Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: varietas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Lama Perendaman Dengan Pupuk Hormon Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman benih menggunakan pupuk hormon terhadap varietas mentimun. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor 1: Varietas (L) terdiri dari L₁ = Mentimun Lokal, L₂ = Mentimun Jepang. Faktor 2: Perlakuan Pupuk Hormon terdiri dari J₀ = tanpa perlakuan (kontrol), J₁ = perendaman 5 menit, J₂ = perendaman 10 menit, J₃ = perendaman 15 menit, sehingga diperoleh 8 Interaksi Perlakuan. Parameter yang diamati antara lain panjang sulur (cm), jumlah daun (helai), lebar daun (cm), umur berbunga (hst), umur panen (hst), panjang buah (cm), diameter buah (cm), bobot buah (cm), jumlah buah per tanaman. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan pupuk hormon berpengaruh nyata terhadap panjang sulur 7 hst, 14 hst, panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman. Interaksi antara lama perendaman menggunakan pupuk hormon dan varietas mentimun tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter tanaman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi beberapa jenis pupuk kandang dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil Mentimun (cucumis sativus L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YAGIN. Fakultas Pertanian Universitas Kaltara, 2023. Aplikasi Beberapa Jenis Pupuk Kandang dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.). Dibawah bimbingan Bapak Sabarauddin, SP, MM. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 (empat) faktor dan 3 (tiga) ulangan. Faktor I. Pupuk Kandang (P) terdiri dari empat perlakuan yaitu : P0 = tanpa pupuk, PA = Pupuk Kandang Ayam, PK = Pupuk Kandang Kambing, PS = Pupuk Kandang Sapi. Faktor II Varietas (V) terdiri dari dua perlakuan yaitu : V1 = Mercey F1, V2 = Monza F1, sehingga diperoleh 8 Interaksi perlakuan. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang buah (cm), diameter buah (mm),berat buah (g). dari hasil penelitian diperoleh bahwa pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 1-4 MST, jumlah daun 1-4 MST, panjang buah, diameter buah, berta buah. Varietas berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 2-4 MST. Jumlah daun 3-4 MST, panjang buah, diameter buah, berat buah. Sedangkan interaksi berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 3-4 MST, jumlah daun 3-4 MST, panjang buah, diameter buah, berat buah. Kata kunci : mentimun, pupuk kandang, varietas, pertumbuhan, hasil.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PEMBERIAN POC TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NUR HIDAYA. 201731016. Program Sarjana. Universitas Kaltara. Tanjung Selor Hulu.tudi PENGARUH PEMBERIAN POC TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L). Di Bimbing oleh Tati Hariati SP., MP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC terhadap produksi tanaman mentimun (cucumis sativus L.) dengan sistem melalui penyemprotan pada bunga terhadap dua varietas mentimun. Penelitian ini dilakukan di Tanjung selor, kecamatan ranjung selor hulu, Kabupaten bulungan, provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini dimulai dari Bulan Oktober 2022 hingga bulan Januari 2023. Rancangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial, dimana dalam perlakuannya terdapat dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah menggunakan dua Varietas mentimun dengan empat taraf yaitu P0 T tanpa penyemprotan), p1 ( penyemprotan satu kali), p2 (penyemprotan dua kali) dan p3 ( penyemprotan tiga kali). (Monas) V1 dan Ronaldo(V2). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah umur panen, panjngan buah, diameter buah, ketebalan daging buah dan berat buah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap produksi tanaman mentimun yaitu berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi akibat pemberian POC. Kata Kunci : Mentimun, POC, Varietas

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH ZPT HORMONIK TERHADAP PRODUKSI TIGA VARIETAS CABAI BESAR (Capsicum annum L.)

2019•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh hormonik terhadap proses partenokarpi pada tiga varietas tanaman cabai besar dan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh hormonik yang optimum terhadap proses partenokarpi pada tiga varietas cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan di Tanjung Selor, pada bulan Januari hingga Mei 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan sembilan ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan hormonik yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, faktor kedua adalah varietas Arimbi, Darmais dan Pilar. Dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan hormonik terhadap varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, panjang buah persampel dan jumlah biji buah persampel panen, uji lanjut BNT 5% maka berat buah pertanaman dan jumlah buah pertanaman panen pertama tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata terhadap panjang buah persampel dan jumlah biji buah persampel panen pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Mulsa Plastik dan Mulsa Alang-alang terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman Tomat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siti Aisyah, Program Sarjana Univeristas Kaltara Tanjung Selor. Pengaruh Pemberian Mulsa Plastik Dan Mulsa Alang-Alang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum Mill) Tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill) merupakan salah satu komoditas sayuran penting karena kandungan gizinya yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Permintaan tomat cenderung meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya rata-rata konsumsi tomat di beberapa negara dan meningkatnya jumlah penduduk. Tomat hibrida tymoti F1 dapat tahan dan beradaptasi di daerah yang sentra serangan virus.,Buah mempunyai ukuran 65 – 75 gram / buah dengan potensi tanaman 70 ton / ha. Tomat tymoti F1 dapat di panen saat tanaman berumur 60 HST. Tomat hibrida ( F1 ) Tymoti di rekomendasikan untuk dataran rendah sampai menengah. Tanaman tahan terhadap gemini virus dan cuaca panas dan tanaman toleran terhadap serangan layu jamur dan bakteri. Bibit tersedia dalam kemasan 1.750 butir / sachet dan dalam 1 ha membutuhkan sekitar 15 sachet. Varietas servo F1 tahan virus yang merupakan produksi dari East West Seed Indonesia. Tomat hibrida servo ini termasuk tomat varietas baru. Tomat hibrida servo lebih cocok di dataran rendah sampai menengah. Tomat hibrida servo terbukti tahan virus bila dibandingkan dengan tomat tymoti. Buah tomat tahan virus F1 servo berukuran 80 – 90 gram / buah. Hasil buah tomat servo pertanaman mencapai 4 kg / batang pada lingkungan yang endemik serangan virus. Bentuk buah bulat dengan warna hijau agak tua pada saat muda dan akan merah merata pada saat tanaman tua. Jumlah buah perdompol 6 – 7 buah dengan jumlah dompol pertanaman 12 - 14 dompol. Dan daun tomat servo cukup tahan terhadap serangan bercak daun di lokasi tanam dataran rendah. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemakaian mulsa plastik dan mulsa alang-alang terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman tomat. Penelitian dilakukan di kota Tanjung Selor pada bulan September sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun faktor-faktor sebagai berikut: Faktor 1: adalah Mulsa plastik (M1) dan mulsa alang-alang (M2) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu :M0 = Tanpa Mulsa (Kontrol), M1 = Mulsa Plastik dan M2 = Mulsa Alang-alang Faktor II: adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : V1 = Tymoti F1 dan V2 = Servo F1 Dari analisa sidik ragam menunjukan bahwa Perlakuan mulsa plastik berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Hal ini karena mulsa plastik menbantu mempertahankanunsur hara yang cukup untuk pertumbuhanan perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara pupuk kandang kambing pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh taanaman Perlakuan pemberian mulsa berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun. Hal ini diduga karena fase pertumbuhan jumlah daun, unsur hara yang tersedia dengan pemberian mulsa plastik dapat terjaga tersedia bagi tanaman. Sehinga unsur-unsur yang ada seperti Nitrogen, Phospor dan Kalium dapat diserap oleh tanaman.Ketiga unsur makro tersebut berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman Perlakuan pemberian mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Hal ini karena mulsa alang-alang adalah mulsa organik yang mampu menambhah unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan an perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara pupuk kandang sapi pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh tanaman dan Perlakuan pemberian mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun. Hal ini diduga karena fase pertumbuhan jumlah daun, unsur hara yang tersedia pada mulsa alang-alang telah cukup tersedia bagi tanaman. Sehinga unsur-unsur yang ada seperti Nitrogen, Phospor dan Kalium dapat diserap oleh tanaman Interkasi Perlakuan mulsa plastik dan mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Hal ini karena plastik dan mulsa alang-alang saling mendukung dan melindungi unsur hara yang cukup untuk pertumbuhanan perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara mulsa alang-alang pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh taanaman.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi ekstrak daun papaya (Carica Papaya L.) terhadap tingkat serangan hama penyakit, pertumbuhan dan hasil 3 varietas tanaman terung (Solanum Melongenal L.)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Amelia Achmadi, 2018 “ Aplikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L,) Terhadap Tingkat Serangan Hama Penyakit, Pertumbuhan Dan Hasil 3 Varietas Tanaman Terung (Solanum Melongenal) dibawah bimbingan Bapak Sabarudin, SP., MM. Selaku dosen pembimbing I . Terong (Solanum Melongena L) merupakan tanaman asli daerah tropis yang cukup dikenal di Indonesia. Pasar dalam negeri adalah pasar potensial bagi pemasaran buah dan sayuran. Komoditas sayuran dan buah memang diarahkan untuk menggairahkan pasar dalam negeri, tetapi pasar tentu saja memerlukan persediaan barang yang diperlukan, baik secara kuantitas atau kualtaster. Untuk itu diperlukan sebuah pola pembudidayaan yang baik dan benar agar persediaan barang tersebut memenuhi cakrawala harapan banyak pihak terkait. Baik petani, tengkulak, pedagang, grosir hingga konsumen pada umumnya. Peningkatkan produksi tanaman biasa dilakukan dengan salah satu cara pemberian pestisida yang bertujuan agar tanaman tidak dirusak oleh hama dan penyakit. Pestisida dan nabati selain ramah lingkungan, pestisida dan nabati ini merupakan pestisida yang relatif aman dalam penggunaannya dan ekonomis. Tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida dan nabati adalah daun papaya tua yang masih berwarna hijau. Daun papaya banyak mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan berbagai macam lainnya seperti enzim papain. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan satu perlakuan dengan sembilan ulangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun papaya berpengaruh terhadap serangan hama penyakit dan pertumbuhan pada tanaman teron.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan eksrak daun pepaya tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, daun yang terserang hama sangat berpengaruh nyata pada umur 25 HST, 29 HST, 33 HST dan tingkat serangan hama sangat berpengaruh nyata pada umur 25 HST, 35 HST, 45 HST, sedangkan berat buat tidak berpengaruh nyata.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam terhadap pertumbuhan dan hasil 2 varietas tanaman kedelai (Gycine Max (L), Merril)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Raden Roro Pretty Nur Janah. NPM 201431079. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L). Merril). Di bawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil 2 varietas tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) dan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara pemberian dosis pupuk kandang ayam dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L). Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Selimau 1 Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dimulai dari bulan Agustus 2018 sampai November 2018 terhitung mulai persiapan lahan sampai panen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK Faktorial), yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (V) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu Varietas Lokal (V1) dan Varietas Edamame (V2). Faktor kedua adalah Dosis pupuk Kandang Ayam (A) yang terdiri 4 taraf yaitutanpa pupuk kandang ayam (A0), 15 ton/ha-1 (A1), 20 ton/ha-1 (A2), 25 ton/ha-1 (A3). Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman, Jumlah Polong Per Tanaman, Jumlah Biji Per Polong, Berat 100 biji, Hasil Biji Kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan yaitu : parameter tinggi tanaman 15 HST, 30 HST, 45 HST, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan hasil biji kering (2) Perlakuan Pupuk Kandang Ayam tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam (HST) dan 30 hari setelah tanam (HST), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap ratarata tinggi tanaman 45 HST, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan hasil biji kering. (3) Interaksi antara perlakuan Varietas dan Pupuk Kandang Ayam tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati, kecuali terhadap rata-rata hasil biji kering yang memberikan pengaruh sangat nyata. Hasil biji kering tertinggi diperoleh pada perlakuan varietas Edamme dan pupuk kandang dosis 20 ton/ha-1 dengan hasil rata-rata 1,777 ton/ha-1.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi Pupuk Bokasi Eceng Gondok terhadap pertumbuhan dan hasil 3 Varietas tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum mill)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mustani.201231055.Aplikasi Pupuk Bokasi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum mill). Varietas Permata F1, Varietas Tymoti F1, dan Varietas Servo F1. Penelitian ini dilakukan di Baratan Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dari bulan Januari Sampai bulan Maret 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua Faktor Perlakuan yaitu Pupuk Bokasi Eceng Gondok dengan Tiga jenis Varietas Tomat. Parameter yang diamati Tinggi Tanaman, Jumlah Daun,Jumlah Buah dan Berat Buah. Penelitian menunjukan Pengaruh nyata pada perlakuan Pupuk parameter pengamatan tinggi tanaman umur 14 hst dan 21 hst, sedangkan pada tinggi tanaman umur 7 hst tidak terdapat pengaruh nyata. Pada Perlakuan Varietas parameter tinggi tanaman berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Pada Perlakuan Pupuk parameter pengamatan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst dan pada perlakuan varietas parameter pengamatan jumlah daun berpengaruh nyata pada umur 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Pada Perlakuan Pupuk parameter pengamatan jumlah buah berpengaruh nyata pada panen Kedua dan Ketiga, tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama, sedangkan pada perlakuan varietas parameter pengamatan tidak terdapat pengaruh nyata sama sekali pada panen pertama, panen kedua dan panen ketiga. Pada perlakuan pupuk parameter pengamatan berat buah berpengaruh nyata pada panen ketiga,tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama dan panen kedua. Sedangkan pada perlakuaan varietas parameter pengamatan berpengaruh nyata pada panen ketiga, tetapi tidak terdapat pengaruh nyata pada panen pertama dan kedua. Sedangkan pada perlakuan interaksi tidak menunjukan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan yang diamati.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Usaha Tani Padi Ladang (Varietas E'ho, Libang dan Usunuan) di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Siti Rosmina. 2013 31 004. Analisis Usaha Tani Padi Ladang Berpindah Di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Kegiatan ladang berpindah sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat pedesaan yang ada di daerah Kalimantan khususnya suku Dayak seperti yang ada di Desa Pejalin Kecematan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Masyarakat di Desa Pejalin sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dengan sistem ladang berpindah. Sistem ladang berpindah yang mereeka lakukan yaitu hanya tebas, tebang, bakar dan tanam. Usaha tani yang dilakukan petani di Desa Pejalin adalah tanaman padi dengan berbagai varietas seperti padi E’ho, Libang dan Usunuan. Pada usaha tani padi sebagian petani khususnya di Desa Pejalin seringkali menggunakan faktor produksi yang berlebihan dengan harapan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tetapi justru dengan mengunakan faktor produksi yang berlebihan akan menghasilkan biaya produksi yang akhirnya akan mengurangi pendapatan usha tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha tani padi ladang ladang varietas E’ho, Libang dan Usunuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penentuan sampel menggunakan Sampling Jenuh (Sensus) yaitu sebanyak 35 responden. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan secara sengaja(purposive), yaitu Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, karena di daerah tersebut rata-rata petani membudidayakan padi ladang. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya tertinggi terdapat pada varietas padi Libang dengan biaya sebesar Rp. 3.060.724 kemudian varietas padi E’ho dengan biaya sebesar Rp. 2.900.687 dan varietas padi Usunuan dengan biaya sebesar Rp. 2.335.816. Sedangkan pendapatan tertinggi terdapat pada varietas padi E’ho sebesar Rp. 6.348.785 kemudian varietas padi Libang Rp. 5.203.175 dan varietas padi Usunuan sebesar Rp. 4.514.530 dalam satu musim tanam. Perhitungan R/C ratio sebesar 3 menunjukan bahwa usaha tani padi yang dilakukan petani layak diusahakan dan menguntungkan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail