ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelurahan Tanjung Selor Hilir merupakan kelurahan berpenduduk terbanyak di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, sekaligus pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya data neraca air yang memastikan kapasitas produksi riil Perumda Air Minum Danum Benuanta mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2035. Penelitian bertujuan memproyeksikan pertumbuhan penduduk, menghitung kebutuhan air domestik dan non-domestik, mengevaluasi ketersediaan air, serta menganalisis neraca air (water balance) periode 2026–2035. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitis dengan data sekunder dari Kantor Kelurahan dan Perumda Air Minum Danum Benuanta. Proyeksi penduduk menggunakan Metode Aritmatik, Geometrik, dan Least Square, dipilih berdasarkan koefisien korelasi (r) tertinggi dan standar deviasi (SD) terkecil. Kebutuhan air mengacu standar Ditjen Cipta Karya Dep. PU (1996) dengan konsumsi domestik 100 liter/orang/hari melalui Sambungan Rumah (SR). Ketersediaan air berasal dari kapasitas riil IPA Sabanar Lama (64 L/dtk) dan IPA Sungai Buaya (104 L/dtk), total 168 L/dtk. Hasil analisis menunjukkan Metode Least Square terpilih dengan r = 0,9939 dan SD = 485,298. Penduduk diproyeksikan mencapai 50.931 jiwa pada tahun 2035. Total kebutuhan air maksimum tahun 2035 sebesar 84,634 L/dtk (domestik 58,948; non-domestik 6,8689; kehilangan air NRW 16,90% sebesar 11,123 L/dtk; dikalikan faktor hari maksimum 1,1). Neraca air menunjukkan ketersediaan 168 L/dtk mampu memenuhi kebutuhan sepanjang 2026–2035, dengan surplus akhir sebesar 83,366 L/dtk, sehingga sistem berada dalam kondisi SURPLUS selama periode perencanaan. Perlu dicatat, surplus ini berdasarkan asumsi tingkat pelayanan 100% pada 2035, bukan kondisi riil saat ini, karena hingga 2025 sebagian penduduk belum terlayani Perumda dan masih memakai sumber air alternatif, sehingga optimalisasinya memerlukan perluasan Sambungan Rumah secara bertahap.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Desa Jelarai Selor adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Jelarai Selor hingga 10 tahun yang akan datang. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Aritmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk dengan metode yang terpilih yaitu metode aritmatik sebesar 9.892 jiwa pada tahun 2032. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai di tahun 2032 yaitu 8,18 L/dtk beroleh dari berdasarkan kebutuhan air domestik sebesar 7,44 L/dtk dan kebutuhan air non domestik sebesar 0,74 L/dtk. Untuk kebutuhan air yang diolah pada tahun 2032 yaitu sebesar 11,779 L/dtk, ketersediaan air bersih bersumber dari PDAM Bulungan dengan sebesar 35 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2032 yaitu 23,221 L/dtk sehingga dengan jumlah produksi air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk 10 tahun mendatang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Desa Bumi Rahayu adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Bumi Rahayu hingga 10 tahun yang akan datang dan mengetahui perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan air yang ada mencukupi atau tidak. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Airtmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk pada tahun 2030 sebesar 1.707 jiwa. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai yaitu 17,62 L/dtk berupa 14,02 L/dtk kebutuhan air domestik dan 3,60 L/dtk untuk kebutuhan air non domestik. Untuk ketersediaan air yang diolah pada tahun 2030 yaitu sebesar 25,376 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 yaitu 4,23 L/dtk.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peramalan adalah suatu cara memperkirakan dengan kuantitatif ataupun kualitatif apa yang akan terjadi di masa depan menurut data yang relevan di masa lalu. Beberapa metode yang digunakan untuk peramalan yaitu metode kuadrat terkecil (Least Squared) dan metode setengah rata-rata (Semi Averaged). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peramalan permintaan produk roti menggunakan metode Least Squared dan metode Semi Averaged. Adapun subjek dalam penelitian ini adlah industri Tiara Rizki di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu. Hasil perbandingan antara metode Least Square dan metode Semi Averaged yaitu untuk peramalan permintaan produk roti menggunakan metode Least Square diperoleh nilai MAPE sebesar 10,26%, dengan nilai MSE sebesar 10.794.730,4 dan RMSE sebesar 13.709,387, sedangkan menggunakan metode Semi Averaged diperoleh nilai MAPE 156,57%, dengan nilai MSE sebesar 4.051.463.753,7 dan RMSE sebesar 63.651,11. Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai MSE, RMSE dan MAPE menunjukkan nilai dari metode Least Squared lebih kecil dari metode Semi Averaged, sehingga dapat dikatakan bahwa metode Least Squared lebih baik dari metode Semi Averaged.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Marina. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2019. Analisis Permintaan Dan Penawaran Beras Bulog di Kabupaten Bulungan. Dibawah bimbingan St.Syahdan, M.Pd
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga, permintaan dan penawaran beras bulog di Kabupaten Bulungan. Analisis yang digunakan adalah model Persamaan Simultan dengan metode Two Stage Least Square (TSLS) dengan alat bantu SPSS.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Secara bersama-sama seluruh variabel PDRB, jumlah penduduk, luas panen dan harga beras bulog tahun sebelumnya berpengaruh terhadap harga beras bulog, namun secara parsial keempat variabel bebas tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel harga beras bulog di Kabupaten Bulungan. Secara bersama-sama seluruh variabel harga beras bulog, PDRB, dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap permintaan beras bulog, tetapi secara parsial variabel harga beras bulog berpengaruh terhadap permintaan beras bulog, sedangkan variabel PDRB dan jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap permintaan beras bulog di Kabupaten Bulungan. Secara bersama-sama variabel harga beras bulog, luas panen dan harga beras bulog tahun lalu berpengaru terhadap penawaran beras bulog, tetapi secara parsial variabel harga beras bulog dan harga beras bulog tahun lalu tidak berpengaruh terhadap penawaran beras bulog, sedangkan variabel luas panen berpengaruh terhadap penawaran beras bulog di Kabupaten Bulungan.
Kata Kunci : Permintaan, Penawaran, Beras Bulog, Two Stage Least Square, SPSS.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan merupakan suatu tindakan yang dilakukan guna menyelesaikan masalah – masalah tertentu terkait kemiskinan di Indonesia,dan khususnya di Kabupaten Bulungan. Pada pelaksnaannya, kebijakan seringkali tumpeng tindih dan dinilai tidak tepat sasaran. Hal ini selain disebabkan oleh factor masyarakat itu sendiri, juga berkaitan dengsan kurangnya koordinasi yang dilakukan antar instansi terkait yang memiliki wewenang dalam merencanakan, mengelola dan mengatur proses pelaksanaan serta penyaluran bantuan, program / kegiatan, dan kebijkan – kebijkan lainnya. Terjadinya perbedaan data –data kemiskinan menjadi salah satu penyebab ketimpangan yang terjadi dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bulungan. Data yang terpadu (BDT) yang berisi daftar pendududuk terindetifikasi miskin dan rentang yang selalu dijadikan acuan dalam mendukung tahap analisis kebijkan penanggulangan kemiskinan. Banyaknya alternative kebijkan diikuti target yang harus dicapai menuntut peran dari pengambil keputusan untuk menentukan kebijkan yang paling sesuai dikaitkan dengan kondisi dan situasi kemiskinan melalui suatu indicator kemiskinan pada saat ini ataupun pada masa yang akan dating. Melihat kondisi tersebut, penelitian tugas akhir ini memiliki gagasan untuk merancang sebuah system imformasi peramalan yang dapat digunakan untuk mendukung kebijkan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bulungan melalui mekanisme peramalan dengan adanya intervensi dan target dengan bantuan metode peramalan least square (kuadrat terkecil). Hasil tugas akhir ini adalah rancangan system imformasi peramalan yang dapat digunakan untuk meramalkan indicator – indicator kemiskjinan atas kecenderungan data dimasalalu, meramalkan indicator kemiskinan melalui adanya masukan intevensi kebijakan beserta sasaran penerimannya pada basis data terpadu (BDT). Seta mekanisme dengan target yang digunkan untuk memperoleh rekomendasi jenis – jenis interpensi kebijkan beserta besaran nilai interpensi yang dibutuhkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.