ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor utama dalam sektor infrastruktur adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dimana pada pelaksanaannya masih sering diabaikan. Pembangunan infrastruktur, terutama pada pekerjaan konstruksi, memiliki risiko kerja yang cukup tinggi yang apabila faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak diperhatikan oleh pengelola proyek, dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Penelitian ini mengambil studi kasus Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Diklat Asrama Provinsi Kalimatan Utara Tahap II. Pada pelaksanaannya dilakukan pengengidentifikasian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mungkin terjadi pada pekerjaan tersebut. Kemudian dilakukan analisis risiko menggunakan metode Fine. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling sering terjadi pada pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan penilaian dari personel yang terlibat dalam pembangunan gedung. Responden dalam penelitian ini adalah pemimpin proyek, mandor, operator, serta ahli konstruksi. Dari kesimpulan pelaksanaan penelitian ini adalah dilakukannya pengendalian risiko. Dari pendapat para responden, faktor yang memiliki risiko tertinggi adalah risiko terkena bahan kimia dan iritasi pada kulit. Faktor tersebut memiliki nilai risiko sebesar 44,81 dan level risikonya dikategorikan Priority 1 atau Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas sementara waktu sampai risiko dapat mencapai batas aman, serta menerapkan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat dengan menggunakan APD sesuai standar pekerjaan konstruksi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pembangunan konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya yang dalam pelaksanaanya mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian diawal sebelum pekerjaan dimulai untuk menghindari kecelakaan kerja. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Pembangunan Stadion Mini Tanjung palas tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui factor-faktor risiko kecelakaan kerja pada setiap tahapan pekerjaan mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi dan menentukan strategi usulan pengendalian risiko. Data penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada kontraktor dan jasa konstruksi yang terdiri atas site manager, quality control, drafter, administrasi, logistik, pelaksana, k3, konsultan pengawas, sub kon, mandor, kepala tukang, pekerja untuk menentukan klasifikasi risiko low, medium, High, Very High dilakukan penilaian kemungkinan terjadi dampak risiko melalui hasil kuesioner dan diambil persentasi tertinggi. Nilai kemungkinan terjadi risiko akan dianalisis mengunakan matriks analisis risiko dengan mengunakan metode JSA (Job Safety Analysis). Hasil analisis dengan 7 tahapan pekerjaan diperoleh Pekerjaan dengan kategori level risiko medium ada 4 yaitu pada Pekerjaan Angkur Baja M16 & Baut Baja, Pekerjaan Pelat Baja Tebal 10 mm & 6 mm, Pekerjaan Baut Baja M12 (Antara CNF dan Kuda-kuda Baja WF 350.175.7.11 mm), Pekerjaan Trekstang Ø12, Pengikat Angin Ø12 & Turnbuckle Ø12. Pekerjaan dengan kategori level risiko Medium dan high ada 1 yaitu Kuda Pekerjaan Baja WF.350.175.7.11 mm). pengendalian penggunaan perancah yang memenuhi standar, pemasangan pagar pengaman, dan pengamanan alat kerja. penyusunan prosedur kerja aman, pemasangan rambu keselamatan, serta pelaksanaan briefing keselamatan atau toolbox meeting sebelum pekerjaan dimulai dan Pengunaan APD. Pihak kontraktor dan manajemen proyek disarankan untuk memberikan prioritas pengendalian pada pekerjaan yang termasuk dalam kategori risiko tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Bidang jasa konstruksi merupakan salah satu dari sekian banyak bidang usaha yang tergolong sangat rentan terhadap kecelakaan. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja dalam suatu proyek konstruksi antara lain, faktor perilaku pekerja konstruksi yang cenderung kurang mengindahkan ketentuan standar keselamatan kerja, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi risiko, menentukan besar tingkat risiko, dan memberikan pengendalian risiko kecelakaan kerja akibat pekerjaan perkuatan Sungai Jelarai di Desa Tengkapak Tanjung Selor. Salah satu cara untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja tersebut adalah metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), Cara kerja metode ini mengidentifikasi potensi bahaya kerja dengan mendefinisikan karakteristik bahaya yang mungkin terjadi dan mengevaluasi risiko yang terjadi melalui penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yaitu didapatkan Berdasarkan hasil observasi di lapangan mendapatkan 4 jenis pekerjaan yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja, Pekerjaan deck slab mempunyai risiko 8 sumber potensi risiko, Pekerjaan tetrapod mempunyai 6 sumber potensi risiko, Pekerjaan krib mempunyai 6 sumber potensi risiko dan Pekerjaan akmond blok mempunyai 3 sumber potensi risiko , didapatkan aktivitas dengan tingkat risiko (Low) rendah sebanyak 8 sumber 34,78%. Kemudian terdapat 9 sumber 39,14% yang termasuk pada tingkat risiko menengah (Moderate) dan 1 sumber 4,35% risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (High) yang terdapat pada semua area aktivitas. Sedangkan pada kategori tingkat risiko ekstrim (Extreme) terdapat 5 sumber 21,74%. rekomendasi perbaikan usulan yang dapat dilakukan antara lain dengan memperketat pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerja, memberlakukan SOP pada setiap kegiatan, memberikan safety sign pada area tertentu yang memungkinkan menimbulkan potensi bahaya, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan memberlakukan aturan- aturan sesuai dengan perundang undangan yang ditetapkan oleh peraturan Republik Indonesia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Kota Tanjung Selor belum di patuhi secara keseluruhan. Rumusan masalah yaitu apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara, apakah ZOSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas, bagaimana tingkat keselamatan perilaku penyeberang jalan pada ZOSS dan bagaimana tingkat keselamatan perilaku pengantar. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara, untuk mengetahui apakah ZOSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas, untuk mengetahui tingkat keselamatan perilaku penyeberang jalan pada ZOSS dan mengetahui tingkat keselamatan tingkat keselamatan perilaku pengantar. Lokasi pada penelitian ini berada di jalan skip I pada ZOSS SMP Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tanjung selor. Dalam penelitian ini menggunakan metode perhitungan kecepatan dan analisis data perilaku penyeberang dan analisis data perilaku pengantar dengan menggunakan statistik uji normal. Berdasarkan hasil perhitungan apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara maka, di peroleh kecepatan kendaraan melintas 38,80 km/jam yaitu melebihi batas maksimum pada ZoSS 30 km/jam. Berdasarkan hasil perhitungan apakah ZoSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas maka, di peroleh kecepatan kendaraan melintas 41,60 km/jam maka ZoSS pada SMP Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tanjung Selor belum berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas. Berdasarkan perhitungan tingkat keselamatan perilaku penyeberang dapat di kategorikan belum dikarenakan nilai Ztabel Zhitung dengan nilai 1,645 -5,1695. Tingkat keselamatan perilaku pengantar dapat di kategorikan belum dikarenakan nilai Ztabel Zhitung dengan nilai 1,645 -6,384.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah bentuk perhatian pemerintah terhadap perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk melindungi tenaga kerja yang pada ummnya, di samping itu untuk melindungi perusahaan agar tetap berdiri dan berkembang. Karena tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting bagi prusahaan, bila terjamin kesehatan dan keselamatanya maka dapat meningkat produktivitas kerja bagi perusahaan yang bersangkutan. Bentuk perhatian pemerintah tersebut tercantum Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan kerja. Selain pemerintah, Konstitusi Indonesia juga memberikan perlindungan bagi rakyat indonesia yang tercantum dalam pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan “ Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan ’’ jadi, keselamatan dan kesehatan kerja bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab kita semua karena keselamatan dan kesehatan kerja berdampak terhadap produktivitas para pekerja bagi perusahaan tertentu, khususnya dalam kehidupan kita sehari-hari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di dasari pada penelitian sebelumnya dimana pada kondisi ruas Jalan Poros Km 9 – Tanah kuning Kalimantan Utara memilki tingkat kerusakan perkerasan terparah dan berdasarkan data kecelakaan Kepolisian Resort Kabupaten Bulungan pada tahun 2012 – 2016 di dapat data berjumlah 187 laka lantas yang terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 77 korban, luka berat sebanyak 19 korban, luka ringan sebanyak 152 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 759,500,000. Sedangkan untuk tahun 2017 tercatat pada bulan (januari s/d september) berjumlah 22 laka lantas yan terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 15 korban, luka berat sebanyak 12 korban, luka ringan sebanyak 8 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 60,580,000. Maka itu perlu di lakukan penelitian terhadap indikasi penyebab kecelakaan. Dari hasil analisis geometri jalan di dapat data kelas jalan III, 1 jalur 2 lajur dengan lebar jalur 6 meter dan tidak memiliki median, bahu jalan ada beberapa yang kurang dari standar perencanaan. Dan dari analisa data ditemukan penyebab kecelakan seperti : 1. adanya kerusakan pada perkerasan jalan dan bahu jalan kurang dari standar sehinggga perlunya perbaikan pada perkerasan jalan. 2. Kondisi lansekap yang menghalangi pandangan sehingga perlunya pemangkasan di daerah sekitar bahu jalan. 3. Kurangnya fasilitas rambu lalu-lintas sehingga perlunya penambahan maupun perbaikan rambu laku-lintas. 4. Kurangnya lampu penerangan di sepanjang jalan sehingga untuk itu perlunya penambahan lampu penerangan.