Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: K3
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISA FAKTOR UTAMA KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DPRD PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gedung DPRD merupakan wadah wakil – wakil rakyat untuk dapat menyalurkan aspirasinya sehingga diharapkan adanya ketersediaan bangunan untuk dapat melaksanakan tugas wakil – wakil rakyat tersebut. Pembangunan yang dilakukan pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Dengan begitu pembangunanan dilaksanakan secara terus menerus sebagai suatu proses agar mampu tercapai keadaan masyarakat yang semakin baik.. Kegiatan pelaksanaan konstruksi memiliki masa pelaksanaan dalam pekerjaan seperti single years (tahun tunggal) dan multiyear (tahun jamak). Pada penelitian ini peneliti melakukan Analisa pada beberapa faktor yang menjadi faktor keberhasilan pelaksanaan proyek di Pembangunan kantor DPRD Kalimantan Utara. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemajuan pelaksaan pekerjaan di Pembangunan khususnya di kantor DPRD Kalimantan Utara karena jika kita mengetahui factor apa saja yang mempengaruhi, maka kita dapat melaksanakan proyek terbut dengan lancar dan minim kendala. Beberapa kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan keterlaksanaan proyek adalah waktu, biaya, K3, dan beberapa faktor lainnya yang tidak diketahui. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara beserta kuisioner yang kemudian data tersebut di lakukan uji regresi linier berganda. Dari hasil analis data didapatkan bahwa faktor bahan menjadi yang paling berpengaruh dengan prsentase sebesar 23,3% dan memeliki presentase pengaruh paling banyak dibandikan faktor lain. Adapun besar pengaruh faktor lain seperti faktor tenaga kerja 22,7%, mutu 22,5%, K3L 22% dan 15,8% dari faktor lainnya.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK BANGUNAN AIR MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) (Studi Kasus Pekerjaan Perkuatan Sungai Jelarai Di Desa Tengkapak Tanjung Selor)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bidang jasa konstruksi merupakan salah satu dari sekian banyak bidang usaha yang tergolong sangat rentan terhadap kecelakaan. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja dalam suatu proyek konstruksi antara lain, faktor perilaku pekerja konstruksi yang cenderung kurang mengindahkan ketentuan standar keselamatan kerja, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi risiko, menentukan besar tingkat risiko, dan memberikan pengendalian risiko kecelakaan kerja akibat pekerjaan perkuatan Sungai Jelarai di Desa Tengkapak Tanjung Selor. Salah satu cara untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja tersebut adalah metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), Cara kerja metode ini mengidentifikasi potensi bahaya kerja dengan mendefinisikan karakteristik bahaya yang mungkin terjadi dan mengevaluasi risiko yang terjadi melalui penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yaitu didapatkan Berdasarkan hasil observasi di lapangan mendapatkan 4 jenis pekerjaan yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja, Pekerjaan deck slab mempunyai risiko 8 sumber potensi risiko, Pekerjaan tetrapod mempunyai 6 sumber potensi risiko, Pekerjaan krib mempunyai 6 sumber potensi risiko dan Pekerjaan akmond blok mempunyai 3 sumber potensi risiko , didapatkan aktivitas dengan tingkat risiko (Low) rendah sebanyak 8 sumber 34,78%. Kemudian terdapat 9 sumber 39,14% yang termasuk pada tingkat risiko menengah (Moderate) dan 1 sumber 4,35% risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (High) yang terdapat pada semua area aktivitas. Sedangkan pada kategori tingkat risiko ekstrim (Extreme) terdapat 5 sumber 21,74%. rekomendasi perbaikan usulan yang dapat dilakukan antara lain dengan memperketat pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerja, memberlakukan SOP pada setiap kegiatan, memberikan safety sign pada area tertentu yang memungkinkan menimbulkan potensi bahaya, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan memberlakukan aturan- aturan sesuai dengan perundang undangan yang ditetapkan oleh peraturan Republik Indonesia.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail