Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Faktor-Faktor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pengambilan Keputusan Para Petani Untuk Budidaya Tanaman Sawit (Studi Kasus Di Desa Tanjung Agung)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan para petani untuk budidaya tanaman sawit (studi kasus di desa tanjung agung) dibawah bimbingan Bapak Yuliansyah, S.Kom, M.M . Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Harga jual, akses pasar, distribusi, penghasilan yang diterima, keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi dan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan para petani di Desa Tanjung Agung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Poupulasi dalam penelitian ini adalah petani sawit swadaya di Desa Tanjung Agung. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 109 responden. Pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner, teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian adalah software SEM AMOS 23. Hasil penelitian ini adalah, ditemukan bahwa dimensi harga jual berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan terlihat dari P-value sebesar 0,352 > 0,05, dimensi akses pasar berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,821 > 0,05, dimensi distribusi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,026 0,05, dimensi penghasilan yang diterima berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,819 > 0,05, dimensi keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,861 > 0,05, dimensi kesejahteraan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dengan nilai P-value sebesar 0,625 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi harga jual (H1), Akses Pasar (H2), penghasilan yang diterima (H4), keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi (H5), kesejahteraan (H6) ditolak dan H0 diterima. Sementara H3 yaitu dimensi distribusi diterima dan H0 ditolak. Yang berarti bahwa Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan petani sawit swadaya di Desa Tanjung Agung. Factors that influence farmers' decision making for cultivation of oil palm (case study in Tanjung Agung Village) under the guidance of Mr. Yuliansyah, S.Kom, M.M. The purpose of this study was to determine whether selling price, market access, distribution, income received, desire to earn high income and welfare have a positive and significant effect on farmers' decision making in Tanjung Agung Village. The method used is a quantitative method. The population in this study were independent oil palm farmers in Tanjung Agung Village. The number of respondents studied was 109 respondents. Data collection in the form of distributing questionnaires, the data analysis technique used in the study is SEM AMOS 23 software. The results of this study are, it was found that the selling price dimension has a positive but insignificant effect on decision making as seen from the P-value of 0.352> 0.05, the market access dimension has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.821> 0.05, the distribution dimension has a positive and significant effect with a P-value of 0.026 0.05, the income received dimension has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.819> 0.05, the desire to earn high income has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.861> 0.05, the welfare dimension does not affect decision making with a P-value of 0.625> 0.05. So it can be concluded that the dimensions of selling price (H1), Market Access (H2), income received (H4), desire to earn high income (H5), welfare (H6) are rejected and H0 is accepted. While H3, the distribution dimension is accepted and H0 is rejected. Which means that Distribution has a positive and significant effect on the decision making of independent oil palm farmers in Tanjung Agung Village.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN ALGORITMA C5.0 DALAM KLASIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA DBD

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ROSPINA RURA. Penerapan Algoritma C5.0 Dalam Klasifikasi Fakto-Faktor Penyebab Terjadinya DBD , (dibimbing oleh St. Syahdan). Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditular oleh nyamuk Aedes Aegypty. Berdasarkan profil kesehatan Provinsi Kaltara pada tahun 2016 jumlah kasus DBD masih sangat tinggi yaitu 1667 kasus. Bahkan, pada tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan menetapkan temuan kasus DBD di Bulungan sebagai kejadian luar biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi faktor-faktor penyebab terjadinya penyakit DBD menggunakan metode Algoritma C5.0. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis vaktor mana yang paling mempengaruhi faktor-faktor penyebab terjadinya DBD menggunakan Algoritma C5.0 . Hasil analisis data dengan menggunakan metode Algoritma C5.0 menunjukkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi dalam menganalisis faktor-faktor terjadinya DBD di Kabupaten Bulungan adalah variabel umur, riwayat penyakit, riwayat penyakit penyerta, jenis kelamin, serta riwayat pernah DBD.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI DESA SALIMBATU TANJUNG PALAS TENGAH

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI DESA SALIMBATU TANJUNG PALAS TENGAH ABSTRAK Sulastry “Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Desa Salimbatu Tanjung palas Tengah di bawah Pembimbing DEDIK WIRYAWAN.ST.,MM Adapun Tujuan penelitian ini adalah Mengkaji pengalaman kerja ,modal perbekalan jarak tempuh serta cuaca yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Desa Salimbatu . Di kepulauan Tarakan yang berbasis sumberdaya perikanan menyebabkan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan Sedangkan masyarakat Desa Salimbatu mesti menempuh jarak menuju ke lokasi tangkap. Sekitar 60% dari total penduduk di Desa Salimbatu merupakan nelayan. Perbedaan Nelayan Salimbatu dan Nelayan Tarakan yaitu nelayan Desa Salimbatu nelayan yang melautnya Mingguan (bermalam), sedangkan nelayan pulau Tarakan yang periode melautnya harian. Nelayan Tarakan berangkat melaut setiap pagi hari dan kembali siang hari, sedangkan nelayan Desa Salimbatu melaut selama 13 hingga 15 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman kerja nelayan Desa Salimbatu ke pulau Tarakan, untuk mengetahui pengaruh cuaca terhadap pendapatan nelayan ,menganalisis pengaruh modal perbekalan terhdap pendapatan nelayan ,dan menganalisis pengaruh jarak tempuh terhadap pendapatan nelayan di Desa Salimbatu tanjung palas tengah Kalimantan utara.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yunita, 2018 “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Kecamatan Tanjung Selor”. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Didi Adriansyah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu luas lahan (X 1), pupuk (X2), dan tenaga kerja (X 3) terhadap variabel dependen yaitu produksi padi (Y) di Kecamatan Tanjung Selor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika, dengan pendekatan statistik uji f dan uji t. Uji f dan uji t digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh semua variabel independen secara bersama- sama terhadap variabel dependen. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan (X 1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih besar dari T tabel sebesar (4,333 > 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Variabel pupuk (X 2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih besar dari T tabel sebesar (3,391 > 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan jumlah pupuk berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Variabel tenaga kerja (X 3. berpengaruh negatif dan tidak signifikan, hal tersebut berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih kecil dari T tabel sebesar (-,575 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa variabel luas lahan (X 1. dan variabel pupuk (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi padi (Y) di Kecamatan Tanjung Selor. Sedangkan variabel tenaga kerja (X 3) tidak

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail