ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa model rekayasa lahan gambut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Lahan gambut umumnya memiliki tingkat keasaman tinggi serta kandungan unsur hara yang rendah sehingga kurang optimal untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu diperlukan upaya rekayasa lahan melalui penambahan bahan organik yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2026 di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yang terdiri dari tiga model rekayasa lahan gambut, yaitu: R1 (lahan gambut + pupuk kandang ayam + tanah humus), R2 (lahan gambut + pupuk kandang ayam + pupuk organik padat tandan kosong kelapa sawit teraktivasi Jadam Microbial Solution/JMS), dan R3 (lahan gambut + pupuk kandang ayam + mulsa tandan kosong kelapa sawit). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh sembilan unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah buah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai model rekayasa lahan gambut yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat serta sebagai alternatif pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan pembenah tanah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam dalam proses pembuatan pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor, pada bulan November-Desember 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode analisis unsur hara pada pupuk bokhasi dari kombinasi tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam yang terdiri dari 3 perlakuan. di mana dalam pelaksanaannya terdapat perlakuan pertama yaitu 15Kg tandan kosong kelapa sawit dan 10Kg feses ayam, perlakuan kedua yaitu 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam, dan perlakuan ketiga 7,5Kg tandan kosong kelapa sawit dan 7,5Kg feses ayam. Parameter yang diamati yaitu kandungan pupuk Bokhasi kotoran walet meliputi N, P, K, pH, rasio C/N, C-organik, dan Kadar air bokashi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan P2 yaitu terdiri kombinasi 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam yang menghasilkan kandungan pupuk bokhasi terbaik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASMAR. 201731014. Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Kotoran Sapi Dalam Proses Pembuatan Pupuk Bokashi. Dibawah bimbingan Sabarudin, SP., MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH Tanah, C-Organik, C/N rasio, serta unsur hara N, P, K dalam bokashi kombinasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kotoran sapi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Perlakuan 2 Faktorial dengan 9 perlakuan dan tanpa ulangan. T1S1 (2kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T1S2 (2kg TKKS+1kg kotoran sapi) T1S3 (2kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T2S1 (4kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T2S2 (4kg TKKS+1kg kotoran sapi), T2S3 (4kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T3S1 (6kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T3S2 (6kg TKKS+1kg kotoran sapi), T3S3 (6kg TKKS+1,5kg kotoran sapi). Hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan T3S3 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan pH tanah tertinggi. Perlakuan T2S2 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan C-Organik tertinggi. Dalam parameter C-Organik terdapat 3 perlakuan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yaitu T1S1, T1S2, dan T1S3. Perlakuan T2S3 merupakan sampel yang memiliki kandungan C/N rasio tertinggi. Pada parameter hasil Nitrogen (N) hanya T2S2 dan T3S1 yang memenuhi persyaratan minimum. Perlakuan T3S3 merupakan perlakuan dengan nilai Fosfor (P) tertinggi. Sedangakan untuk parameter Kalium (K) semua perlakuan belum memenuhi persyaratan minimum dikarenakan Unsur K yang hilang melalui penguapan terjadi bersamaan dengan dilepaskannya panas pada saat terjadi proses pengomposan atau fermentasi berlangsung, semakin besar panas yang terbentuk maka semakin besar pula kalium menghilang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan para petani untuk budidaya tanaman sawit (studi kasus di desa tanjung agung) dibawah bimbingan Bapak Yuliansyah, S.Kom, M.M . Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Harga jual, akses pasar, distribusi, penghasilan yang diterima, keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi dan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan para petani di Desa Tanjung Agung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Poupulasi dalam penelitian ini adalah petani sawit swadaya di Desa Tanjung Agung. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 109 responden. Pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner, teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian adalah software SEM AMOS 23. Hasil penelitian ini adalah, ditemukan bahwa dimensi harga jual berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan terlihat dari P-value sebesar 0,352 > 0,05, dimensi akses pasar berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,821 > 0,05, dimensi distribusi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,026 0,05, dimensi penghasilan yang diterima berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,819 > 0,05, dimensi keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi berpengaruh positif tidak signifikan dengan nilai P-value sebesar 0,861 > 0,05, dimensi kesejahteraan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dengan nilai P-value sebesar 0,625 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi harga jual (H1), Akses Pasar (H2), penghasilan yang diterima (H4), keinginan untuk mendapatkan penghasilan tinggi (H5), kesejahteraan (H6) ditolak dan H0 diterima. Sementara H3 yaitu dimensi distribusi diterima dan H0 ditolak. Yang berarti bahwa Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan petani sawit swadaya di Desa Tanjung Agung. Factors that influence farmers' decision making for cultivation of oil palm (case study in Tanjung Agung Village) under the guidance of Mr. Yuliansyah, S.Kom, M.M. The purpose of this study was to determine whether selling price, market access, distribution, income received, desire to earn high income and welfare have a positive and significant effect on farmers' decision making in Tanjung Agung Village. The method used is a quantitative method. The population in this study were independent oil palm farmers in Tanjung Agung Village. The number of respondents studied was 109 respondents. Data collection in the form of distributing questionnaires, the data analysis technique used in the study is SEM AMOS 23 software. The results of this study are, it was found that the selling price dimension has a positive but insignificant effect on decision making as seen from the P-value of 0.352> 0.05, the market access dimension has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.821> 0.05, the distribution dimension has a positive and significant effect with a P-value of 0.026 0.05, the income received dimension has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.819> 0.05, the desire to earn high income has a positive but insignificant effect with a P-value of 0.861> 0.05, the welfare dimension does not affect decision making with a P-value of 0.625> 0.05. So it can be concluded that the dimensions of selling price (H1), Market Access (H2), income received (H4), desire to earn high income (H5), welfare (H6) are rejected and H0 is accepted. While H3, the distribution dimension is accepted and H0 is rejected. Which means that Distribution has a positive and significant effect on the decision making of independent oil palm farmers in Tanjung Agung Village.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) dapat tumbuh pada bermacam jenis tanah, ciri tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) adalah tanah yang gembur serta memiliki aerasi dan drainase yang baik serta kaya akan humus dan unsur hara cukup seperti N, P, K. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Kecamatan Tanjung Palas Timur, untuk mengetahui peta kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli - Desember tahun 2023, Tempat penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pedologi, Pengindraan Jauh, Dan System Informasi Geografis, Universitas Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan metode Overlay, reaster overlay, dan dilakukan interprestasi menggunakan metode waighted factor matching yang didasarkan data syarat tumbuh tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq). hasil penelitian diperoleh bahwa Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan, diantara semua parameter lahan yang terkarakterisasi, faktor curah hujan dan kelerengan merupakan faktor pembatas yang memberi pengaruh signifikan dalam penentuan kelas kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Sehingga didapatkan kesesuaian lahan actual adalah kelas S3 dan N yang dapat ditingkatkan menjadi kelas S3 pada kesesuaian lahan potensial.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Telah Dilakukan Penelitian Pemetaan Sebaran Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensi Jacq.) Di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan di kecamtan tanjung selor dengan melakukan pencocokan antara data karakteristik lahan dengan data syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan aplikasi ArcMap 10.8, untuk mengolah data baik dalam proses tumpang susun data (Overlay) maupun pencocokan data (Matching) sampai dengan penyajian data (Layout). Dengan aplikasi ini pengguna dapat menampilkan berbagai peta tematik, peta karakteristik lahan, dan peta kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit. Selain itu pengguna juga dapat mengakses informasi terkait kelas kesesuaian lahan dan informasi karakteristik lahan di Kecamatan Tanjung Selor. Dengan demikian, baik pihak pengambil kebijikan maupun pihak masyarakat dapat menjadikan informasi dan penelitian ini sebagai salah satu dasar dalam perencanaan tata guna lahan, terkhususnya untuk komoditi tanaman kelapa sawit yang ada di Kecamatan Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JONATHAN E. 201831014. PEMANFAATAN LIMBAH SAWIT DALAM PEMBUATAN KOMPOS PRES TERHADAP SIFAT KIMIA DAN MIKROBIOLOGI Kompos pres adalah kompos yang tujukan untuk media tanam alternatif dengan tujuan mengurangi pengunaan media tanam plastik yang berdampak bagi kesehatan lingkungan kompos pres yang dalam proses pengerjaanya dicetak menjadi blok menggunakan alat cetak sederhana dari kayu yang berukuran 10 x 5 cm, sehingga dapat digunakan sebagai media tanam dalam budidaya pertanian berbasis Urban Farming. Kompos pres juga dikenal dengan istilah kompos pres merupakan salah satu inovasi penggunaan kompos yang dapat diaplikasikan pada lahan pasca tambang kapur Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga bulan oktober 2022 di halaman Belakang Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan dan tiga ulangan yaitu KP1: 5 Kg tandan kosong kelapa sawit, KP2: 5 Kg solid dan KP3: campuran keduanya 2.5 Kg tandan kosong kelapa sawit dengan 2.5 Kg solid. Kombinasi antara bahan TKKS dan Solid merupakan perlakuan yang cendrung memiliki ketersediaan hara NPK yang lebih tinggi dari KP1 dan KP2 yaitu 0,19% dan jumlah mikrobiolgi (bakteri) yaitu 31.000 sedangakan kompos pres berbahan dasar solid yaitu KP2 merupakan perlakuan dengan ketersediaan COrganik yang cenderung lebih tinggi yaitu 3.56%. Menggunakan kombinasi kedua antara TKKS dengan solid agar mendapatkan ketersedian NPK dan jumlah mikrobiologi (bakteri) yang tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan bisnis kelapa sawit ditinjau dari aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik dan teknologi,aspek lingkungan hidup dan aspek finansial. penelitian ini dilakukan di kebun kelapa sawit milik bapak markus meak witak yang berada di lokasi jalan bulungan-malinau,depan kantor inspektorat provinsi, jarak kebun ada yang di pinggir jalan dan sebagian lagi berjarak 100 meter dari pinggir jalan. penelitian ini di mulai dari bulan maret 2022 hingga bulan juli 2022. metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. hasil penelitian yang diperoleh dari kebun kelapa sawit milik bapak markus meak witak ini layak untuk dijalankan karena memenuhi aspek kelayakan bisnis. dibuktikan dengan menghitung biaya tetap Rp.45.800.000 dan biaya tidak tetap adalah Rp. 99.608.000 sedangkan dengan aspek finansial dengan modal awal per 1 ha adalah kurang lebih Rp.50 juta dengan perkiraan penjualan per 1 tahun dengan biaya potongan 3% dari koperasi. harga sawit per kg Rp.3.150 dengan perbandingan hasil penen yang didapatkan mulai dari rendah,sedang dan tertinggi untuk mendapatkan profit kotor. untuk pengembalian modal usaha (pp) dari hasil penjualan tertinggi adalah 2 tahun 11 bulan. sedangkan hasil pendapatan di hitung menggunakan BEP untuk 1 Ha tertinggi adalah 5 tahun 8 bulan. dan keuntungan bersih yang di peroleh Rp.626.644.520.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUTAWADI’AH BAHARUDDIN. 201731025. Analisa Tingkat Kandungan Unsur Hara Tanah Perkebunan Kelapa Sawit PT.PRIMABAHAGIA PERMAI di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., MM. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, salah satunya yaitu sifat kimiawi tanah. Hal ini berkaitan dengan unsur-unsur hara dalam tanah yang diperlukan tanaman. Unsur hara tanah inilah yang merupakan salah satu faktor pembatas dalam pertumbuhan tanaman, termasuk kelapa sawit dimana dalam proses pertumbuhannya unsur hara tanah khususnya makro sangat berperan penting didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kandungan hara tanah di perkebunan kelapa sawit di PT. PrimaBahagia Permai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021-Juli 2021 di Perkebunan kelapa sawit Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada areal survei berdasarkan tiga tahun tanam (2011, 2012, 2013) kelapa sawit yang ada di lapangan. Metode penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan lima parameter pengamatan yaitu pH, N, P ,K dan KTK yang dianalisis di laboratorium tanah Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kandungan unsur hara tanah di perkebunan kelapa sawit PT. Prima Bahagia Permai adalah rendah dan sedang dikarenakan kurangnya bahan organik dalam tanah. Untuk itu perlu dilakukan pengapuran dan pemupukan dari bahan organik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DAMPAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP MASYARAKAT PADA DESA GUNUNG SARI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak perkebunan kelapa sawit terhadap masyarakat pada Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui dampak perkebunan kelapa sawit terhadap masyarakat dari aspek kehidupan sosial ekonomi, kehidupan sosial budaya dan lingkungan alam pada Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian kepala desa Desa Gunung Sari, Perangkat desa, tokoh masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bulungan, Dinas Pertanian Kab. Bulungan.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu dampak perkebunan kelapa sawit terhadap masyarakat pada Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yaitu dampak dari aspek kehidupan sosial ekonomi dinilai baik karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari aspek kehidupan sosial budaya, masyarakat Desa Gunung Sari bahwa sosial budaya masyarakat mengalami perubahan, dimana budaya dalam bidang pertanian berubah dan gotong-royong berkurang. Dari aspek lingkungan alam, masyarakat Desa Gunung Sari mempersepsikan kurang baik karena menimbulkan pencemaran air bersih dan mudah banjir, hilangnya satwa, dan berkurangnya lahan untuk pertanian. Kata Kunci: Dampak perkebunan kelapa sawit, masyarakat Desa Gunung Sari
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui pendapat masyarakat terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit di desa Long Beluah kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di desa Long Beluah kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian kepala desa desa Long Beluah, Tokoh adat, Perangkat desa, Pemuda Karang Taruna, Masyarakat 4 orang (bekerja di kebun kelapa sawit), Pihak Perusahaan PT. Inti Selaras Perkasa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Persepsi masyarakat terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat dari aspek kehidupan sosial ekonomi dinilai baik karena karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari aspek kehidupan sosial budaya, masyarakat desa Long Beluah menilai bahwa sosial budaya masyarakat mengalami perubahan, dimana budaya gotong-royong semakin berkurang. Dari aspek lingkungan alam, masyarakat desa Long Beluah mempersepsikan kurang baik karena menimbulkan pencemaran air bersih dan hilangnya satwa, dan semakin berkurangnya hutan. Dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Long Beluah dari sisi positif meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur. Dampak negatif yang dirasakan masyarakat terjadinya banjir, hilangnya keragaman hayati, terjadinya erosi, banyaknya hama yang menyebabkan kesuburan tanaman masyarakat berkurang, air keru, dan terjadi konflik dalam masyarakat. Kata Kunci: persepsi, masyarakat, perkebunan kelapa sawit
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor pertanian yang terdiri dari sub sector tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan masing-masing memiliki peranan signifikan dalam pembangunan nasional. Untuk sub sector perkebunan sendiri di Indonesia didominan oleh komoditas kelapa sawit, kelapa, karet, kopi, kakao, tebu dan teh. Di Indonesia sendiri daerah penghasil minyak kelapa sawit salah satunya Kalimantan, salah satunya di kawasan perkebunan di Tanjung Palas Utara. Sebelum ada perkebunan sumber pendapatan masyarakat relative homogen, yakni menggantung hidupnya pada sector primer, memanfaatkan sumber daya alam seperti apa adanya tanpa penggunaan teknologi yang berarti. Pada umumnya masyarakat hidup dari sector pertanian sebagai petani tanaman pangan terutama palawija.Selain teknologi yang digunakan sangat sederhana dan monoton sifatnya tanpa pembaharuan.Setelah adanya perkebunan kelapa sawit yang membuka peluang baru bagi masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Utara, perkebunan kelapa sawit membawa dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Utara, ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan sebelum adanya perkebunan kelapa sawit dan sesudah adanya perkebunan kelapa sawit.Dengan adanya perkebunan kelapa sawit yang juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan.