ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Sanur memiliki sumber mata air yang terus mengalir tanpa henti, masyarakat di desa memanfaatkan sumber air ini dengan cara menampung menggunakan ember, menggunakan mesin pompa sederhana yang ditarik langsung ke rumah warga yang berada di sekitaran sumber air, dan banyak juga penjual air profil yang memanfaatkan air ini untuk di jual ke rumah-rumah warga yang tidak dapat terjangkau dengan sumber air. Sistem penyediaan air bersih di Desa Sanur direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga tahun 2033. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana dilakukan menggunakan metode geometrik dengan standar deviasi 33,50 dan koefisien korelasi 0,978 untuk memprediksikan jumlah penduduk hingga tahun 2033. Hasil survey dan analisa menunjukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Sanur hingga pada tahun 2033 adalah 378 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih 0,473 liter/detik dan kebutuhan air pada jam puncak 0,709 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari sumber air tanah dengan debit sesaat sebesar ±1,60 liter/detik , lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Sanur dapat terpenuhi hingga tahun 2033. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan yaitu dengan menampung air dari mata air tanah Desa Sanur yang kemudian dengan menggunakan pompa air di naikkan ke reservoir distribusi (3m x 2 m x 4m), selanjutnya di distribusikan ke penduduk menggunakan pipa HDPE.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Desa Panca Agung terletak di Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan yang saat ini belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat mengandalkan air hujan dan air sumur, namun pada musim hujan sumur warga menjadi keruh sedangkan pada musim kemarau sumur warga menjadi kering. Desa ini memiliki potensi mata air yang cukup, tetapi belum dimanfaatkan karena jarak yang akan ditempuh cukup jauh serta medan yang sulit untuk dilalui. Sehingga perlu dibuat suatu sistem penyediaan air bersih yang baik dan bisa melayani masyarakat. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penduduk dan pengembangan wilayah 10 tahun ke depan, mengetahui jumlah debit air yang dibutuhkan di Desa Panca Agung, dan merencanakan bangunan broncaptering yang mampu melayani kebutuhan masyarakat Desa Panca Agung, serta merencanakan diameter pipa sesuai dengan kebutuhan pelayanan di Desa Panca Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Proyeksi pertumbuhan penduduk untuk 10 tahun ke depan dihitung menggunakan metode geometrik, diperoleh sebanyak 2.953 jiwa. Sehingga didapatkan kebutuhan air bersih Desa Panca Agung yaitu 3,101 liter/detik hingga tahun 2031. Dari debit mata air yang tersedia sebesar 123 liter/detik. Maka dapat dipastikan bahwa kebutuhan air dapat dipenuhi. Perencanaan sistem air bersih dilakukan dengan cara menangkap air dari mata air dengan menggunakan bangunan penangkap mata air (broncaptering) kemudian disalurkan dengan sistem gravitasi (gravity system) ke reservoir distribusi, selanjutnya air didistribusikan ke penduduk melalui hidran umum dengan sistem gravitasi. Ukuran broncaptering yang direncanakan untuk menangkap mata air adalah (3 x 2 x 1,5) meter dengan jenis pipa yang digunakan adalah HDPE. Untuk menganalisis dan mendesain sistem penyediaan air bersih perpipaan menggunakan program Software Epanet 2.0.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Long Sam yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Barat Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu Desa dengan potensi sumber air bersih yang ada. Namun Desa Long Sam adalah salah satu dari sekian banyak desa yang mengalami minimnya pelayanan untuk air bersih . Oleh sebab itu dibuatlah analisa jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Long Sam dengan menggunakan metode EPANET 2.0. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan pada proyeksi pertumbuhan penduduk 10 tahun mendatang menggunakan metode Geometrik dan Aritmatik diketahui jumlah air bersih yang dibutuhkan pada tahun 2030 adalah sebesar 0,796 ltr/dtk. Sehingga dengan menggunakan EPANET 2.0 untuk menganalisa kebutuhan dasar pada tiap junction didapatkan base demand nya sebesar 0,705 ltr/dtk pada tahun 2020. Sehingga Output data yang dihasilkan dari hasil analisa jaringan perpipaan menggunakan metode EPANET 2.0 Pada jaringan pipa berwarna merah flow yang dihasilkan diatas >100 LPS,sedang pada pipa berwarna kuning flow yang dihasilkan >75 LPS, pipa berwarna hijau menghasilkan flow >50 LPS atau cukup,sedang untuk pipa berwarna biru muda flow yang dihasilkan >25 LPS atau Rendah,dan untuk pipa berwarna biru tua flow yang dihasilkan 25 LPS atau kurang. Pada penelitian in terdapat perbedaan flow yang dihasilkan pada tiap-tiap pipa dengan menggunakan metode EPANET 2.0 hal ini dikarenakan faktor kondisi lingkungan yang berbeda pada tiap-tiap pipa seperti Elevasi pada tiap junction, lenght pada pipa dan head serta pressure yang dihasilkan pada tiap node yang ada pada metode EPANET 2.0 .