa maupun bagi masyarakat. Pertama-tama, penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik di desa. Dengan adanya website desa atau aplikasi mobile, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait pelayanan publik, seperti pendaftaran penduduk, izin usaha, atau pengaduan masyarakat. Hal ini mengurangi ketergantungan masyarakat pada proses administrasi yang memakan waktu dan biaya. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di desa. Dengan adanya sistem informasi manajemen yang terintegrasi, proses pengolahan data dan administrasi menjadi lebih cepat dan efisien. Misalnya, penggunaan aplikasi untuk pengelolaan keuangan desa dapat mengurangi risiko kesalahan dan mempercepat proses pelaporan keuangan. Selanjutnya, penggunaan teknologi informasi juga dapat meningkatkan transparansi dalam pelayanan publik di desa. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi, informasi terkait anggaran desa, program pembangunan, dan kegiatan pelayanan dapat diakses oleh masyarakat secara transparan. Hal ini dapat mengurangi potensi terjadinya praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Namun, dalam menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan publik di desa, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut antara lain adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi, serta keamanan data dan privasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah desa dalam membangun infrastruktur teknologi yang memadai dan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Dalam konteks ini, penelitian tentang peran teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa menjadi sangat relevan. Dengan memahami manfaat dan tantangan yang terkait, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi dan kebijakan pemerintah desa dalam memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat desa. Kantor Desa Sekatak Bengara merupakan instansi yang berada dibawah naungan kantor Kecamatan Tanjung Palas. Tidak lepas dari masalah kualitas pegawai, kedudukan kantor Sekatak Bengara bertugas dan memiliki wewenang mengatur, menyusun strategi untuk pembangunan serta pengembangan desa. Pembangunan dan pengembangan desa sangat bergantung kepada pemerintah desa dan masyarakat yang turut berpartisipasi aktif untuk pengembangan desa. Efektivitas teknologi informasi dalam pelayanan publik di Kantor Desa Sekatak Bengara untuk mengoptimalisasikan potensi pelayanan yang disediakan dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas dari kantor desa Sekatak Bengara. Kemampuan teknologi yang didapat selalu berdasarkan atas kesadaran dan tanggung jawab sebagai aparatur desa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti Studi Tentang Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Desa Sekatak Bengara Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.
Pengaruh Serat Bambu Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Papan Beton Ringan
Pengaruh serat bambu terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY DARI FORMULASI BUBUR UBI JALAR ORANGE (Ipomoea Batatas) DAN ESKTRAK ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa) DENGAN TAMBAHAN CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) SEBAGAI PENGENYAL TAMBAHAN
-Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari sari-sari buah, dengan tekstur yang kenyal karena mengandung bahan pembentuk gel, baik alami maupun pengenyal tambahan seperti gelatin, karagenan, CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) dan agar. Ubi jalar orange dan rosella berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan permen jelly, dikarenakan mengandung pektin yang berfungsi sebagai pembentuk gel alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella terhadap sifat organoleptik dan juga ingin mengetahui formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella yang disukai oleh konsumen. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, dengan 3 kali pengulangan. Formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella terhadap pH dan kadar air 5% (p>0,05). Namun tidak memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik, melalui 4 (empat) perlakuan karakteristik tekstur, warna, aroma dan rasa secara organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella formulasi yang disukai oleh konsumen adalah pada perlakuan U1R4 dengan campuran 20% bubur ubi jalar orange dan 80% ekstrak rosella, dengan karakteristik tekstur agak kenyal, warna agak kuning, aroma cukup khas ubi dan rasa agak manis.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN USAHATANI KAKAO (Theobroma Cacao) PETANI BINAAN PT. PKN DESA METUN SAJAU
-
ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR DI PASAR INDUK KOTA TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN
-ABSTRAK Welli. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Di Pasar Induk Kota Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Dibawah Bimbingan Dr. Didi Adriansyah, S.TP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapakah biaya dan penerimaan pedagang sayur di Pasar Induk Kota Tanjung Selor. 2) Berapakah pendapatan pedagang sayur di Pasar Induk Kota Tanjung Selor. Penelitian ini dilakukan di Pasar Induk Kota Tanjung Selor, pada bulan Juni hingga bulan Juli 2024. Pada penelitian ini menggunkan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi survei atau terjun langsung ke lokasi penelitian dengan pedagang sayur di Pasar Induk sebagai responden serta menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Responden ditentukan secara sengaja dan bersedia diwanwancara sejumlah 31 responden yang terdiri dari pedagang sayur kangkung, bayam, sawi dan kubis. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan analisis biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang diperlukan pedagang sayur sebesar Rp. 19.371.000,- yang meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap meliputi biaya sewa dan restribusi, biaya iuran listrik dan biaya kebersihan. Sedangkan penerimaan yang di peroleh sebesar Rp. 23.850.000,- yang meliputi total penerimaan dari jumlah sayur yang terjual dengan harga jual persayur tersebut. Sedangkan pendapatan pedagang sayur di Pasar Induk tersebut merupakan selisih antara penerimaan pedagang dan total pembiayaan yang diperoleh sebesar Rp. 4.479.000,. pebulan.
STUDI PEMEKARAN KECAMATAN TANJUNG SELOR DAN TANJUNG PALAS TIMUR PADA PEMBENTUKAN DAERAH OTONOMI BARU KABUPATEN BULUNGAN
Otonomi daerah merupakan hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat daerah tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Landasan hukum untuk pemekaran daerah di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Adapun syarat terbentuknya suatu kecamatan menjadi Daerah Otonomi Baru didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 mencakup jumlah penduduk minimal, luas wilayah minimal, jumlah minimal desa/kelurahan, dan usia minimal kecamatan. Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur merupakan daerah yang terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang diancang untuk manjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui syarat pemekaran Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur pada Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bulungan, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pemekaran Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) belum dapat dilakukan dikarenakan masih ada beberapa syarat yang belum dapat terpenuhi, Kecamatan Tanjung Selor sendiri telah memenuhi jumlah penduduk minimal, luas wilayah minimal dan usia minimal kecamatan namun belum memenuhi jumlah minimal desa/kelurahan untuk dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), sedangkan Kecamatan Tanjung Palas Timur secara luas minimal wilayah dan usia minimal kecamatan telah memenuhi syarat namun jumlah penduduk minimal dan jumlah minimal desa/kelurahan belum memenuhi untuk dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
PERAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MAHASISWA BERORGANISASI DI UNIVERSITAS KALTARA
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peran Badan Eksekutif Mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa berorganisasi di Universitas Kaltara serta untuk mengetahui faktor Penghambat dan faktor Pendukung apa saja yang mempengaruhi Peran BEM tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada Peran Badan Eksekutif Mahasiswa dalam megembangkan Minat dan Bakat mahasiswa Berorganisasi. Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari 8 orang mahasiswa yang berorganisasi dan 10 orang mahasiswa tidak berorganisasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Badan Eksekutif Mahasiswa secara umum adalah sebagai wadah aspirasi mahasiswa. Fasilitator, serta mengembangkan berbagai Program yang menarik guna menarik minat mahasiswa. Adapun faktor Penghambatnya adalah kurangnya mahasiswa dalam beroganisasi, Kurangnya dukungan dari pihak kampus serta kurangnya komunikasi antar Lembaga. Dan faktor Pendukungnya adalah Kemauan dari Pengurus BEM dan Fasilitas yang memadai.
Peran Pemerintah Desa Dalam Mengelola Objek Wisata Religi Makam Keramat Syekh Ahmad Al Maghribi Sebagai Ciri Khas Desa Salimbatu
Skripsi ini meneliti tentang Peran Pemerintah Desa Dalam Mengelola Objek Wisata Religi Makam Keramat Syekh Ahmad Al Maghribi Sebagai Ciri Khas Desa Salimbatu
STUDY IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG TENTANG SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2021
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana atau seperti apakah Program SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2021. disini peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang sumber datanya melalui pengumpulan data, dokumentasi, observasi dan wawancara. Sanitasi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu usaha yang mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempengaruhi efek, merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup. Berdasarkan apa yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul “Study Implementasi Kebijakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak kabupaten Bulungan Tahun 2021” Tujuan saya mengangkat judul ini karena ingin menambah wawasan dan informasi bagi para pembaca mengenai Implementasi bantuan serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Hasil dari penelitian yang diambil mulai dari pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi peneliti menyampaikan bawah program SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2021 telah terlaksana sesuai dengan ketentuan yang ada. dengan ada nya program SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) masyarakat DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN menerima dan merasakan manfaat yang sangat baik dari pembangunan septic tank, dimana masyarakat bisa hidup lebih sehat dan juga dapat mengelola air sesuai dengan kebutuhuannya masing-masing
PENGARUH LAMA FERMENTASI LIMBAH PASAR MENJADI POC (Eco Enzyme) TERHADAP UNSUR HARA DENGAN TANAMAN UJI SAWI (Brassica juncea L)
ANGELA MERICI. 201931005. Pengaruh Lama Fermentasi Limbah Pasar Menjadi POC (Eco Enzyme) Terhadap Unsur Hara Dengan Tanaman Uji Sawi (Brassica juncea L) Dibawah Bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Limbah diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Dari permasalahan limbah yang semakin meningkat baik dalam maupun luar negeri inilah pemerintah dan masyarakat dapat memanfaatkan limbah sebagai pupuk, Eco Enzyme. Eco Enzyme merupakan cairan yang telah difermentasi melalui proses anaerob limbah yang berasal dari buah-buahan maupun sayuran dengan penambahan gula dan air yang menggandung enzyme (protein), asam-asam organik, dan garam-garam mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara pada fermentasi limbah pasar menjadi (Eco Enzyme), mengetahui pengaruh dari lama fermentasi limbah pasar menjadi (Eco Enzyme), dan mengetahui pengaruh dari hasil fermentasi limbah pasar menjadi (Eco Enzyme) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica Juncea L). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Maret 2024, di Jelarai Selor, KM 2, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan lama fermentasi pupuk (Eco Enzyme) W1 (90 hari), W2 (100 hari, dan W3 (110 hari), dan yang terbaik yaitu pada perlakuan W2 (100 hari) kemudian diuji ke tanaman sawi (Brassica Juncea L) yaitu B1 (100 ml), B2 (130 ml), dan B3 (160 ml) dan dilanjutkan perhitungan uji BNT taraf 5%. Pada penelitian menghasilkan tidak berbeda nyata pada sidik ragam. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh lama fermentasi Eco Enzyme berpengaruh terhadap kandungan unsur hara, dan pemberian Eco Enzyme pada tanaman sawi memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan. Pertumbuhan yang terbaik pada perlakuan B2 yaitu pemberian Eco Enzyme 130 ml.
Pengaruh pemberian kascing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun (Allium Fiatulosum)
ABSTARK MEME MELYANA ANDRIATI CAHYANI. 201931010. Pengaruh Pemberian Kascing Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum). Dibawah Bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Kascing merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari budidaya cacing tanah. Pupuk kascing mengandung unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), Kalium (K), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Bawang daun (Allium Fistulosum) adalah tanaman yang sering digunakan sebagai bahan penyedap dan pengharum makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kascing terhadap pertumbuhan tanaman bawang daun (Allium Fistulosum), untuk mengetahui pengaruh dosis kascing terhadap produksi tanaman bawang daun (Allium Fistulosum), serta untuk mengetahui dosis terbaik pemberian kascing pada tanaman bawang daun (Allium Fistulosum). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2024, bertempat di Desa Long Telenjau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu K1 (700 gr kascing), K2 (1 Kg kascing), dan K3 (1,3 Kg kascing) dan dilanjutkan perhitungan BMJ taraf 5% pada penelitian yang menghasilkan tidak berbeda nyata pada sidik ragam. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberin dosis pupuk kascing berpengruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun (Allium Fistulosum).
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Es Krim Nanas Madu (Ananas comosus L. Merr.) Dengan Penambahan Bahan Penstabil Carboxy Methyl Cellulose (CMC)
Pengolahan nanas madu menjadi es krim dapat meningkatkan nilai jual, meningkatkan mutu olahan produk dan dapat memperpanjang umur simpan buah nanas, dimana dalam proses pengolahannya perlu menambahkan bahan penstabil seperti CMC (Carboxy Methyl Celllose) agar diperoleh bentuk dan tekstur yang lembut, memperlambat atau mengurangi kristal es yang berkembang selama penyimpanan, memperbaiki keseragaman produk serta menambah ketahanan perlelehan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CMC terhadap sifat fisik dan sifat organoleptik es krim dan menentukan konsentrasi CMC yang tepat sehingga diperoleh es krim nanas madu berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan untuk pengujian overrun, resistensi dan stabilitas emulsi, sedangkan untuk pengujian organoleptik (tekstur, warna, aroma dan rasa) es krim nanas madu dengan menggunakan uji deskriptif dan uji kesukaan terhadap 25 panelis tidak terlatih. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu, P0: penambahan CMC 0%, P1: penambahan CMC 0,6%, P2: penambahan CMC 0,9%, P3: penambahan CMC 1,2%, P4: penambahan CMC 1,5%, P5: penambahan CMC 1,8%. Hasil uji Duncan Multiple Range Test(DMRT) bahwa penggunaan CMC memberikan responberbeda nyata terhadap sifatfisik resistensi, namun tidak berbeda nyata terhadap overrundan stabilitas emulsi. Serta penggunaan CMC juga memberikan respon yang berbeda nyata terhadap sifat organoleptik deskriptif tekstur, rasa dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur, aroma dan rasa, tetapi tidak berbeda nyata terhadap deskriptif warna, aroma dan kesukaan panelis terhadap warna. Es krim nanas madu dengan penambahan bahan penstabil CMC konsentrasi terbaik adalah 0,6% (P1) dengan nilai overrun32,38%, resistensi26,31 menit, stabilitas emulsi 67,30%, tekstur lembut (3,53), berwarna putih kekuningan (2,49), aroma agak khas nanas (2,35) dan rasa cukup manis (2,81).