Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: Pupuk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMBINASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (ELAIS GUINENSIS JACQ) DAN FESES AYAM DALAM PROSES PEMBUATAN PUPUK BOKASHI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam dalam proses pembuatan pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor, pada bulan November-Desember 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode analisis unsur hara pada pupuk bokhasi dari kombinasi tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam yang terdiri dari 3 perlakuan. di mana dalam pelaksanaannya terdapat perlakuan pertama yaitu 15Kg tandan kosong kelapa sawit dan 10Kg feses ayam, perlakuan kedua yaitu 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam, dan perlakuan ketiga 7,5Kg tandan kosong kelapa sawit dan 7,5Kg feses ayam. Parameter yang diamati yaitu kandungan pupuk Bokhasi kotoran walet meliputi N, P, K, pH, rasio C/N, C-organik, dan Kadar air bokashi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan P2 yaitu terdiri kombinasi 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam yang menghasilkan kandungan pupuk bokhasi terbaik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LAMA FERMENTASI LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Kotoran Sapi Dalam Proses Pembuatan Pupuk Bokashi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASMAR. 201731014. Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Kotoran Sapi Dalam Proses Pembuatan Pupuk Bokashi. Dibawah bimbingan Sabarudin, SP., MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH Tanah, C-Organik, C/N rasio, serta unsur hara N, P, K dalam bokashi kombinasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kotoran sapi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Perlakuan 2 Faktorial dengan 9 perlakuan dan tanpa ulangan. T1S1 (2kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T1S2 (2kg TKKS+1kg kotoran sapi) T1S3 (2kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T2S1 (4kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T2S2 (4kg TKKS+1kg kotoran sapi), T2S3 (4kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T3S1 (6kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T3S2 (6kg TKKS+1kg kotoran sapi), T3S3 (6kg TKKS+1,5kg kotoran sapi). Hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan T3S3 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan pH tanah tertinggi. Perlakuan T2S2 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan C-Organik tertinggi. Dalam parameter C-Organik terdapat 3 perlakuan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yaitu T1S1, T1S2, dan T1S3. Perlakuan T2S3 merupakan sampel yang memiliki kandungan C/N rasio tertinggi. Pada parameter hasil Nitrogen (N) hanya T2S2 dan T3S1 yang memenuhi persyaratan minimum. Perlakuan T3S3 merupakan perlakuan dengan nilai Fosfor (P) tertinggi. Sedangakan untuk parameter Kalium (K) semua perlakuan belum memenuhi persyaratan minimum dikarenakan Unsur K yang hilang melalui penguapan terjadi bersamaan dengan dilepaskannya panas pada saat terjadi proses pengomposan atau fermentasi berlangsung, semakin besar panas yang terbentuk maka semakin besar pula kalium menghilang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Lama Perendaman Dengan Pupuk Hormon Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman benih menggunakan pupuk hormon terhadap varietas mentimun. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor 1: Varietas (L) terdiri dari L₁ = Mentimun Lokal, L₂ = Mentimun Jepang. Faktor 2: Perlakuan Pupuk Hormon terdiri dari J₀ = tanpa perlakuan (kontrol), J₁ = perendaman 5 menit, J₂ = perendaman 10 menit, J₃ = perendaman 15 menit, sehingga diperoleh 8 Interaksi Perlakuan. Parameter yang diamati antara lain panjang sulur (cm), jumlah daun (helai), lebar daun (cm), umur berbunga (hst), umur panen (hst), panjang buah (cm), diameter buah (cm), bobot buah (cm), jumlah buah per tanaman. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan pupuk hormon berpengaruh nyata terhadap panjang sulur 7 hst, 14 hst, panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman. Interaksi antara lama perendaman menggunakan pupuk hormon dan varietas mentimun tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter tanaman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam Ternak Kombinasi Kotoran Kambing Dengan Penambahan Dosis Em-4 Yang Berbeda Dalam Pembuatan Pupuk Kompos

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cangkang telur ayam ialah limbah rumah tangga. Kurangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah cangkang telur mengakibatkan limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Cara untuk menangani limbah cangkang telur yaitu melakukan pengolahan menjadi pupuk kompos. Limbah peternakan seperti feces, urine, dan sisa pakan yang dibiarkan tanpa penanganan lebih lanjut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan pada masyarakat di sekitar peternakan. Kotoran kambing jika dimanfaatkan secara baik kotoran kambing tersebut bukan merupakan polusi justru merupakan suatu penghasilan yang bisa menghasilkan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk kompos dalam perbedaan dosis EM-4 dengan bahan baku cangkang telur ayam dan kotoran kambing. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor pada bulan maret hingga bulan april 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal 3 ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu EM-4 dosis 90 dari segi pengomposan,warna dan kondisi fisik.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENAMBAHAN EM4, JMS, MOL PADA KUALITAS PUPUK BOKHASI BATANG PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang kepok atau Musa acuminata balbisiana colla ialah tanaman monocarpus, sehingga setelah berbuah, pohon tanaman pisang akan mati.. Limbah batang pisang yang berasal dari hasil panen biasanya tidak diolah sehingga menyebabkan tumpukan serta menimbulkan bau busuk yang tidak sedap. Padahal batang pisang memiliki kandungan yang berperan besar dalam pupuk organik dan belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organik dengan perbedaan konsentrasi EM-4, MOL nasi, JMS dengan bahan baku batang pisang. Penelitian ini dilakukan di Antutan, pada bulan maret hingga bulan mai 2023. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tiga item dan dua ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu MOL nasi dari segi nilai unsur yang terdapat di dalam pupuk tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi beberapa jenis pupuk kandang dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil Mentimun (cucumis sativus L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YAGIN. Fakultas Pertanian Universitas Kaltara, 2023. Aplikasi Beberapa Jenis Pupuk Kandang dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.). Dibawah bimbingan Bapak Sabarauddin, SP, MM. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 (empat) faktor dan 3 (tiga) ulangan. Faktor I. Pupuk Kandang (P) terdiri dari empat perlakuan yaitu : P0 = tanpa pupuk, PA = Pupuk Kandang Ayam, PK = Pupuk Kandang Kambing, PS = Pupuk Kandang Sapi. Faktor II Varietas (V) terdiri dari dua perlakuan yaitu : V1 = Mercey F1, V2 = Monza F1, sehingga diperoleh 8 Interaksi perlakuan. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang buah (cm), diameter buah (mm),berat buah (g). dari hasil penelitian diperoleh bahwa pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 1-4 MST, jumlah daun 1-4 MST, panjang buah, diameter buah, berta buah. Varietas berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 2-4 MST. Jumlah daun 3-4 MST, panjang buah, diameter buah, berat buah. Sedangkan interaksi berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 3-4 MST, jumlah daun 3-4 MST, panjang buah, diameter buah, berat buah. Kata kunci : mentimun, pupuk kandang, varietas, pertumbuhan, hasil.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANULAR (POG) BERBAHAN DASAR LIMBAH DECANTER SOLID

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BERNANDO SARAGIH. 201831007. PENGARUH PEMBERIAN DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANUL (POG) BERBAHAN DASAR DECANTER SOLID Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dekomposer terhadap uji fisik, kimia, dan mikrobiologi pada pupuk organik granul. Penelitian dilaksanakan di lapangan belakang Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yakni penggunaan dekomposer Jadam Mikroorganism Solution pada proses pengomposan, Perlakuan kedua yaitu Dekomposer Efective Microorganism-4 dan perlakuan tiga yaitu dekomposer Petrofast. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan dekomposer terhadap pembuatan pupuk organik granul tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan unsur hara makro (N, P, K), C Organik, dan mikroba pada pupuk organik granul. Penambahan dekomposer pada pupuk organik granul mampu memenuhi SNI pada kandungan mikroba. Perlakuan dengan kandungan mikroba paling tinggi terdapat paada perlakuan G3U1 dengan total kandungan mikroba sebesar 5,9 x 104. Pembuatan pupuk organik granul memerlukan bahan tambahan lainnya yang memiliki kandungan unsur hara yang lebih baik. Pembuatan pupuk organik granul dengan penambahan dekomposer alami dengan bahan dasar decanter solid dapat menjadi solusi peningkatan penggunaan pupuk organik oleh petani hanya saja diperlukan penelitian lebih lanjut dalam meningkatkan kandungan unsur hara pada pupuk organik itu sendiri Kata Kunci : Pupuk Organik Granul (POG), Mikroba/ Mikroorganisme, Dekomposer, Pupuk Hayati

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DALAM PEMBUATAN PUPUK DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI EM-4

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stevanus Mane. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dalam Pembuatan Pupuk Dengan Perbedaan Konsentrasi Em-4 Dibawah Bimbingan Sabarudin, S.P., M.M. Tumbuhan eceng gondok atau Eichornia crassipes ialah tanaman air tawar yang diketahui sebagai gulma. Tumbuhan ini banyak ditemui di Indonesia khususnya diperairan tawar yang menyerap nutrien dalam pertumbuhannya. Salah satu sungai yang menjadi tempat tumbuh tanaman eceng gondok yaitu sungai yang berada dikalimantan utara tepatnya di tanjung selor bagian jalan meranti ke tanjung rumbia yaitu sungai kayan. Tumbuhan eceng gondok yang tidak dimanfaatkan maka akan membuat sungai dangkal dan menghambat arus air, oleh karena itu tumbuhan eceng gondok yang dianggap gulma harus dimanfaatkan agar tidak terjadi dampak buruk pada sungai tersebut, salah satu yang dapat dimanfaatkan yaitu menjadikan gulma tersebut sebagau bahan pembuatan pupuk organik yang dapat digunakan dalam bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organik dengan perbedaan konsentrasi em-4 dengan bahan baku eceng gondok. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor, pada bulan Juni hingga bulan Juli 2022. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu EM 2 dari segi nilai unsur yang terdapat di dalam pupuk tersebut. Kata kunci: Eceng Gondok, Konsentrasi EM-4, Pupuk

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi (Branssica Juncea)menggunakan Pupuk Organik Cair dari Limbah Pisang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muliana.201531002. ANALISIS USAHATANI SAWI PADA KECAMATAN TANJUNG PALAS, KALIMANTAN UTARA. Dibawah bimbingan Sabaruddin, SP. MM Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah melakukan aktivitas bertani. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani adalah sawi. Di Indonesia sendiri juga terdapat banyak sekali jenis masakan atau panganan yang menggunakan bahan daun sawi, baik sebagai bahan dasar maupun sebagai bahan pelengkap, hal tersebut menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kahadiran tanaman sawi untuk dikonsumsi sehari-hari. Tanaman sawi sangat digemari oleh masyarakat baik dari golongan kelas atas, kelas menengah, maupun kelas bawah. Terdapat aneka hidangan yang menggunakan bahan sawi yaitu diantaranya seperti capcay, campuran mie ayam, dan sebagai bahan pelengkap makanan bakso, hal inilah yang membuat tanaman sawi masih terus dibudidayakan oleh para petani sampai saat ini. Berdasarkan data yang di dapatkan dari BPS diketahui bahwa dari tahun 2018 sampai dengan 2020 yang tertera pada lampiran, terjadi peningkatan produksi tanaman sawi, peningkatan produksi tersebut tentu saja tidak terlepas dari tingginya tingkat permintaan konsumen yang semakin tahun kian bertambah. sehingga diperlukan budidaya tanaman sawi dengan baik dan benar untuk meningkatkan hasil produksi sawi. Budidaya tanaman sawi meliputi benih yang unggul, penanaman atau pembibitan yang tepat, serta pemeliharaan dan pengolahan tanah yang baik. Tanah yang dapat digunakan untuk menanam sawi yaitu tanah yang mempunyai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal sesuai dengan harapan. Kesuburan tanah ditentukan oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Bagi lingkungan hidup seperti tanah, adanya mikroorganisme dapat menentukan tingkat kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi tanah. Metode pemupukan dalam pertanian organik sebenarnya bertumpu pada peran mikroorganisme.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Respon Pertumbuhan Tanaman Daun Bawang (Allium fistlosum L.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk Kandang Ayam.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

REKA MAYANG SARI. 201531001. RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN DAUN BAWANG TERHADAP PEMBERIAN DOSISI PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK KANDANG AYAM. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon tanaman daun bawang terhadapa pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Palas Tengah, Kecamatan Tanjung Palas, kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Waktu pelaksanaan penelitian dalam waktu 3 bulan mulai dari bulan Agustus - Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam (A) dan faktor kedua adalah pupuk Kandang sapi (S) yang diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman tertinggi pada pemberian dosis A1S1 di umur 60 dan 75 hst. Kemudian jumlah daun terbanyak dengan pemberian dosis A1S2 pada umur 60 dan 75 hst saat panen. Kemudian jumlah anakan terbanyak pada pemberian dosis A2S1 pada umur75 hst saat panen. Pada parameter berat basah jumlah paling berat pada pemberian dosis A1S2 pada umur 75 hst saat panen

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L.) Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor (Perum Korpri). Tanjung Selor, Kebupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengakap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan . faktor pertama Konsentrasi larutan pupuk organik Cair ( POC) Terdiri dari 4 Perlakuan yaitu : (P0) tanpa perlakuan, (P1) 1:10, (P2) 1:20, (P3) 1:30 , faktor kedua : Dosis pada Bibit Tanaman Cabai (D) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu :(D0) tanpa perlakuan , (D1) 5 ml, (D2) 10 ml, (D3)12 ml Hasil data Sidik ragam diperoleh bahwa pemberian pupuk pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah, berat buah. Interaksi pemberian poc pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah dan berat buah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.L) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicinoids yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman cabai merah adalah meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan pemupukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap hasil tanaman cabai merah dan untuk memperoleh konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yang terbaik untuk meningkatkan hasil pada tanaman Cabai Merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2021 di Tanjung Selor (Perumahan Korpri), Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dan 3 ulangan terdiri dari 4 taraf perlakuan konsentrasi larutan POC yaitu kontrol, 1 : 10, 2 : 20, dan 3 : 30 dan frekuensi penyemprotan dengan 4 taraf yaitu kontrol, 1x, 2x, dan 3x. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pupuk organik cair terhadap hasil tanaman cabai merah dengan hasil terbaik adalah menggunakan konsentrasi 1 : 10 dan pada frekuensi 3x penyemprotan pupuk organik cair.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kandungan pupuk bokhasi dari kotoran walet

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan terbaik pupuk bokhasi kotoran walet. Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor, pada bulan Maret - Juni 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode analisis unsur hara pada pupuk bokhasi dari kotoran wallet yang terdiri dari 3 perlakuan . di mana di dalam pelaksanaannya terdapat perlakuan pertama yaitu 25 kg kotoran walet, perlakuan kedua 35 kg kotoran walet dan perlakuan ketiga 45 kg kotoran walet. Parameter yang diamati yaitu kandungan pupuk Bokhasi kotoran walet meliputi pH, rasio C/N, C-organik, N, P, dan K. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan P3 yaitu terdiri dari 45 kg kotoran walet yang menghasilkan kandungan pupuk bokhasi kotoran walet terbaik.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam terhadap pertumbuhan dan hasil 2 varietas tanaman kedelai (Gycine Max (L), Merril)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Raden Roro Pretty Nur Janah. NPM 201431079. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L). Merril). Di bawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil 2 varietas tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) dan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara pemberian dosis pupuk kandang ayam dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L). Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Selimau 1 Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dimulai dari bulan Agustus 2018 sampai November 2018 terhitung mulai persiapan lahan sampai panen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK Faktorial), yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (V) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu Varietas Lokal (V1) dan Varietas Edamame (V2). Faktor kedua adalah Dosis pupuk Kandang Ayam (A) yang terdiri 4 taraf yaitutanpa pupuk kandang ayam (A0), 15 ton/ha-1 (A1), 20 ton/ha-1 (A2), 25 ton/ha-1 (A3). Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman, Jumlah Polong Per Tanaman, Jumlah Biji Per Polong, Berat 100 biji, Hasil Biji Kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan yaitu : parameter tinggi tanaman 15 HST, 30 HST, 45 HST, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan hasil biji kering (2) Perlakuan Pupuk Kandang Ayam tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam (HST) dan 30 hari setelah tanam (HST), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap ratarata tinggi tanaman 45 HST, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan hasil biji kering. (3) Interaksi antara perlakuan Varietas dan Pupuk Kandang Ayam tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati, kecuali terhadap rata-rata hasil biji kering yang memberikan pengaruh sangat nyata. Hasil biji kering tertinggi diperoleh pada perlakuan varietas Edamme dan pupuk kandang dosis 20 ton/ha-1 dengan hasil rata-rata 1,777 ton/ha-1.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail