ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, pada bulan Juni 2024 hingga selesai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara dalam meningkatkan infrastruktur sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permasalahan berawal dari keterbatasan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana pendukung lainnya yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan fasilitas penunjang, pengadaan mengajar belajar dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, optimalisasi Dana BOS untuk pemeliharaan, serta monitoring dan pendampingan teknis. Kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar, ketersediaan sarana praktik, dan motivasi siswa. Namun, pelaksanaan masih terkendala keterbatasan anggaran, hambatan geografis, keterlambatan pencairan dana, dan rendahnya kapasitas teknis pengelola sekolah. Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Kesimpulannya, kebijakan Dinas Pendidikan telah mengarah pada peningkatan infrastruktur SMA Negeri 1 Tanjung Palas, namun memerlukan perencanaan berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan strategi pembiayaan berkelanjutan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Padi (Oriza sativa L). merupakan tanaman semusim yang ditaman hanya satu kali dalam satu tahun, terutama padi yang berasal dari wilayah atau daerah tersebut yang biasa disebut dengan padi lokal. Padi lokal yang ada diwilayah Kabupaten Malinau memiliki penamaan kultivar padi yang berbeda berdasarkan suku masyarakat lokal maupun berasal dari orang yang membawa bibit tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kultivar padi lokal sawah yang ada di desa Long Tebulo dan untuk mengetahui karakteristik padi lokal sawah di desa Long Tebulo. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan November 2020 hingga bulan Febuari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, eksplorasi dan karakterisasi. Jumlah gabah yang diambil pertanaman dalam satu kultivar terdapat 3 sampel malai, dari hasil penelitian terdapat 10 jenis kultivar padi lokal di desa Long Tebulo, yang tergolong dalam jenis padi ketan terdapat 6 kultivar meliputi padi Adan Saleng, Adan Bala, Adan Pute`, Uro, Pulut Embeng, Pulut Bu’ung, untuk jenis padi biasa ada 4 kultivar yaitu Bere, Bawang, dan Gula/roti. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukan Tinggi tanaman berkisar antara 118 – 155 cm, Panjang malai berkisar antara 25–32 mm, jumlah bulir per malai berkisar antara 165 – 367, Gabah bernas per malai yang paling banyak pada kultivar padi adan saleng sebanyak 300 bulir dan yang paling sedikit padi bawang sebanyak 134 bulir, Kultivar padi yang memiliki gabah hampa paling banyak adalah padi talun 29,6%, sedangkan yang paling sedikit yaitu padi uro` 8,4%, berdasarkan umur padi lokal memiliki keragaman mulai dari 5,9 hingga 6,15 hari, panjang bulir berkisar antara 6 - 10 mm, berat bulir padi 6,3g - 9g, bentuk bulir yaitu ramping dan membulat, warna beras memiliki warna bening, hitam, dan putih.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Zakaria, Politik Pencitraan Oleh Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Dprd) Kabupaten Bulungan Dengan Menggunakan Media Sosial Facebook Tahun 2019. Pencitraan politik sangat penting dan menentukan dalam demokratisasi. Dengan adanya persaingan kepentingan komunikator politik untuk memengaruhi, memperoleh, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan. Kajian fenomena komunikasi politik yang menarik untuk dibahas, yaitu: Fenomena komunikasi politik dalam sistem politik demokratis dengan adanya hubungan, kontrol, dan keseimbangan kekuasaan antara elit politik dengan rakyat. Fenomena komunikasi politik dalam strategi kampanye dengan memberikan visi, misi, dan program kampanye yang sesuai dengan aspirasi, identifikasi masalah serta potensi dari rakyat sendiri berdasarkan hasil riset kampanye. Dinamika fenomena komunikasi politik menjadi semakin berkembang dengan dukungan dan kekuatan media massa dalam mewujudkan demokratisasi. Selain dari pada itu jugaperkembangan teknologi komunikasi semakin pesat. Terutama dengan munculnya media sosial yang memfasilitasi masyarakat dalam mengakses informasi dan jejaring sosial. Jejaring sosial inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para kandidat politik untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat yang sudah melek media dan sering bersikap kritis terhadap sebuah permasalahan. Pada praktiknya hal tersebut tidak akan mudah karena muncul isu ataupun wacana baru yang lebih dikenal dengan seduksi politik yakni kecenderungan politik di dunia virtual.