Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kesehatan Kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis resiko kecelakaan kerja pada proyek pembangunan asrama diklat provinsi Kalimatan Utara tahap 2 dengan metode fine

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor utama dalam sektor infrastruktur adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dimana pada pelaksanaannya masih sering diabaikan. Pembangunan infrastruktur, terutama pada pekerjaan konstruksi, memiliki risiko kerja yang cukup tinggi yang apabila faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak diperhatikan oleh pengelola proyek, dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Penelitian ini mengambil studi kasus Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Diklat Asrama Provinsi Kalimatan Utara Tahap II. Pada pelaksanaannya dilakukan pengengidentifikasian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mungkin terjadi pada pekerjaan tersebut. Kemudian dilakukan analisis risiko menggunakan metode Fine. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling sering terjadi pada pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan penilaian dari personel yang terlibat dalam pembangunan gedung. Responden dalam penelitian ini adalah pemimpin proyek, mandor, operator, serta ahli konstruksi. Dari kesimpulan pelaksanaan penelitian ini adalah dilakukannya pengendalian risiko. Dari pendapat para responden, faktor yang memiliki risiko tertinggi adalah risiko terkena bahan kimia dan iritasi pada kulit. Faktor tersebut memiliki nilai risiko sebesar 44,81 dan level risikonya dikategorikan Priority 1 atau Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas sementara waktu sampai risiko dapat mencapai batas aman, serta menerapkan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat dengan menggunakan APD sesuai standar pekerjaan konstruksi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK BANGUNAN AIR MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) (Studi Kasus Pekerjaan Perkuatan Sungai Jelarai Di Desa Tengkapak Tanjung Selor)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bidang jasa konstruksi merupakan salah satu dari sekian banyak bidang usaha yang tergolong sangat rentan terhadap kecelakaan. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja dalam suatu proyek konstruksi antara lain, faktor perilaku pekerja konstruksi yang cenderung kurang mengindahkan ketentuan standar keselamatan kerja, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi risiko, menentukan besar tingkat risiko, dan memberikan pengendalian risiko kecelakaan kerja akibat pekerjaan perkuatan Sungai Jelarai di Desa Tengkapak Tanjung Selor. Salah satu cara untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja tersebut adalah metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), Cara kerja metode ini mengidentifikasi potensi bahaya kerja dengan mendefinisikan karakteristik bahaya yang mungkin terjadi dan mengevaluasi risiko yang terjadi melalui penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yaitu didapatkan Berdasarkan hasil observasi di lapangan mendapatkan 4 jenis pekerjaan yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja, Pekerjaan deck slab mempunyai risiko 8 sumber potensi risiko, Pekerjaan tetrapod mempunyai 6 sumber potensi risiko, Pekerjaan krib mempunyai 6 sumber potensi risiko dan Pekerjaan akmond blok mempunyai 3 sumber potensi risiko , didapatkan aktivitas dengan tingkat risiko (Low) rendah sebanyak 8 sumber 34,78%. Kemudian terdapat 9 sumber 39,14% yang termasuk pada tingkat risiko menengah (Moderate) dan 1 sumber 4,35% risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (High) yang terdapat pada semua area aktivitas. Sedangkan pada kategori tingkat risiko ekstrim (Extreme) terdapat 5 sumber 21,74%. rekomendasi perbaikan usulan yang dapat dilakukan antara lain dengan memperketat pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerja, memberlakukan SOP pada setiap kegiatan, memberikan safety sign pada area tertentu yang memungkinkan menimbulkan potensi bahaya, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan memberlakukan aturan- aturan sesuai dengan perundang undangan yang ditetapkan oleh peraturan Republik Indonesia.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DAMPAK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PARA PEKERJA PENAMBANGAN BATU BARA DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah bentuk perhatian pemerintah terhadap perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk melindungi tenaga kerja yang pada ummnya, di samping itu untuk melindungi perusahaan agar tetap berdiri dan berkembang. Karena tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting bagi prusahaan, bila terjamin kesehatan dan keselamatanya maka dapat meningkat produktivitas kerja bagi perusahaan yang bersangkutan. Bentuk perhatian pemerintah tersebut tercantum Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan kerja. Selain pemerintah, Konstitusi Indonesia juga memberikan perlindungan bagi rakyat indonesia yang tercantum dalam pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan “ Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan ’’ jadi, keselamatan dan kesehatan kerja bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab kita semua karena keselamatan dan kesehatan kerja berdampak terhadap produktivitas para pekerja bagi perusahaan tertentu, khususnya dalam kehidupan kita sehari-hari.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail