ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan pembangunan mendorong kebutuhan material konstruksi yang ringan, ramah lingkungan, dan berkinerja baik, salah satunya melalui pengembangan beton ringan dengan pemanfaatan serat bambu dan serat eceng gondok sebagai bahan penguat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisis dan mekanik beton ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan matriks beton berkomposisi semen, pasir, dan air sebesar 1:2:0,4, serta variasi campuran serat bambu dan serat eceng gondok yang terdiri dari lima komposisi, yaitu 50%:50%, 20%:80%, 80%:20%, 70%:30%, dan 30%:70%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji daya serap air, densitas, dan kuat tekan sesuai dengan standar SNI yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya serap air beton ringan berada pada rentang 2% hingga 18%, nilai densitas berkisar antara 1.702–2.000 kg/m³, dan nilai kuat tekan berada pada kisaran 3,200–11,283 N/mm². Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran serat bambu 80% dan serat eceng gondok 20%, sedangkan nilai daya serap air terendah diperoleh pada campuran serat bambu 30% dan serat eceng gondok 70%. Berdasarkan hasil pengujian, sampel memenuhi persyaratan beton ringan non-struktural karena memiliki nilai daya serap yang semua sampel berada di bawah batas yang standar, densitas sampel A, B, C dan D tergolong beton ringan, sementara sampel E berada pada batas maksimum, dan kuat tekan seluruh sampel telah memenuhi nilai minimum, dengan sampel C dan D menunjukkan kinerja terbaik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stevanus Mane. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dalam Pembuatan Pupuk Dengan Perbedaan Konsentrasi Em-4 Dibawah Bimbingan Sabarudin, S.P., M.M. Tumbuhan eceng gondok atau Eichornia crassipes ialah tanaman air tawar yang diketahui sebagai gulma. Tumbuhan ini banyak ditemui di Indonesia khususnya diperairan tawar yang menyerap nutrien dalam pertumbuhannya. Salah satu sungai yang menjadi tempat tumbuh tanaman eceng gondok yaitu sungai yang berada dikalimantan utara tepatnya di tanjung selor bagian jalan meranti ke tanjung rumbia yaitu sungai kayan. Tumbuhan eceng gondok yang tidak dimanfaatkan maka akan membuat sungai dangkal dan menghambat arus air, oleh karena itu tumbuhan eceng gondok yang dianggap gulma harus dimanfaatkan agar tidak terjadi dampak buruk pada sungai tersebut, salah satu yang dapat dimanfaatkan yaitu menjadikan gulma tersebut sebagau bahan pembuatan pupuk organik yang dapat digunakan dalam bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organik dengan perbedaan konsentrasi em-4 dengan bahan baku eceng gondok. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor, pada bulan Juni hingga bulan Juli 2022. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu EM 2 dari segi nilai unsur yang terdapat di dalam pupuk tersebut. Kata kunci: Eceng Gondok, Konsentrasi EM-4, Pupuk
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aplikasi pupuk organik Bokhasi dengan bahan baku Veses Walet dan Eceng Gondok terhadap pertumbuhan dan hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mustani.201231055.Aplikasi Pupuk Bokasi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum mill). Varietas Permata F1, Varietas Tymoti F1, dan Varietas Servo F1. Penelitian ini dilakukan di Baratan Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dari bulan Januari Sampai bulan Maret 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua Faktor Perlakuan yaitu Pupuk Bokasi Eceng Gondok dengan Tiga jenis Varietas Tomat. Parameter yang diamati Tinggi Tanaman, Jumlah Daun,Jumlah Buah dan Berat Buah. Penelitian menunjukan Pengaruh nyata pada perlakuan Pupuk parameter pengamatan tinggi tanaman umur 14 hst dan 21 hst, sedangkan pada tinggi tanaman umur 7 hst tidak terdapat pengaruh nyata. Pada Perlakuan Varietas parameter tinggi tanaman berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Pada Perlakuan Pupuk parameter pengamatan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst dan pada perlakuan varietas parameter pengamatan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Pada Perlakuan Pupuk parameter pengamatan jumlah buah berpengaruh nyata pada panen Kedua dan Ketiga, tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama, sedangkan pada perlakuan varietas parameter pengamatan tidak terdapat pengaruh nyata sama sekali pada panen pertama, panen kedua dan panen ketiga. Pada perlakuan pupuk parameter pengamatan berat buah berpengaruh nyata pada panen ketiga,tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama dan panen kedua. Sedangkan pada perlakuaan varietas parameter pengamatan berpengaruh nyata pada panen ketiga, tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama dan kedua. Sedangkan pada perlakuan interaksi tidak menunjukan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan yang diamati.