Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: geometri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Bersih di Desa Jelarai Selor Kabupaten Bulungan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Desa Jelarai Selor adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Jelarai Selor hingga 10 tahun yang akan datang. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Aritmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk dengan metode yang terpilih yaitu metode aritmatik sebesar 9.892 jiwa pada tahun 2032. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai di tahun 2032 yaitu 8,18 L/dtk beroleh dari berdasarkan kebutuhan air domestik sebesar 7,44 L/dtk dan kebutuhan air non domestik sebesar 0,74 L/dtk. Untuk kebutuhan air yang diolah pada tahun 2032 yaitu sebesar 11,779 L/dtk, ketersediaan air bersih bersumber dari PDAM Bulungan dengan sebesar 35 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2032 yaitu 23,221 L/dtk sehingga dengan jumlah produksi air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk 10 tahun mendatang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Bersih Di KM 9 Desa Bumi Rahayu Kabupaten Bulungan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Desa Bumi Rahayu adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Bumi Rahayu hingga 10 tahun yang akan datang dan mengetahui perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan air yang ada mencukupi atau tidak. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Airtmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk pada tahun 2030 sebesar 1.707 jiwa. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai yaitu 17,62 L/dtk berupa 14,02 L/dtk kebutuhan air domestik dan 3,60 L/dtk untuk kebutuhan air non domestik. Untuk ketersediaan air yang diolah pada tahun 2030 yaitu sebesar 25,376 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 yaitu 4,23 L/dtk.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS GEOMETRI JALAN DAN PENENTUAN RAMBU-RAMBU LALU-LINTAS DI RUAS DAERAH KECELAKAAN

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di dasari pada penelitian sebelumnya dimana pada kondisi ruas Jalan Poros Km 9 – Tanah kuning Kalimantan Utara memilki tingkat kerusakan perkerasan terparah dan berdasarkan data kecelakaan Kepolisian Resort Kabupaten Bulungan pada tahun 2012 – 2016 di dapat data berjumlah 187 laka lantas yang terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 77 korban, luka berat sebanyak 19 korban, luka ringan sebanyak 152 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 759,500,000. Sedangkan untuk tahun 2017 tercatat pada bulan (januari s/d september) berjumlah 22 laka lantas yan terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 15 korban, luka berat sebanyak 12 korban, luka ringan sebanyak 8 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 60,580,000. Maka itu perlu di lakukan penelitian terhadap indikasi penyebab kecelakaan. Dari hasil analisis geometri jalan di dapat data kelas jalan III, 1 jalur 2 lajur dengan lebar jalur 6 meter dan tidak memiliki median, bahu jalan ada beberapa yang kurang dari standar perencanaan. Dan dari analisa data ditemukan penyebab kecelakan seperti : 1. adanya kerusakan pada perkerasan jalan dan bahu jalan kurang dari standar sehinggga perlunya perbaikan pada perkerasan jalan. 2. Kondisi lansekap yang menghalangi pandangan sehingga perlunya pemangkasan di daerah sekitar bahu jalan. 3. Kurangnya fasilitas rambu lalu-lintas sehingga perlunya penambahan maupun perbaikan rambu laku-lintas. 4. Kurangnya lampu penerangan di sepanjang jalan sehingga untuk itu perlunya penambahan lampu penerangan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail