IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PADI SAWAH LOKAL (Oryza Sativa L.) DI DESA LONG TEBULO KECAMATAN BAHAU HULU KABUPATEN MALINAU
Padi (Oriza sativa L). merupakan tanaman semusim yang ditaman hanya satu kali dalam satu tahun, terutama padi yang berasal dari wilayah atau daerah tersebut yang biasa disebut dengan padi lokal. Padi lokal yang ada diwilayah Kabupaten Malinau memiliki penamaan kultivar padi yang berbeda berdasarkan suku masyarakat lokal maupun berasal dari orang yang membawa bibit tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kultivar padi lokal sawah yang ada di desa Long Tebulo dan untuk mengetahui karakteristik padi lokal sawah di desa Long Tebulo. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan November 2020 hingga bulan Febuari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, eksplorasi dan karakterisasi. Jumlah gabah yang diambil pertanaman dalam satu kultivar terdapat 3 sampel malai, dari hasil penelitian terdapat 10 jenis kultivar padi lokal di desa Long Tebulo, yang tergolong dalam jenis padi ketan terdapat 6 kultivar meliputi padi Adan Saleng, Adan Bala, Adan Pute`, Uro, Pulut Embeng, Pulut Bu’ung, untuk jenis padi biasa ada 4 kultivar yaitu Bere, Bawang, dan Gula/roti. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukan Tinggi tanaman berkisar antara 118 – 155 cm, Panjang malai berkisar antara 25–32 mm, jumlah bulir per malai berkisar antara 165 – 367, Gabah bernas per malai yang paling banyak pada kultivar padi adan saleng sebanyak 300 bulir dan yang paling sedikit padi bawang sebanyak 134 bulir, Kultivar padi yang memiliki gabah hampa paling banyak adalah padi talun 29,6%, sedangkan yang paling sedikit yaitu padi uro` 8,4%, berdasarkan umur padi lokal memiliki keragaman mulai dari 5,9 hingga 6,15 hari, panjang bulir berkisar antara 6 - 10 mm, berat bulir padi 6,3g - 9g, bentuk bulir yaitu ramping dan membulat, warna beras memiliki warna bening, hitam, dan putih.