PUJIONO
2017 · Thesis · Open Access
Pujiono, 2017. “Ekstraksi pigmen antosianin pada kulit rmbutan (nephelium lappacium linn) menggunakan pelarut etanol”. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : fitrah Pangerang, MSi. Antosianin merupakan pigmen pada kulit buah rambutan (nephelium lappacium linn) yang menghasilkan warna merah hingga ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi etanol yang optimal dalam ekstraksi pigmen antosianin dari kulit rambutan. Ekstraksi pigmen antosianin dilakukan dengan berat sampel kulit rambutan 50 gram, konsentrasi etanol 70%, 80%, 96%, asam klorida 0,01% dengan perbandingan etanol : asam klorida (85% : 15%). dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi antosianin dipengaruhi konsentrasi etanol. Dimana pada konsentrasi etanol 80% dan 96% menghasilkan pH terendah yaitu pH 2.
ANGELINA CLAUDIA NATASIA PEDE
2017 · Thesis · Open Access
Angelina Claudia Natasia Pede, Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Kayan Lestari (Site Tanjung Selor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan untuk bekerja di PT. Kayan Lestari Tanjung Selor. Metode penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang mengikuti data karyawan di PT. Kayan Lestari berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket yang telah diujicobakan dengan uji validitas dan uji realibilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda, koefisien korelasi dan determinasi, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut -0,134 + 0,008.X1 + 0,576.X2 + e, artinya kinerja karyawan dipengaruhi oleh kompensasi dan disiplin kerja. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kompensasi belum berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini terbukti berdasar hasil perhitungan SPSS dengan nilai probabilitas uji t untuk variabel kompensasi 0,429 , sehingga nilai probabilitas > taraf signifikansi atau 0,429 > 0,05. Sedangkan untuk variabel dispilin kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ini terbukti berdasarkan hasil perhitungan spss dengan nilai probabilitas uji t untuk variabel kinerja karyawan sebesar 0,000 sehingga nilai probabilitas taraf signifikansi atau 0,000 0,05. Untuk kompensasi dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen. Hal ini terbukti dari hasil uji F yang memperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 sehingga nilai probabilitas taraf signifikansi atau 0,000 0,05.
PUJIATI
2017 · Thesis · Open Access
Pujiati, Pengaruh Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi
Kerja Pegawai Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulungan”
dibimbing oleh Bapak Machmud Al Amrie dan Bapak Adi Aspian Nur.
Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan
lingkungan kerja terhadap peningkatan motivasi kerja pegawai dan untuk mengetahui
variabel yang lebih berpengaruh terhadap semangat kerja pegawai pada Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Bulungan.
Penelitian ini dilakukan dengan responden Pegawai Negeri maupun pegawai
honorer pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Bulungan dengan jumlah
50 orang. Dari analisis data, hasil uji statistik menyatakan bahwa variabel
kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai sebesar
35,6%, dengan demikian terdapat pengaruh lain yang tidak dimasukkan sebagai
variabel dalam penelitian ini.
Berdasarkan perhitungan korelasi bahwa variabel kepemimpinan memiliki
hubungan yang sedang terhadap semangat kerja pegawai pada Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata kabupaten Bulungan hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasinya
sebesar 0,597. Disisi lain uji hipotesis menunjukkan Uji t atas Variabel kepemimpinan
(X1) memiliki nilai t hitung sebesar 3.322 > 2.800.ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima,
yang artinya bahwa kepemimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap semangat
kerja pegawai (Y). Variabel lingkungan kerja (X2) memiliki nilai t hitung sebesar
0,982<2.800, sehingga dapat di jelaskan t hitung < t tabel. yang artinya variabel
lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai(Y).
LINGKIN
2017 · Thesis · Open Access
Lingkin,Pengaruh Kualitas Pelayanan Pegawai Dan Fasilitas Puskesmas Pembantu Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Pembantu Di Desa Teras Nawang. Peningkatan kualitas dan fasilitas pelayanan mutlak perlu dilakukan oleh unit pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas dalam menghadapi era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan kesehatan dan fasilitas mempengaruhi tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Pembantu Di Desa Teras Nawang. Dalam penelitian ini terdiri dari 3 variabel, yaitu Kualitas Pelayanan (X1), Fasilitas (X2), dan Kepuasan Pasien (Y). Sampel penelitian ini menggunakan tehnik kuisioner, wawancara, dan dokumentasi dengan sampling sebanyak 62 responden. Uji statistik dengan analisis regresi berganda, korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji f. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Pembantu Desa Teras Nawang untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan fasilitas yang ada di Puskesmas Pembantu Desa Teras Nawang agar pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat lebih baik lagi.
JUMARDI
2017 · Thesis · Open Access
Tujuan penulisan skripsi ini adalah pertama, untuk menganalisa dan mendapatkan gambaran tentang Perubahan perilaku bergotong royong masyarakat di lokasi UPT Tanjung Buka SP.2 Desa Tanjung buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sebelum dan sesudah kehadiran Transmigrasi. Kedua, untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku bergotong royong serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisa data yang diperoleh dari lapangan. Digunakan teori evolusi sosial Emile Durkheim tentang perubahan solidaritas mekanis menjadi solidaritas organis pada masyarakat Desa yang telah mengenal adanya pembagian kerja. Latar belakang penulisan ini melihat dari kian maraknya Transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang saat ini lokasinya telah dikelilingi oleh Hunian Transmigrasi. Hal ini mempengaruhi perilaku sosial masyarakat khususnya pada perilaku bergotong royong. Berdasarkan Pengalaman yang di alami oleh Tokoh Masyarakat Tanjung Buka, membuktikan bahwa semenjak hadirnya Tansmigrasi, frekuensi masyarakat dalam berpartisipasi mengikuti gotong royong menurun yang dibarengi dengan perubahan pada nilai-nilai gotong royong. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehadiran Tranmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah berimplikasi pada perubahan perilaku bergotong royong masyarakat. Sebelum hadirnya Transmigrasi perilaku bergotong masyarakat lebih intensif, sangat antusias dan dilakukan secara tradisional dengan peralatan yang sederhana. Setelah hadirnya Transmigrasi masyarakat lebih berorientasi pada sistem upah. Dan bantuan yang diberikan oleh masyarakat lebih dominan pada bantuan finansial. Selain itu, intensitas partisipasi masyarakat dalam bergotong royong pun mengalami penurunan.
TEBUN SAUL
2017 · Thesis · Open Access
TEBUN SAUL. NPM. 2013 31 021. Aplikasi Sistem Jajar Legowo Dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zeamays). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, Untuk mengetahui pengaruh metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan untuk mengetahui pengaruh interaksi sistem tanam jajar legowo dan metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai dengan Maret 2017, terhitung mulai persiapan lahan sampai dengan pengolahan data. Bertempatan di Selimau Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor Pertama adalah sistem pengendalin gulma (G) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Tanpa pengendalian Gulma (G0), = Bebas Gulma sepanjang musim tanam (G1) Pengendalian dengan Herbisida (G2), Faktor Kedua adalah sistem jajar legowo (J) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu (J1 ) jajar legowo 2:1dan (J2) jajar legowo 4:1. Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman (cm) pada umur 2, 4, 6, 8 minggu setelah tanam (MST), Berat tongkol berkelobot (g), Panjang tongkol, Diameter tongkol tanpa kelobot (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian gulma (G) dan Sistem Jajar Legowo (J) berpengaruh tidak berbeda nyata pada tinggi tanaman, kemudian berpengaruh sangat berbeda nyata pada berat tongkol berkelobot dan panjang tongkol tanpa kelobot sedangkan pada diameter tongkol tanpa kelobot berpengaruh sangat berbeda nyata pada perlakuan sistem pengendalian gulma (G) dan berpengaruh tidak berbeda nyata pada perlakuan Sistem Jajar Legowo (J). Interaksi antara sistem pengendalian gulma (G) dan Sistem Jajar Legowo (J) terdapat pengaruh tidak berbeda nyata baik pada pertumbuhan maupun pada hasil tanaman jagung manis.
MEIDELENA JAUI
2017 · Thesis · Open Access
Meidelena Jaui. NPM. 201331022. Aplikasi Pupuk Limbah Pasar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraecea L). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk limbah pasar padat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan (Brassica oleraecea). Untuk mengetahui pengaruh pupuk limbah pasar cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan (Brassica oleraecea). Penelitian di lakukan di Desa Selimau Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sepuluh kali. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Faktor pertama Pupuk Limbah Pasar Padat (P) terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pupuk (P0), Dosis 125 kg per hektar (P1), Dosis 250 kg per hektar (P2), Dosis 375 kg per hektar (P3). Faktor kedua Pupuk Limbah Pasar Cair (C) terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa pupuk (C0), Dosis 25cc/ tanaman (C1), Dosis 50cc/tanaman (C2), Dosis 75cc/tanaman (C3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Panjang Daun (cm), Lebar daun (cm), Berat Basah Tanaman / Berat segar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun umur 4 – 5 mst, lebar daun umur 3 – 5 mst, berat basah / berat segar tanaman. (2). Perlakuan Pupuk Limbah Pasar Cair (C) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun pada umur 5 mst, jumlah daun umur 4 – 5 mst, berat basah / berat segar tanaman. (3) Interaksi perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan Pupuk Limbah Pasar Cair (C) berinteraksi nyata terhadap lebar daun pada umur 5 mst. Sedangkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, berat basah / berat segar tanaman memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap interaksi perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan Pupuk Limbah Pasar Cair (C).
OSANI
2017 · Thesis · Open Access
ABSTRAK OSANI. 2013 31 030. Pengaruh Populasi Cacing Tanah dan Jenis Media Terhadap Kualitas Pupuk Organik. Dibawah bimbingan Rina Lesmana SP.MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi cacing tanah dan jenis media terhadap kualitas pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Jl. Kamboja Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan mulai dari bulan April sampai dengan juli 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis media yang terdiri dari tiga taraf yaitu kotoran sapi (M1), kotoran ayam (M2), kotoran sapi dan kotoran ayam (M3). Faktor kedua adalah populasi cacing tanah yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa cacing tanah atau kontrol (P0), 10 ekor cacing tanah (P1), 20 ekor cacing tanah (P2), dan 30 ekor cacing tanah. Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi antara populasi cacing tanah dan jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pengamatan jumlah telur cacing tanah dan jumlah populasi cacing tanah. Dengan pemberian cacing tanah pada bahan organik juga meningkatkan kandungan unsur hara pada pupuk organik sebelum diberi pelakuan pada kotoran sapi dan kotoran ayam kandungan unsur kimia pada bahan kompos masih kurang atau termasuk rendah dan setelah mengalami masa dekomposisi selama 4 minggu pupuk mengalami perubahan, media yang digunakan kotoran sapi dan kotoran ayam sebelumnya aroma berbau menyegat (busuk) setelah terdekomposisi baik dari bentuk fisik, warna, aroma, tekstur, dan kandungan unsur kimia C/N rasio, C-organik, N-total, P-tersedia dan K-tersedia pada pupuk organik tersebut mengalami perbahan atau peningkatan. Kata kunci : Kualitas Pupuk organik
SANDRI
2017 · Thesis · Open Access
Pemanfaatan Limbah Tahu Cair dan Urin Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L)
EVIYANTI
2017 · Thesis · Open Access
a
KHAMIM JAZULI
2017 · Thesis · Open Access
a
SITI NORHIDAYAH
2017 · Thesis · Open Access
Matriks adalah himpunan skalar yang disusun secara empat persegi panjang menurut baris dan kolom. Skalar-skalar tersebut disebut elemen matriks. Determinan dari sebuah matriks adalah semua hasil perkalian elementer bertanda dari A. Determinan dari A dinyatakan dengan det(A) atau |A|. Untuk menghitung determinan pada sebuah matriks yang berordo besar, maka diperlukan metode yang tepat dan akurat, salah satunya adalah metode Salihu. Metode Salihu adalah metode yang berdasarkan pada dua metode, yaitu metode kondensasi Chio dan kondensasi Dodgson. Metode Salihu dikerjakan dengan menggunakan dua bentuk determinan, determinan interior |B| berordo (n-2)×(n-2) dan determinan unik |C|,|D|,|E|, dan |F| berordo (n-1)×(n-1), dengan syarat |B|≠0. Metode Salihu dirumuskan sebagai berikut: |A|=1/|█(a_22 ⋯ a_(2,n-1)@ ⋮ ⋱ ⋮ @a_(n-1,2) ⋯ a_(n-1,n-1) )| |█(|█(a_11 a_12 ⋯ a_(1,n-1)@a_21 a_22 ⋯ a_(2,n-1)@ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ @a_(n-1,1) a_(n-1,2)⋯ a_(n-1,n-1) )||█(a_12 ⋯ a_(1,n-1) a_1n@a_22 ⋯ a_(2,n-1) a_2n@ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮ @a_(n-1,2) ⋯ a_(n-1,n-1) a_(n-1,n) )|@|█(a_21 a_22 ⋯ a_(2,n-1)@ ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ @a_(n-1,1) a_(n-1,2) ⋯ a_(n-1,n-1)@a_n1 a_n2 ⋯ a_(n-1,n) )||█(a_22 ⋯ a_(2,n-1) a_2n@ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮ @a_(n-1,2) ⋯ a_(n-1,n-1) a_(n-1,n)@a_n2 ⋯ a_(n-1,n) a_nn )| )| Untuk mempermudah menghitung determinan matriks ordo n×n,n≥3 , dengan metode Salihu digunakan aplikasi Matlab dan Notepad dengan membuat coding pada Matlab yang dihubungkan dengan Notepad.
EMISIDA
2017 · Thesis · Open Access
Emisida. 2017. Aplikasi Pupuk Daun Gandasil B Dan Pupuk Sp-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica Olerassica L) Varietas Tender Green Dalam Polybag. Di Bawah Bimbingan Marlan Usmani Putra Sebagai Pembimbing Pertama Dan Rina Lesmana Sebagai Pembimbing Kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun gandasil B Dan pupuk Sp-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica Oleracea L) varietas tender green dalam polybag. Penelitian ini dilakukan di Selimau Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian ini dimulai bulan Oktober 2017 sampai bulan Januari 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 faktor perlakuan dan 8 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberiaan dosis pupuk daun gandasil b B0, B1 = 1 g/L , B2 = 2 g/L, B3 = 3 g/L, dan pupuk sp-36 S0, S1 = 125 kg/ ha-1 , S2 = 250 kg/ ha-1, S3 = 300 kg/ ha-1, benih brokoli yang digunakan adalah varietas tender green. Sedangkan pengamatan dilakukan pada 14, 21, 28, 35 dan 42 hari setelah tanam. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, usia berbunga, dan berat basah tanaman. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang berpengaruh tidak nyata pada umur 14, 21, 28, 35, dan 42 hari setelah tanam. Sedangkan untuk usia berbunga, dan berat basah tanaman berpengaruh sangat nyata. Untuk hasil tertinggi yaitu Kata kunci :
None
2017 · Thesis · Open Access
<p>
Teori per bumian terkini</p>
MUALIM
2017 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi prtisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Dasar penelitian yang digunakan adalah survey, sedangkan tipe penelitian adalah deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau penjelasan tentang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data data dilakukan dengan observasi, kuisioner dan wawancara. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat dan beberapa tokoh masyarakat yang ada dikecamatan Tanjung Palas, dengan penarikan sample secara purposive. Hasil data yang dianalisis secara kualitatif dengan dukungan tabel-tabel frekuensi yang sederhana dan tabulasi silang dan beberapa variabel yang dijadikan indikator dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah (1) Partisipasi masyarakat dalam bentuk ide/pemikiran mencapai skor 2,44 dan tergolong sedang, (2) Partisipasi masyarakat dalam uang (dana) mencapai skor 2,94 yang berarti tergolong sedang,(3) Partisipasi masyarakat dalam bentuk materi (barang) mencapai skor 1,66 yang berarti tergolong rendah, dan (4) Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga (fisik) mencapai skor 3,07 berarti pada kategori tinggi. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam program pembangunan di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan adalah factor interen yang meliputi kesadaran/kemauan pendidikan dan penghasilan / pendapatan, sedangkan factor eksteren meliputi kepemimpinan pemerintah (Kepala Wilayah Kecamatan dan aparatnya) dan peralatan yang digunakan dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
SUMARTINI
2017 · Thesis · Open Access
ASUMARTINI. NPM.2013 31 020. Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays sachhrata Sturt). Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Lokasi Penelitian di jalan Selimau 3 Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan diulang sebanyak 6 (enam) kali. Sehingga didapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Perlakuan yang digunakan adalah pupuk organik cair terdiri dari 4 (empat) level dosis, yaitu 0 mL/ L (P0), 2 mL/ L (P1), 4 mL/L (P2), 6 mL/L(P3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Panjang tongkol (cm), Diameter tongkol (cm), Berat tongkol (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman minggu ke-4 dan minggu ke-6. (2). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter hasil yaitu parameter panjang tongkol panen, diameter tongkol panen, berat tongkol panen.
JAMAL
2015 · Thesis · Open Access
Pendistribusian barang atau jasa merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sebuah instansi pemerintahan ataupun perusahaan tertantu. PT. Mega Elektra Persero Cabang Medan merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang Pendistribusian semen Padang. Perusahaan tersebut menyadari bahwa persaingan makin kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan tersebut. Salah satu strategi yang digunakan sebuah perusahaan untuk menang dalam persaingan adalah dengan menekan biaya seminimal mungkin. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang agar biaya transportasi yang dikeluarkan seefisien mungkin. Untuk meminimumkan biaya transportasi dalam pendistribusian produk dapat diselesaikan dengan metode transportasi dalam program linier. Tujuan penelitian ini untuk meminimumkan biaya transportasi dengan membanding metode north west corner dengan vogel’s approximation method dan mengetahui metode mana yang paling minimum dalam penyelesaian awal. Penelitian ini menggunakan metode north west corner dan vogel’s approximation method dengan perbadari kedua metode ini akan membantu menyelesaikan masalah biaya transportasi. Setelah kedua metode ini dikerjakan secara manual maka akan dilihat metode manakah yang dapat menekan biaya distribusi yang optimal. Setelah kedua metode ini dikerjakan secara manual, maka akan diselesaikan menggunakan bantuan program seperti Excel dan GUI (Graphical User Interface). Berdasarkan dari hasil perhitungan dengan north west corner dan vogel’s approximation method diperoleh perhitungan metode NWC Rp.885.7000.000 dan VAM Rp. 727.315.000. Dari kedua perhitungan tersebut maka metode VAM yang lebih optimal dan memiliki selisih Rp. 158.385.000 dari perhitungan kedua metode awal.