Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Konsentrasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KONSETRASI GULS DAN ERENDAMA WAKTU PERENDAMAN TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN MANISAN KERING BUAH KUNDUR (Benicasa hisspida)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANASTERSIA PALE. 2017 31 028. Pengaruh Konsentrasi Gula dan Lama Perendaman Terhadap Kadar Air Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Manisan Buah Kundur (Benicasa hispida). Dibawah bimbingan Siti Masithah Fiqtinovri, STP., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsetrasi gula dan lama perendaman terhadap kadar air, sifat fisik dan tingkat kesukaan manisan buah kundur secara organoleptik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 2 ulangan. Faktor pertama adalah lama perendaman terhadap larutan gula yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0 menit (P1), 30 menit (P2) dan 60 menit (P3). Faktor kedua adalah Konsetrasi gula terdiri dari tiga taraf yaitu 30 % (K1), 50% (K2) dan 70% (K3). Hasil uji kadar air pada tiap perlakuan menunjukkan bawah kadar air manisan kering kundur dengan konsentrasi gula dan lama perendaman yang berbeda yang dihasilkan tidak berbeda nyata (P>0,05), adapun hasil uji organoleptik kesukaan menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata dengan nilai (P>0,05), kemudian uji Deskriptif terhadap warna, rasa dan aroma menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P>0.05), sedangkan untuk tekstur didapatkan hasil yang berbeda nyata dengan nilai (P0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah lama perendaman dan konsentrasi gula yang berbeda memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap kadar air dan tingkat kesukaan manisan kering buah kundur, sedangkan terhadap sifat fisik( tekstur) memberikan pengaruh yang berbeda nyata.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENAMBAHAN EM4, JMS, MOL PADA KUALITAS PUPUK BOKHASI BATANG PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang kepok atau Musa acuminata balbisiana colla ialah tanaman monocarpus, sehingga setelah berbuah, pohon tanaman pisang akan mati.. Limbah batang pisang yang berasal dari hasil panen biasanya tidak diolah sehingga menyebabkan tumpukan serta menimbulkan bau busuk yang tidak sedap. Padahal batang pisang memiliki kandungan yang berperan besar dalam pupuk organik dan belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organik dengan perbedaan konsentrasi EM-4, MOL nasi, JMS dengan bahan baku batang pisang. Penelitian ini dilakukan di Antutan, pada bulan maret hingga bulan mai 2023. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tiga item dan dua ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu MOL nasi dari segi nilai unsur yang terdapat di dalam pupuk tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DALAM PEMBUATAN PUPUK DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI EM-4

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stevanus Mane. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dalam Pembuatan Pupuk Dengan Perbedaan Konsentrasi Em-4 Dibawah Bimbingan Sabarudin, S.P., M.M. Tumbuhan eceng gondok atau Eichornia crassipes ialah tanaman air tawar yang diketahui sebagai gulma. Tumbuhan ini banyak ditemui di Indonesia khususnya diperairan tawar yang menyerap nutrien dalam pertumbuhannya. Salah satu sungai yang menjadi tempat tumbuh tanaman eceng gondok yaitu sungai yang berada dikalimantan utara tepatnya di tanjung selor bagian jalan meranti ke tanjung rumbia yaitu sungai kayan. Tumbuhan eceng gondok yang tidak dimanfaatkan maka akan membuat sungai dangkal dan menghambat arus air, oleh karena itu tumbuhan eceng gondok yang dianggap gulma harus dimanfaatkan agar tidak terjadi dampak buruk pada sungai tersebut, salah satu yang dapat dimanfaatkan yaitu menjadikan gulma tersebut sebagau bahan pembuatan pupuk organik yang dapat digunakan dalam bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan pupuk organik dengan perbedaan konsentrasi em-4 dengan bahan baku eceng gondok. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor, pada bulan Juni hingga bulan Juli 2022. Penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembuatan pupuk tidak berpengaruh nyata namun hasil uji laboratorium menunjukan pengaruh yang terbaik yaitu EM 2 dari segi nilai unsur yang terdapat di dalam pupuk tersebut. Kata kunci: Eceng Gondok, Konsentrasi EM-4, Pupuk

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum chinense Jacq)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suci Melinia Aryanti. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (Poc) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum Chinense Jacq) Dibawah Bimbingan Tati Hariyati, Sp., Mp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapakah waktu perendaman tepat untuk pertumbuhan tanaman Cabai Katokkon dengan menggunakan pupuk organik cair. 2) Berapakah konsentrasi penyemprotan yang tepat untuk pertumbuhan tanaman Cabai Katokkon dengan menggunakan pupuk organik cair. 3) Apakah kombinasi perendaman dan penyemprotan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai katokkon. Penelitian ini dilakukan di persawahan Tanjung Selor, pada bulan Maret hingga bulan 2021. Pada penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan waktu perendaman benih yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa perlakuan (R0), perlakuan 5 menit (R1), perlakuan 10 menit (R2) dan perlakuan 15 menit (R3). Faktor kedua adalah perlakuan penyemprotan POC pembungaan yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa perlakuan (S0), perlakuan 100 ml/liter (S1), perlakuan 150 ml/liter (S2) dan perlakuan 200 ml/liter (S3). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman dengan waktu 15 menit berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang yang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Sedangkan perlakuan konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Aplikasi lama perendaman hasil yang baik diaplikasikan pada tanaman cabai katokkon pada perlakuan waktu 15 menit, konsentrasi penyemprotan POC dengan dosis 200 ml/liter air, serta kombinasi perlakuan waktu 15 menit dengan dosis penyemprotan 200 ml/liter air Suci Melinia Aryanti. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (Poc) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum Chinense Jacq) Dibawah Bimbingan Tati Hariyati, Sp., Mp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapakah waktu perendaman tepat untuk pertumbuhan tanaman Cabai Katokkon dengan menggunakan pupuk organik cair. 2) Berapakah konsentrasi penyemprotan yang tepat untuk pertumbuhan tanaman Cabai Katokkon dengan menggunakan pupuk organik cair. 3) Apakah kombinasi perendaman dan penyemprotan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai katokkon. Penelitian ini dilakukan di persawahan Tanjung Selor, pada bulan Maret hingga bulan 2021. Pada penelitian ini menggunkan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan waktu perendaman benih yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa perlakuan (R0), perlakuan 5 menit (R1), perlakuan 10 menit (R2) dan perlakuan 15 menit (R3). Faktor kedua adalah perlakuan penyemprotan POC pembungaan yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa perlakuan (S0), perlakuan 100 ml/liter (S1), perlakuan 150 ml/liter (S2) dan perlakuan 200 ml/liter (S3). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman dengan waktu 15 menit berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang yang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Sedangkan perlakuan konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen dan berat buah. Aplikasi lama perendaman hasil yang baik diaplikasikan pada tanaman cabai katokkon pada perlakuan waktu 15 menit, konsentrasi penyemprotan POC dengan dosis 200 ml/liter air, serta kombinasi perlakuan waktu 15 menit dengan dosis penyemprotan 200 ml/liter air

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L.) Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor (Perum Korpri). Tanjung Selor, Kebupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengakap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan . faktor pertama Konsentrasi larutan pupuk organik Cair ( POC) Terdiri dari 4 Perlakuan yaitu : (P0) tanpa perlakuan, (P1) 1:10, (P2) 1:20, (P3) 1:30 , faktor kedua : Dosis pada Bibit Tanaman Cabai (D) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu :(D0) tanpa perlakuan , (D1) 5 ml, (D2) 10 ml, (D3)12 ml Hasil data Sidik ragam diperoleh bahwa pemberian pupuk pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah, berat buah. Interaksi pemberian poc pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah dan berat buah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Ekstrak Alami pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upi Azmi. 2018. “Pengaruh Ekstrak Alami Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine mal L. Merrill) Varietas Grobogan”. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Tati Hariyati, SP., MP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian ekstrak alami pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine mal L. Merrill). Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kemayoran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan yaitu menggunakan ekstrak alami dari bahan air kelapa, ekstrak biji jagung muda dan tauge dengan konsentrasi dan dosis yang berbeda-beda dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian konsentrasi 10% (10 mL ekstrak alami : 90 mL air), 20% (20 mL ekstrak alami : 80 mL air) dan 30% (30 mL ekstrak alami : 70 mL air) dengan cara diteteskan pada benih kedelai yang telah berkecambah dengan banyaknya dosis yang diberikan yaitu 2 mL, 4 mL dan 6 mL per tanaman. Benih kedelai yang digunakan adalah Varietas Grobogan. Parameter tanaman kedelai yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji. Pengamatan dilakukan pada 7, 14 dan 21 hari setelah tanam. Perlakuan konsentrasi dan dosis ekstrak alami tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 7, 14 dan 21 hari setelah tanam, dan berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji namun berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan bobot biji. Dari hasil analisis sidik ragam yang diperoleh bahwa pengaruh terbaik terhadap pemberian konsentrasi dan dosis adalah perlakuan T3D3 dengan konsentrasi sebesar 30% dan dosis sebanyak 6 mL. Pada perlakuan T3D3 menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah polong dengan rata-rata pada perlakuan T3 = 73,55 buah dan D3 = 86 buah, jumlah biji dengan rata-rata pada T3 = 158,55 buah dan D3 = 168,67 buah, berat biji dengan rata-rata pada T3 = 85,77 dan D3 = 88 gram, dan bobot biji dengan rata-rata pada T3 = 56,78 dan D3 = 58,67 gram

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail