ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Deryt Limba Toban. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Aplikasi Pupuk Bokasih Dari Limbah Sawit Solid Dan Feses Sapi Pada Tanaman Sawi Dibawah Bimbingan Sabarudin, S.P., M.M. Ditinjau dari aspek agroklimat, Indonesia sangat potensial untuk pembudidayaan sayuran diantaranya sayuran sawi. Sayuran sawi memiliki nilai ekonomis tinggi setelah kubis dan brokoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana pertumbuhan tanaman sawi dengan pemberian pupuk bokasih dari limbah sawit solid dan feses sapi. 2) Apakah ada pengaruh yang signifikan pada tanaman sawi dengan diberikan pupuk bokasih dari limbah sawit solid dan fases sapi. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor, pada bulan Maret hingga bulan 2021. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat ulangan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi dosis pupuk bhokasi dengan dosis berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat kotor dan berat bersih. Kata kunci : Sawi Kumala, Dosis Bhokasi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upi Azmi. 2018. “Pengaruh Ekstrak Alami Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine mal L. Merrill) Varietas Grobogan”. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Tati Hariyati, SP., MP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian ekstrak alami pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine mal L. Merrill). Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kemayoran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan yaitu menggunakan ekstrak alami dari bahan air kelapa, ekstrak biji jagung muda dan tauge dengan konsentrasi dan dosis yang berbeda-beda dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian konsentrasi 10% (10 mL ekstrak alami : 90 mL air), 20% (20 mL ekstrak alami : 80 mL air) dan 30% (30 mL ekstrak alami : 70 mL air) dengan cara diteteskan pada benih kedelai yang telah berkecambah dengan banyaknya dosis yang diberikan yaitu 2 mL, 4 mL dan 6 mL per tanaman. Benih kedelai yang digunakan adalah Varietas Grobogan. Parameter tanaman kedelai yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji. Pengamatan dilakukan pada 7, 14 dan 21 hari setelah tanam. Perlakuan konsentrasi dan dosis ekstrak alami tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 7, 14 dan 21 hari setelah tanam, dan berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji namun berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji. Dari hasil analisis sidik ragam yang diperoleh bahwa pengaruh terbaik terhadap pemberian konsentrasi dan dosis adalah perlakuan T3D3 dengan konsentrasi sebesar 30% dan dosis sebanyak 6 mL. Pada perlakuan T3D3 menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah polong dengan rata-rata pada perlakuan T3 = 73,55 buah dan D3 = 86 buah, jumlah biji dengan rata-rata pada T3 = 158,55 buah dan D3 = 168,67 buah, berat biji dengan rata-rata pada T3 = 85,77 dan D3 = 88 gram, dan bobot biji dengan rata-rata pada T3 = 56,78 dan D3 = 58,67 gram