ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG STANDAR KEBERSIHAN AREA KERJA PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BKAD) KABUPATEN BULUNGAN
Oleh :
Muhammad Rizal
NPM. 201751034
Program Studi Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Kaltara
ABSTRAK
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang standar kebersihan area kerja pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan. Lokasi penelitian pada Kantor Bupati Kabupaten Bulungan.
Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif, pada penelitian ini terdapat 12 (dua belas) orang narasumber, yang terdiri dari delapan orang laki-laki dan empat orang perempuan. Dengan berupaya menjelaskan fakta lapangan terkait Standar Oprasional Prosedur (SOP) kebersihan area kerja pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik wawancara secara langsung kepada responden dan melalui pengumpulan data dokumentasi yang terkait dengan penelitian.
Hasil penelitian menunjukan tidak ditemukannya Standar Oprasional Prosedur (SOP) Kebersihan Area Kerja pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan dikarenakan proses kebersihan area kerja dilakukan dengan mengunakan pihak ketiga di bawah kordinasi sekertariat bagian umum. Kedepannya sudah seharusnya proses tentang kebersihan area kerja pada kantor pemerintah daerah sudah diatur mengunakan pedoman standar yang berlaku.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di dasari pada penelitian sebelumnya dimana pada kondisi ruas Jalan Poros Km 9 – Tanah kuning Kalimantan Utara memilki tingkat kerusakan perkerasan terparah dan berdasarkan data kecelakaan Kepolisian Resort Kabupaten Bulungan pada tahun 2012 – 2016 di dapat data berjumlah 187 laka lantas yang terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 77 korban, luka berat sebanyak 19 korban, luka ringan sebanyak 152 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 759,500,000. Sedangkan untuk tahun 2017 tercatat pada bulan (januari s/d september) berjumlah 22 laka lantas yan terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 15 korban, luka berat sebanyak 12 korban, luka ringan sebanyak 8 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 60,580,000. Maka itu perlu di lakukan penelitian terhadap indikasi penyebab kecelakaan. Dari hasil analisis geometri jalan di dapat data kelas jalan III, 1 jalur 2 lajur dengan lebar jalur 6 meter dan tidak memiliki median, bahu jalan ada beberapa yang kurang dari standar perencanaan. Dan dari analisa data ditemukan penyebab kecelakan seperti : 1. adanya kerusakan pada perkerasan jalan dan bahu jalan kurang dari standar sehinggga perlunya perbaikan pada perkerasan jalan. 2. Kondisi lansekap yang menghalangi pandangan sehingga perlunya pemangkasan di daerah sekitar bahu jalan. 3. Kurangnya fasilitas rambu lalu-lintas sehingga perlunya penambahan maupun perbaikan rambu laku-lintas. 4. Kurangnya lampu penerangan di sepanjang jalan sehingga untuk itu perlunya penambahan lampu penerangan.