COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
PENGARUH PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DALAM POLYBAG DENGAN BEBERAPA KOMBINASI MEDIA TANAM MENGGUNAKAN SISTEM IRIGASI TETES
FORMULASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH UDANG DENGAN MENGGUNAKAN EM4 YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN ECO-ENZYME
-
STUDI MODEL KEMITRAAN DALAM MENGELOLA SEKTOR WISATA PANTAI DESA TANAH KUNING (Studi Kasus Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan)
ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan model kemitraan yang dilakukan di Objek Wisata Pantai Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan Objek Wisata Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil Penelitian menunjukkan model Kemitraan Partnership yang cocok dikembangkan dalam pengelolaan Wisata Pantai Desa Tanah Kuning. Kemitraan Pemerintah dan Kelompok Masyarakat membuat sebuah kebijakan untuk peningkatan kebersihan dan keindahan di objek wisata Pantai Tanah Kuning. Pemerintah dan Kelompok Masyarakat menghimbau kepada seluruh jajaran yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek wisata Pantai Tanah Kuning ini untuk lebih meningkatkan lagi kualitas kerjanya sesuai dengan Visi dan Misi. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam pengelolaan wisata pantai tanah kuning berupa letak pantai tanah kuning yang dekat dari jalan raya dan berada tepat di pesisir kota kabupaten bulungan, kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh akan pentingnya menjaga kebersihan, terjalinnya komunikasi antara dinas pariwisata dengan instansi lain yang terkait, lahan yang masih kurang mengakibatkan sarana dan prasarana di pantai tanah kuning ini belum memadai.
Peran Kepala Desa Dalam peningkatan kinerja perangkat desa ( Studi pada kantor desa marah Hilir kecamatan tanjung palas barat kabupaten bulungan)
ABSTRAK Tujuan untuk mengtahui peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu a. Kepala Desa Mara Hilir, Sekertaris Desa Mara Hilir, Staf Desa Mara Hilir Ketua RT Desa Mara Hilir.Masyarakat Desa, dan anggota BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu 1. Peran kepala desa Mara Hilir dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) Sebagai Motivator memberikan motivasi kepada staf desa, menjalin komunikasi, melakukan sosialisasi, rapat, pembinaan, pengawasan, dorongan serta motivasi kepada perangkat Desa. (2) Sebagai fasilitator yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk menunjang kinerja dan memfasilitasi perangkat desa mengikuti kegiatan pelatihan. (3) Sebagai Mobilisator yaitu memberikan contoh teladan, mengajak mereka untuk lebih produktif, disiplin, mengarakah dan menggerakan aparat desa mengikuti pelatihan. 2.Faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam peningkatan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) faktor pendukung: (a) Adanya motivasi dari kepala desa untuk meningkatkan kompetensi, (b) Adanya kemampuan dasr yang dimiliki aparat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, (c) Adanya motivasi aparat desa Mara Hilir dalam penigkatan kinerja. (2) faktor penghambat yaitu : (a) Keterbatasan dan desa, (b) Keterbatasan sarana dan prasarana desa yang dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa, (c) Kegiatan pelatihan yang dirasakan masih kurang.
Analisis daya dukung pondasi tiang pancang berdasarkan data sondir dengan pemodelan numerik plaxis pada pembangunan ruko graha permata manunggal kota tanjung selor
Analisis data dukung tanah untuk pondasi pada rencana pembangunan perumahan graha permata manunggal
Pengaruh brand image dan Electronic word of mouth(E-WOM) Instagram terhadap minat Berkunjung Konsumen Kafe suasana Hati Kopi Tanjung Selor
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image dan electronic word of mouth (e-WOM) melalui Instagram terhadap minat berkunjung konsumen pada Kafe Suasana Hati Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang pernah berkunjung ke Kafe Suasana Hati, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS, yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi (R²).
Pengaruh customer experience, customer value, dan brand image terhadap kepuasan pelanggan (studi kasus kafe Suasana Hati)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Customer Experience, Customer Value, dan Brand Image terhadap Kepuasan Pelanggan pada Caffe Suasana Hati di Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 23 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan, Customer Value tidak berpengaruh signifikan, sedangkan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai Fhitung 174,447 dan signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,873 menunjukkan bahwa 87,3% Kepuasan Pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 12,7% dipengaruhi faktor lain.
Pengaruh harga jual, akses pasar dan saluran pemasaran terhadap peningkatan penjualan petani kakao di desa Antutan kecamatan Tanjung Palas
Pengaruh Sosial media marketing, Word Of Mouth, Lokasi dan harga terhadap keputusan pembelian Tanjung Selor di Tepian Sungai Kayan
Pengaruh Kombinasi Teknologi Rice Cooker Low Sugar Dan Metode Retrogradasi Terhadap Karakteristik Sifat Fisik Dan Tingkat Penerimaan Nasi Instan Beras Keladi Ungu
Optimasi Formulasi Biskuit Berbasis Tepung Mocaf dan Bubuk Ampas Kelapa dengan Fortifikasi Tepung Daun Kelor
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi optimum biskuit berbasis tepung mocaf, bubuk ampas kelapa, dan tepung daun kelor berdasarkan tingkat kesukaan panelis, menganalisis pengaruh perbedaan proporsi bahan terhadap karakteristik fisik dan organoleptik biskuit, serta mengetahui kandungan serat dan nutrisi pada formulasi terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2026 di Laboratorium Universitas Kaltara dan Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech (SIG). Penentuan formulasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13.0 dengan metode Mixture D-Optimal yang menghasilkan 14 formulasi percobaan. Respon yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kadar air. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan penentuan formulasi optimum dilakukan dengan metode Numerical Optimization, kemudian divalidasi menggunakan One-Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi tepung mocaf, bubuk ampas kelapa, dan tepung daun kelor memberikan pengaruh nyata terhadap respon warna, aroma, rasa, dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Optimasi menghasilkan formulasi terbaik yang selanjutnya divalidasi dan menunjukkan bahwa model mampu memprediksi sebagian besar respon dengan baik. Hasil analisis laboratorium pada formulasi optimum menunjukkan bahwa biskuit memenuhi persyaratan kadar air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat pangan, energi, besi (Fe), dan kalsium (Ca), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis bahan pangan lokal.
Pengaruh Konsentrasi (Zingiber officinale) dan Minyak Peppermint (Mentha Piperita) terhadap Sifat Kimia, Tingkat Kesukaan, dan Aktivitas Antioksidan Pada Permen Keras Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia) DALAM PEMBUATAN PERMEN BAWANG DAYAK
Bawang dayak (Eleutherine Palmifolia) merupakan salah satu tanaman obat Kalimantan yang telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradidional. Umbinya mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik alkanoid, tannin, saponin, dan naftokuinon yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, anti jamur, serta berpotensi sebagai anikanker. Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rimpang yang diketahui mengandung gingerol, shogaol, dan zingeron yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi serta memberikan sensasi hangat dan aroma khas. Sementara itu, minyak peppermint yang kaya akan mentol memberikan sensasi dingin, rasa segar, dan aroma mint yang mampu meningkatkan penerimaan konsumen. Permen keras memiliki kadar air rendah sehingga lebih awet, praktis, mudah dikonsumsi, dan disukai oleh berbagai kelompok usia. Urgensi penelitian ini semakin tinggi, mengingat meningkatnya tren konsumsi pangan fungsional, kebutuhan masyarakat terhadap produk herbal yang praktis, serta pentingnya pengembangan komoditas lokal Kalimantan sebagai produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan dua kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi kedua bahan berpengaruh positif terhadap sifat kimia, antioksidan, dan sensoris. Senyawa fenolik jahe menstabilkan warna dari degradasi termal, sedangkan komponen volatil menthol peppermint secara efektif menutupi (masking) aroma langu Bawang Dayak. Perlakuan J3P3 (6% jahe, 0,75% peppermint) menghasilkan karakteristik kimia terbaik dengan flavonoid 55,57 mg QE/g, fenol 12,51 mg GAE/g, tanin 42,34 mg TAE/g, dan kadar air 1,00%. Formulasi terbaik secara organoleptik diperoleh pada perlakuan J3P4 (6% jahe, 1% peppermint) yang paling disukai panelis (skor 4,00) serta memenuhi standar mutu permen keras. Perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai uji umur simpan.
Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Peningkatan Pendapatan Penjualan UMKM dengan Variabel Intervening Kompetensi SDM Pada Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Bulungan
Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap human capital mahasiswa sebagai calon wirausahawan muda dengan self efficacy sebagai variabel intervening (studi kasus mahasiswa Universitas Kaltara)
Peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kompetensi anggota pkk di desa punan dulau sekatak
ABSTRAK Dwi Septiani. 2026. Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kompetensi Anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kompetensi anggota PKK melalui pemanfaatan potensi lokal. Namun, peningkatan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak belum sepenuhnya optimal sehingga diperlukan peran pemerintah desa dalam melaksanakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan kompetensi anggota PKK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua PKK, Sekretaris PKK, Bendahara PKK, dan dua anggota PKK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis potensi lokal. Pemerintah desa juga berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan dinamisator dalam pelaksanaan programprogram tersebut. Pemberdayaan yang dilaksanakan menghasilkan peningkatan kompetensi anggota PKK yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lokal, meningkatnya keterampilan dalam mengolah produk berbasis sumber daya desa, serta terbentuknya sikap yang lebih aktif, percaya diri, dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman anggota, keterbatasan pemasaran produk, belum optimalnya pendampingan dan pelatihan lanjutan, serta belum berkembangnya hasil pelatihan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa telah menjalankan perannya dengan baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program berbasis potensi lokal sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi anggota PKK pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun, efektivitas program pemberdayaan masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan yang berkelanjutan, penguatan pemasaran produk, serta penyelenggaraan pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan anggota PKK agar kompetensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
Optimasi Formulasi Minuman Instan Fungsional Choco Banana Berbasis Bubuk Kakao, Tepung Pisang, dan Xanthan Gum Menggunakan Metode D-Optimal
Minuman instan berbasis kakao memiliki potensi besar sebagai produk fungsional, namun sering kali memiliki kelemahan berupa stabilitas kelarutan yang rendah dan profil rasa yang pahit. Penambahan tepung pisang kepok dan xanthan gum diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi, memperbaiki tekstur, serta menjaga stabilitas suspensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi optimum minuman instan fungsional Choco-Banana berbasis bubuk kakao, tepung pisang kepok, dan xanthan gum menggunakan metode Mixture D-Optimal pada perangkat lunak Design-Expert 13, serta menganalisis pengaruh penambahan tepung pisang kepok terhadap karakteristik fisik dan organoleptik produk. Faktor yang dioptimasi meliputi konsentrasi bubuk kakao (10 – 99,850%), tepung pisang kepok (0 – 89,850%), dan xanthan gum (0,05 – 2%). Respon yang dianalisis mencakup respon organoleptik hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur, overall), respon fisik (kadar air, sedimentasi, waktu larut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi formulasi optimum (Solution 1) diperoleh pada proporsi 82,677% bubuk kakao, 17,273% tepung pisang kepok, dan 0,050% xanthan gum dengan nilai desirability sebesar 0,585. Hasil validasi produk optimum menghasilkan nilai organoleptik warna 4,100; aroma 4,400, rasa 3,000, tekstur 3,100, dan overall 3,600, serta respon fisik berupa kadar air 5,130%, sedimentasi 23,330%, dan waktu larut 89,20 detik. Seluruh respon aktual berada dalam rentang 95% Prediction Interval (PI). Penambahan tepung pisang kepok secara signifikan (p≤0,05) meningkatkan rasa manis alami pati dan kekentalan produk, namun proporsi yang berlebihan (>88%) dapat menurunkan intensitas warna cokelat dan meningkatkan laju sedimentasi. Formulasi optimum yang dihasilkan berpotensi dikembangkan sebagai minuman instan fungsional bernutrisi tinggi.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kakao Menjadi Produk Cokelat (Studi Kasus pada Kelompok Usaha Bersama “Kita Merong” Di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)
Pengolahan kakao merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas kakao melalui penciptaan nilai tambah dan keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan kakao menjadi produk cokelat menggunakan metode Hayami serta menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usaha pada Kelompok Usaha Bersama “KITA MERONG” di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Hayami dan analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh produk olahan kakao menghasilkan nilai tambah dan keuntungan usaha. Produk Milk Drink menghasilkan nilai tambah tertinggi sebesar Rp495.234,79/kg bahan baku dengan rasio nilai tambah sebesar 66%, sedangkan Bubuk Original menghasilkan nilai tambah terendah sebesar Rp27.816,88/kg bahan baku dengan rasio nilai tambah sebesar 21,99%. Analisis usaha menunjukkan bahwa seluruh produk memperoleh keuntungan karena total penerimaan lebih besar daripada total biaya produksi. Produk Dark Drink menghasilkan keuntungan tertinggi sebesar Rp745.162,72 per proses produksi, sedangkan Bubuk Original memperoleh keuntungan terendah sebesar Rp11.365,36 per proses produksi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengolahan kakao menjadi berbagai produk cokelat mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas kakao melalui penciptaan nilai tambah dan keuntungan usaha sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai agroindustri berbasis potensi lokal di Desa Pejalin.
Strategi Pengembangan Agribisnis Pengolahan Biji Kakao Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Antutuan Kabupaten Bulungan
Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan agribisnis pengolahan biji kakao oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Antutan, Kabupaten Bulun-gan, melalui penggabungan metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan anggota KWT Mawar. Hasil evaluasi mengidentifikasi kekuatan utama KWT Mawar yang terletak pada ketersediaan lahan, kemampuan fermentasi berkualitas, legalitas produk, serata keterampilan anggota, manajemen yang masih sederhana, promosi terbatas, dan kapasitas mesin yang minim. Di sisi lain, peluang pengembangan ter-buka lebar berkat dukungan Pemerintah, kelimpahan bahan baku lokal, tren per-mintaan musiman, potensi kemitraan pusat oleh-oleh, dan pengembangan agrow-isata edukasi, ancaman perubahan iklim, fluktuasi harga, kendala logistik, per-saingan pasar, serta hama penyakit tanaman. Berdasarkan analisis QSPM, Strategi S-O (Strengths-Opportunities) terpilih sebagai prioritas utama dengan skor Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi. Strategi ini memfokuskan pemanfaatan kualitas produk dan keterampilan anggota untuk mengoptimalkan dukungan pemerintah, memperluas kemitraan pemasaran, serta mengembangkan agrowisata edukasi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing KWT Mawar dan mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Desa Antutan.
PERANCANGAN GEDUNG OLAHRAGA DI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Tanjung Selor, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, mengalami pertumbuhan pesat yang menuntut ketersediaan infrastruktur publik yang memadai. Namun, fasilitas olahraga yang ada saat ini belum mampu mewadahi antusiasme masyarakat dan kebutuhan atlet prestasi, sebagaimana terlihat pada berbagai ajang olahraga daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Olahraga (GOR) yang memenuhi standar teknis organisasi olahraga nasional (KONI, PBSI, PERBASI, dan PBVSI) dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular. Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi tahap pengumpulan data, analisis tapak, serta sintesis konsep. Pendekatan Neo-Vernakular diterapkan melalui transformasi elemen arsitektur lokal Kalimantan Utara, seperti adaptasi bentuk atap Rumah Baloy dan penggunaan material kayu ulin modern, yang dipadukan dengan sistem struktur bentang lebar. Hasil perancangan ini berupa fasilitas olahraga multifungsi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis fungsional dan respons iklim tropis, tetapi juga menjadi ikon identitas budaya yang merepresentasikan jati diri Tanjung Selor di era modern.