ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Potensi limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan pembuatan bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari limbah kulit singkong dan limbah kulit mangga sebagai bahan bakar alternatif. Hasil pennelitian ini menunjukkan kadar etanol tertinggi 0,8 % namun tidak memenuhi standar mutu bioetanol. Densitas dan Specific Gravity juga tidak memenuhi syarat. Analisis API Gravity menunjukkan nilai negatif. Kendala utama pada penelitian ini terletak pada alat destilasi konvensional yang digunakan tidak memenuhi standar laboratorium sehingga hasil bioetanol tidak optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terdapat dua kelompok dalam energi terbarukan, yaitu energi terbarukan dan energi tidak terbarukan. Energi terbarukan ini meliputi energi matahari, energi air, energi angin ,energi panas bumi ,dan energi biomassa sedangkan energi yang tidak terbarukan meliputi energi yang berasal dari fosil atau energi dari mineral alam. Menipisnya persediaan energi fosil mendorong penelitian mengembangkan sumber energi alternatif dari sumber daya alam yang bisa diperbarui salah satunya yaitu biomassa. Biomassa yang ingin diteliti oleh peneliti disini berupa bioetanol. Bioetanol adalah cairan biokimia pada proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme dilanjutkan dengan proses destilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol campuran kulit nanas dan buah pisang hutan. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian Ekperimen dengan metode penelitian kuantitatif yang akan menganalisis uji karakteristik bioetanol terhadap campuran kulit nanas dan buah pisang hutan. Adapun hasil penelitan yang diperoleh dari ekperimen ini dengan mengelompokkan menjadi 3 jenis variasi yaitu variasi A (80% Kulit Nanas dan 20% Buah Pisang Hutan), Variasi B (50% Kulit Nanas dan 50% Buah Pisang Hutan), dan Variasi C (20% Kulit Nanas dan 80% Buah Pisang Hutan). Pada penelitian ini menunjukan hasil bahwa Variasi A merupakan hasil kadar bioetanol terbaik yang menghasilkan 210 J, Kadar Alkohol 60%, densitas 0,71 gr/ml, dan Nilai kadari air terendah sebesar 85,7%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan bioetanol terhadap variasi buah pisang, untuk mengetahui cara pembuatan alat destilasi sederhana dan proses penyulingannya, untuk mengetahui kadar bioetanol dan untuk mengetahui karakteristik bioetanol yang dihasilkan, meliputi analisis densitas, specific gravity dan API gravity, nilai kalor dan kadar air. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan bahan baku pisang hutan, pisang gembung, pisang susu, yang dihaluskan dan difermentasi, cairan hasil fermentasi disuling menggunakan alat destilasi yang sudah dirangkai. Selanjutnya hasil penyulingan diukur kadar etanolnya menggunakan alkohol meter, setelah itu bioetanol diuji karakteristiknya yang meliputi, analisis densitas, specific gravity dan API gravity, nilai kalor dan kadar air. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa buah pisang hutan, pisang gembung, dan pisang susu belum dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembuatan bioetanol karena belum memenuhi syarat mutu bioetanol. Buah pisang dengan kadar etanol tertinggi yaitu pisang hutan pada perlakuan 2 sebesar 24%, dengan densitas 0,916 gr/ml, specific gravity 0,918 dan API gravity 22,639, nilai kalor sebesar 411,933 kkal/kg, dan kadar air 82,1%. Semakin besar nilai kalor suatu bahan maka semakin mudah terbakar.