Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Least Cost Analysis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA BANGUNAN UGD DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS (Studi Kasus Bangunan UGD Puskesmas Pimping Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dibutuhkan manajemen yang akan mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir, yaitu manajemen proyek. Bidang manajemen proyek semakin berkembang karena adanya kebutuhan dalam dunia industri modern untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai kegiatan yang semakin komplek. Manajemen proyek juga memiliki sifat istimewa dimana waktu kerja manajemen dibatasi oleh jadwal yang telah telah ditentukan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan titik optimal hubungan antara waktu dan biaya proyek, sehingga diperoleh biaya yang minimum untuk mempersingkat waktu pelaksanaan proyek. Dalam hal ini kemudian dilakukan perbandingan antara waktu dan biaya proyek, sebelum dan sesudah Crashing. Dalam mengelola data yang didapat dalam tujuan optimalisasi waktu dan biaya pelaksanaan, maka dibutuhkan metode yang akan digunakan untuk mengelola data tersebut, yaitu dengan metode Critical Path Method (CPM), Crashing, yang dimana Critical Path Method merupakan program yang digunakan untuk mencari jalur kritis pada permasalahan yang dapat menyebabkan keterlambatan pada suatu proyek secara keseluruhan. Crashing merupakan program yang digunakan untuk mempersingkat durasi kegiatan pada suatu proyek. Dan menggunakan metode Least Cost Analysis yang berfungsi untuk memperoleh durasi proyek yang optimal dengan biaya total proyek yang minimum. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan jumlah kegiatan kritis yang diperoleh adalah 3 kegiatan dari 4 kegiatan utama proyek dengan durasi normal proyek adalah 120 hari. Durasi yang diperoleh setelah dilakukan percepatan dengan metode Least Cost Analysis yaitu 93 hari dengan percepatan sebesar 27 hari atau efesiensi waktu proyek sebesar 22,5%. Biaya optimal yang diperoleh setelah melakukan percepatan dengan penambahan 3 jam kerja yaitu sebesar Rp. 4.365.411.497,47 dari biaya normal sebesar Rp. 5.025.559.519,60. Maka diperoleh efesiensi biaya sebesar Rp. 660.148.022,13 atau 13,14%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI PERBANDINGAN BIAYA AKIBAT PERCEPATAN DURASI PROYEK DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS DAN TIME COST TRADE OFF

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Banyak hal yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Maka dari itu dibutuhkan suatu percepatan yang dapat mengatasi keterlambatan proyek dengan memperhitungkan faktor kenaikan biaya terhadap durasi percepatan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam melakukan percepatan durasi. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan efisiensi biaya dengan menggunakan metode Least Cost Analysis dan metode Time Cost Trade off. Dengan membandingkan keduanya akan didapatkan metode mana yang lebih efisien.Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis data. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer berupa hasil analisa meliputi daftar bahan dan upah tenaga kerja, Rendana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, estimasi waktu dalam program Microsoft Project, data biaya langsung dan biaya tidak langsung proyek. Rencana awal kegiatan Pembanguan Gedung PIP2B ini membutuhkan waktu 169 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 6.477.047.000 . Hasil penelitian ini didapatkan hasil perbandingan biaya percepatan deng an menambah jam lembur yang paling optimal adalah metode Least Cost Analysis. Metode tersebut menghasilkan dengan penambahan jam lembur selama 3 jam didapatkan hasil pengurangan durasi sebesar 150 hari dengan biaya total Rp. 6.410.558.995,06. Hasil tersebut lebih murah sebesar Rp. 66.488.004,94 dari biaya normal. Sedangkan hasil paling optimal secara keseluruhan adalah dengan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan 3 tukang dan 3 pekerja dengan hasil durasi Crashing 150,22 hari dengan biaya total sebesar Rp. 6.348.320.400,00 , hasil tersebut dapat menghemat biaya sebesar Rp. 128.726.600 dari biaya normal. Kata Kunci : Least Cost Analysis, Time Cost Trade Off, Percepatan Durasi

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail