Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: kulit singkong
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Potensi limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan pembuatan bioetanol

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Potensi limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan pembuatan bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan bakar alternatif. Hasil pennelitian ini menunjukkan kadar etanol tertinggi 0,8 % namun tidak memenuhi standar mutu bioetanol. Densitas dan Specific Gravity juga tidak memenuhi syarat. Analisis API Gravity menunjukkan nilai negatif. Kendala utama pada penelitian ini terletak pada alat destilasi konvensional yang digunakan tidak memenuhi standar laboratorium sehingga hasil bioetanol tidak optimal.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI ENZIM Glucoamilase PADA PROSES SAKARIFIKASI TERHADAP PRODUKSI GULA CAIR LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MUHAMAD MUSTAKIM. 201931017. OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI ENZIM Glucoamilase PADA PROSES SAKARIFIKASI TERHADAP PRODUKSI GULA CAIR LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta) Gula cair kulit singkong merupakan salah satu jenis gula alternatif pengganti gula pasir yang diolah dari kulit singkong (manihot esculenta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi suhu dan konsentrasi penambahan enzim glucoamilase yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan gula cair kulit singkong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga bulan Desember 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dua faktor yaitu optimasi suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase yang terdiri dari 16 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu T1E1 (45°C:1ml), T1E2 (45°C:1,5ml), T1E3 (45°C:2ml), T1E4 (45°C:2,5ml), T2E1 (50°C:1ml), T2E2 (50°C:1,5ml), T2E3 (50°C:2ml), T2E4 (50°C:2,5ml), T3E1 (55°C:1ml), T3E2 (55°C:1,5ml), T3E3 (55°C:2ml), T3E4 (55°C:2,5ml), T4E1 (60°C:1ml), T4E2 (60°C:1,5ml), T4E3 (60°C:2ml), dan T4E4 (60°C:2,5ml) Hasil penelitian diperoleh bahwa kombinasi perlakuan suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase yang optimal (terbaik) pada proses pembuatan gula cair kulit singkong adalah perlakuan T4E4 (60°C:2,5ml). Serta kombinasi perlakuan suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase pada proses pembuatan gula cair kulit singkong tidak berpengaruh terhadap rasa gula cair kulit singkong. Sementara pada warna, tingkat kemanisan dan kadar air berpengaruh terhadap gula cair kulit singkong. Kata Kunci : Kulit Singkong, gula cair, Suhu Sakarifikasi, Enzim Glucoamilase, Organoleptik,

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Sifat Energi Listrik Pada Campuran Kulit Nanas Dan Kulit Singkong Dengan Variasi Waktu Fermentasi Sebagai Energi Alternatif Terbarukan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silawati Alawiyah. Analisis Sifat Energi Listrik Pada Campuran Kulit Nanas Dan Kulit Singkong Dengan Variasi Waktu Fermentasi Sebagai Energi Alternatif Terbarukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana campuran kulit nanas dan kulit singkong dapat menjadi energi alternatif terbarukan dalam menyalakan LED 3,2 volt, mengetahui besar tegangan, arus, energi listrik dan pH yang dihasilkan dan mengetahui hubungan tegangan, arus, energi listrik dan pH pada campuran kulit nanas dan kulit singkong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Variasi lama waktu fermentasi yang dilakukan yaitu 48, 96, 144, 192 dan 240 jam dengan komposisi bahan 50% : 50%, 20% : 80% dan 80% : 20%. Berdasarkan hasil pengujian yang telah di lakukan, di dapatkan campuran bubur kulit nanas dan pasta kulit singkong dengan komposisi campuran terbaik 50% : 50% memiliki nilai tegangan listrik sebesar 3,78 Volt, arus listrik sebesar 3,58 A dengan waktu fermentasi 192 jam dan menghasil daya listrik sebesar 12,172 Watt yang mampu menghidupkan lampu LED 3,2 Volt dengan terang. variasi komposisi yang digunakan memiliki nilai sig. (2-tailed) dimana X1 X2 X3 X4 0,05 sehingga dapat dinyatakan H_1 diterima yang artinya terdapat korelasi atau hubungan antara tegangan, arus, daya listrik, dan pH (X) terhadap waktu fermentasi (Y).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail