ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu sumber pendapatan desa yang memiliki peranan penting dalam pelaksaan pembangunan desa. Desa Bumi Rahayu mempunyai jumlah penduduk 1.412 orang, yang terdiri dari laki - laki 760 orang, perempuan 652 orang dan 422 KK, yang tebagi dalam 2 (Dua) Rukun Warga dan 7 (Tujuh) wilayah Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala desa dalam pengelolaan alokasi dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa Adapun tahapan dari pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu terdiri dari mekanisme penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD), tahap persiapan, tahap pengusulan atau pengajuan kegiatan, tahap penerimaan Alokasi Dana Desa, penggunaan ADD, pertanggungj jawaban dan pelaporan ADD, serta pengawasan ADD. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu yaitu faktor partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Ini Membahas Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Tanjung Selor Di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dipergunakan metode penelitian kualitatif-kuantitatif serta referensi buku yang relevan dengan permasalahan. Data-data yang terkumpul berupa data yang bersifat kualitatif - sehingga diolah menjadi data yang bersifat deskriftif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa wawancara dilapnagan yang menyatakan “Alokasi dana desa berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulungan’’ terbukti secara empiris dan dapat diterima. sehingga pengelolaan ADD terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat adalah berdampak secara positif. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tahun 2020 ke tahun 2021 juga menunjukkan peningkatan dengan berkurangnya jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bulungan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemerintah desa dalam melakukan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Dengan melakukan analisis pada setiap proses pengelolaan keuangan desa mulai dari tahap perencanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah desa dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Atap Kecamatan Sembakung secara umum sudah berjalan dengan baik sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang - undangan yang berlaku. Kemampuan pemerintah desa dari aspek kognitif (pengetahuan) dalam hal ini Pemerintah Desa Atap sudah mengetahui cara pengelolaan keuangan desa secara baik dan benar berdasarkan mekanisme dan peraturan perundang - undangan, Kemudian dari aspek afektif (sikap) Pemerintah Desa Atap dalam hal ini sudah dapat melakukan pelayanan prima pada masyarakat dengan melibatkan masyarakat dalam proses rangkaian proses perencanaan, dan pada aspek psikomotorik (keterampilan) Pemerintah Desa Atap berbekal pengelaman yang ada selama menjadi aparatur desa dalam pengelolalan Alokasi Dana Desa dapat dikerjakan dengan baik dan lancar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA DALAM MEMBANGUN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK (Studi Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui Akuntabilitas dan Transparansi Penggunaan Alokasi Dana Desa Dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Studi Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian kepala desa Desa Antutan, Sekretaris Desa Antutan, Perangkat Desa Antutan, tokoh masyarakat Desa Antutan, Masyarakat Antutan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu akuntabilitas dan transparansi penggunaan alokasi dana desa dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik di nilai baik karena Pengelolaan Alokasi Dana Desa dikelola berdasarkan praktik-praktik pemerintahan yang baik. Pengelolaan keuangan desa sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 yaitu, Transparansi, Akuntabel, Partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran, Penerapan Akuntabilitas Dan Trasparansi pengunaan alokasi dana desa yang di terapkan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Pemerintah Desa Antutan, bahwa keterlibatan masyarakat desa dalam pembangunan desa dengan melaksanakan setiap kegiatan yang ada berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah dalam pengelolaan alokasi dana desa telah melakukan pendekatan-pendakatan prinsip good governance serta dapat di pertanggungjawabkan oleh pemerintah Desa Antutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NO 5 TAHUN 2017 PASAL 2 TENTANG ALOKASI DANA DESA DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR (Studi Semenisasi Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Skripsi ini mengkaji Implementasi peraturan bupati no 5 tahun 2017 pasal 2 tentang pelaksanaan alokasi dana desa dalam menunjang pembangunan infrastruktur Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembangunan infrastruktur dan faktor-faktor penghambat berjalannya implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan . Penelitian ini menggunakan metode peneltian kualitatif, dengan melalui dua metode pengumpulan data yaitu pertama secara primer yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kemudian kedua secara sekunder yaitu kajian pustaka melalui buku, jurnal, skripsi, laporan tahunan dan situs internet terkait dengan judul penelitan. Hasil penelitian bahwa implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sudah memenuhi harapan masyarakat atau karena beberapa program pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur dalam bidang jalanan semenisasi yang sudah terlihat ada perubahan dari beberapa tahun silam, sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selanjutnya mengenai faktor penghambat berjalannya implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan ada beberapa faktor yaitu 1)keterbatasan anggaran. 2) Tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. 3) Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur yang disediakan pemerintah sehingga kondisinya cepat rusak. Dan beberapa faktor lain seperti ketidak bersatuan masyarakat Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan dan kurangnya partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah, dan kurangnya kepedulian masyarakat dalam pembangunan desa serta konstruksi bangunan yang kurang bagus. Implikasi penelitian ini adalah 1) Perlu adanya tata kelola anggaran dana desa yang transparan dan jeli sehingga anggaran itu sesuai dengan peruntukannya. 2)Pemerintah diharapkan memberikan perhatian penuh terhadap implementasi pembangunan infrastruktur di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan khususnya dalam bidang jalanan semenisasi yang jauh dari kata baik, listrik dan jaringan yang hingga saat ini belum terealisasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desentralisasi Pemerintahan atau Otonomi Daerah adalah sebuah bentuk Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, wujud dalam hal tersebut adalah progam Dana Desa. Keuangan desa termuat dalam APBDesa yang terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Desa), ADD (Alokasi Dana Desa) dan DD (Dana Desa). Salah satu bentuk pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) adalah Belanja Desa, dimana salah satau dari hal tersebut adalah dengan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Dalam pengadaan barang/jasa terdapat banyak kelemahan dan permasalahan yang timbul karena berbagai faktor yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelemahan terkuat dalam pengadaan barang/jasa di desa serta cara untuk mengurangi kelemahan terkuat dalam pengadaan barang/jasa di desa. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah dapat mengurangi timbulnya masalah yang di sebabkan oleh kelemahan yang ada dalam pengadaan barang/jasa di desa sehingga hasil dari pengadaan barang/jasa di desa bisa maksimal dan lebih bermanfaat bagi masyarakat desa. Penelitian ini dialakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dimana data diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner tentang perbandingan tingkat kelemahan yang timbul dalam pengadaan barang/jasa di desa. Kelemahan utama yang diperbandingkan adalah dari segi cara pengadaan barang/jasa, segi perencanaan,dan segi pelaksanaan. Dari segi kelemahan utama terdapat kriteria masalah yang berupa sumber daya manusia, nilai pengadaan barang/jasa, jenis pengadaan barang/jasa, jarak dan kondisi lokasi pengadaan barang/jasa dan kondisi sosial budaya masyarakat. Dari penelitian ini, setelah data melalui beberapa proses perhitungan dan analisa nilai prioritas yang diperoleh dari kelemahan dan kriteria masalah. Nilai prioritas tertinggi terdapat pada sumber daya manusia dengan nilai prioritas 0,451 dengan persentase kelemahan 45% dan nilai prioritas terendah adalah kondisi sosial budaya msyarakat dengan nilai prioritas 0,068 dan persentase sebesar 7%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana perimbangan yang diterima kabupaten dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten setelah dikurangi dana alokasi khusus Desa Salimbatu merupakan desa yang ada di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dengan jumlah penduduk: 5.950 jiwa yang terdiri dari laki-laki: 3.104, perempuan: 2.846 dan 1.668 KK pembagian wilayah Desa Salimbatu terbagi menjadi wilayah Bentiang, Antal, Trans Sp 5, Trans Sp 5A, Trans Sp 6, dan Trans Sp 7. Dalam hal ini peneliti akan meneliti bagaimana dampak Alokasi Dana Desa dan Pembangunan Infrstuktur dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Ketertarikan ini dikarenakan program Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan sebuah program yang dijalankan dengan baik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pemberdayaan masyarakat baik dalam segi pembangunan, infrastuktur, kesehatan, sarana prasrana, dan pendidikan maupun dibidang pemberdayaan masyarakat lainnya disebuah desa disetiap desa kabupaten, khususnya Desa Salimbatu. Program ini juga sepenuhnya ditangani secara swadaya oleh pemerintah desa dan juga masyarakat. Dan diharapkan Alokasi Dana Desa yang disalurkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan pedesaan secara gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi desa tidak terpusat hanya pada pembangunan infrastruktur saja tetapi ada beberapa titik yang juga dikedepankan oleh aparat desa yaitu berkaitan dengan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan ekonomi masyarakat diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kemampuan masyarakat sehingga me miliki kemampuan bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dengan pendampingan dan penguatan institusi lokal, peningkatan penggunaan teknologi tepat guna, dan bantuan untuk kelompok lembaga kemasyarakatan desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi mikro masyarakat di desa.