ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara maritim yang terletak pada 60 LU – 110 LS serta 950BT – 1410BT dengan pola geomorfologi beragam. Geomorfologi pada daerah Indonesia memiliki keberagamana dari dataran rendah hingga tinggi. Hal ini disebabkan karena kondisi Indonesia yang terletak pada 2 lempeng samudera dan 1 lempeng benua yaitu lempeng indo-australia, lempeng pasifik dan lempeng eurasia. Banjir yang terjadi disebsabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan masalah drainase dan penumpukan sampah serta penumpukan sampah juga turut menyebabkan meluapnya air sehingga menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di wilayah landscape Kayan. Dalam tulisan ini banjir yang tersebar di wilayah Landscape Kayan di analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode skoring dan pembobotan. Selanjutnya dilaksanakan tahap anaalisis tingkat kerawanan banjir di wilayah Landscape Kayan dan kecamatan yang ada di wilayah Landscape Kayan hasilnya adalah sebaran tingkat kerawanan banjir di wilayah landscape Kayan dan Kecamatan yang dibuat berdasarkan peta-peta faktor penentu banjir dan luas sebaran banjir dari lima kelas kerawanan banjir, yaitu: kelas sangat aman, kelas aman, kelas sedang, kelas rawan, dan kelas sangat rawan. Kata Kunci : Banjir, skor, bobot, sebaran banjir wilayah landscape Kayan, sebaran banjir Kecamatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Banjir merupakan suatu peristiwa bencana alam yang menyebabkan daerah dataran menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendah hingga cekung serta penggunaan lahan yang berlebihan. Hampir setiap tahun tepatnya pada musim penghujan terjadi banjir di wilayah Kabupaten Bulungan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan masalah drainase serta penumpukan sampah juga turut menyebabkan meluapnya air sehingga menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bulungan. Dalam tulisan ini banjir yang tersebar di Kabupaten Bulungan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode perhitungan skoring dan pembobotan. Selanjutnya dilaksanakan tahap analisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan hasilnya adalah sebaran tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang dibuat berdasarkan peta – peta faktor penentu banjir dan luas sebaran banjir dari lima kelas kerawanan banjir yaitu : kelas sangat aman, kelas aman, kelas sedang, kelas rawan, dan kelas sangat rawan. Kata kunci : Banjir, Skor dan Bobot, Sebaran banjir Kabupaten Bulungan, Sebaran banjir Kecamatan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Banjir merupakan suatu peristiwa bencana alam yang menyebabkan daerah dataran menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendah hingga cekung serta penggunaan lahan yang berlebihan. Hampir setiap tahun tepatnya pada musim penghujan terjadi banjir di wilayah Kabupaten Bulungan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan masalah drainase serta penumpukan sampah juga turut menyebabkan meluapnya air sehingga menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bulungan. Dalam tulisan ini banjir yang tersebar di Kabupaten Bulungan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode perhitungan skoring dan pembobotan. Selanjutnya dilaksanakan tahap analisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan hasilnya adalah sebaran tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan yang dibuat berdasarkan peta – peta faktor penentu banjir dan luas sebaran banjir dari lima kelas kerawanan banjir yaitu : kelas sangat aman, kelas aman, kelas sedang, kelas rawan, dan kelas sangat rawan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Situasi pada masa pandemi COVID-19, segala aspek kehidupan cenderung mengarah pada situasi normal baru. Himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan pekerjaan dari rumah (working for home) dan menjaga jarak secara fisik (social/physical distancing) serta beberapa kebijakan pemerintah daerah yang mengimplementasikan karantina wilayah secara parsial dan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kegiatan dikeramaian, telah membuat perubahan situasi yang baru di hampir semua aspek kehidupan, termasuk perubahan pola rantai pasok pangan mulai dari hulu hingga hilir sehingga menimbulkan permasalahan konsumsi pangan masyarakat terkait keseimbangan jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi dan kualitas komsumsi pangan rumah tangga di Kelurahan Tanjung Selor Hilir.