Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Tanah ekspansif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP SIFAT FISIK DAN CBR PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah ekspansif adalah istilah yang sering digunakan pada tanah yang mempunyai potensi pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Tanah ekspansif akan menyusut bila kondisi kadar airnya berkurang, dan sebaliknya akan mengembang jika kadar airnya bertambah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan alternatif penanganan yang tersedia antara lain dengan menggunakan teknologi stabilisasi tanah dengan menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada di Desa Apung sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan sifat fisik dan juga melihat perubahan sifat teknis tanah ekspansif melalui uji CBR laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi awal) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20%, 40% dan 60%, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat teknisnya, dan hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60% dan setelah melewati masa peram 40 hari. Pengujian kadar air menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific gravity meningkat 14,57% dari 2,61 menjasdi 2,99%, berat volume meningkat 31,61% dari 1.36gr/cm³ menjadi 1,79gr/cm³, batas cair menurun sebesar 15,62% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis meningkat 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis menurun 99,44% dari 28,98% menjadi 0,16%, dan CBR di laboratorium terjadi peningkatan nilai CBRDesain yang sangat besar yaitu sebesar 3873,42% dari kondisi awal 0,79% menjadi 30,60%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP PARAMETER SIFAT FISIK DAN PEMADATAN PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang mudah berubah volumenya atau yang mempunyai kembang susut yang besar. Jika adanya peningkatan kadar air, tanah akan mengembang sebaliknya jika kadar air berkurang maka akan terjadi penyusutan. Identifikasi tanah ekspansif dapat dilihat secara visual yaitu dengan terlihatnya permukaan tanah yang retak-retak seperti membentuk poligon pada saat musim kemarau dan pada saat musim hujan sifatnya menjadi sangat lembek, oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan pada jenis tanah seperti ini. Salah satu metode perbaikan tanah ekspansif yang banyak dilakukan adalah dengan cara stabilisasi menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada Provinsi Kaltara sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan parameter sifat fisik dan pemadatan tanah ekspansif melalui uji laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi tanah asli) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20 %, 40 % dan 60 %, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat fisik dan teknisnya. Hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60 % dan setelah melewati masa peram 40 hari. Dari pengujian kadar air (w) menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific grafity (Gs) meningkat sebesar 14,57% dari 2,614 menjadi 2,995, berat volume tanah (γ) meningkat sebesar 31,61% dari 1,36 gr/cm3 menjadi 1,79 gr/cm3, batas cair (LL) turun sebesar 16,17% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis (PL) meningkat sebesar 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis (PI) menurun 96,73% dari 29,36% menjadi 0,96%, pemadatan didapatkan peningkatan berat volume tanah kering (γdry) sebesar 35,57% dari 1,34 gr/cm3 menjadi 2,08 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) turun 59,12% dari 36,23% menjadi 14,81%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Menggunakan Garam Dapur (NaCl)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah ekspansif adalah tanah yang mempunyai potensi kembang susut yang tinggi apabila terjadi perubahan sistem kadar air tanah. Sehingga sering menyebabkan kerusakan pada bangunan, jalan raya, bendungan, tanggul dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dengan memanfaatkan garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasi yang ramah lingkungan dan bahan baku yang mudah diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan stabilizer garam dapur (NaCl) dan masa peram terhadap perubahan sifat fisik dan teknis tanah ekspansif, lalu mengetahui besarnya prosentase campuran dan lama pemeraman yang optimum ditinjau dari pengujian perbaikan tanah ekspansif serta mengetahui besarnya prosentase perubahan sifat fisik dan teknis pada campuran dan masa peram optimum setelah distabilisasi. Dengan menggunakan metode pengujian tanah di laboratorium dengan komposisi campuran bahan stabilizer sebesar 20%, 30% dan 50% dengan masa peram 1 hari, 4 hari dan 7 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa penambahan stabilizer garam dapur dapat meningkatkan sifat fisis dan teknis dengan campuran optimum 50% dan masa peram optimum 7 hari. Prosentase perubahan kadar air (w) turun 56,95%, berat jenis (Gs) naik 19,67%, berat volume tanah naik(γ) 24,19% batas cair (LL) turun 33,52%,batas plastis(PL) naik 92,97%, indeks plastis(PI) turun 96,88%, kohesi ( c ) naik 114,28%, sudut geser dalam (Ø) turun 40,90%, kuat tekan bebas(qu) naik 126,43%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH ABU TERBANG BATU BARA (FLY ASH)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah ekspansif merupakan tanah bermasalah yang memiliki sifat yang mudah mengembang dan mudah menyusut sehingga dapat menyebabkan kerusakan konstruksi yang ada di atasnya oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan. Salah satu metode perbaikan tanah yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah abu terbang batu bara sebagai bahan stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui pengaruh penambahan stabiliser abu terbang batu bara dan masa peram terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tujuan kedua untuk mengetahui besarnya prosentase campuran dan lama pemeraman yang optimum. Tujuan ketiga untuk mengetahui besarnya prosentase perubahan parameter sifat fisis dan mekanis pada campuran dan masa peram optimum setelah distabilisasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengujian tanah di laboratorium dengan komposisi campuran bahan stabiliser sebesar 20%, 30%, dan 40%, dengan masa peram 5, 15, dan 30 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa penambahan bahan stabiliser abu terbang batu bara dapat meningkatkan sifat fisis dan mekanis dengan campuran optimum sebesar 40% dan masa peram optimum 30 hari.prosentase perubahan kadar air (w) turun sebesar 39,94%, berat jenis (Gs) naik 12,99%, berat volume tanah (γ) naik 6,89%, batas cair turun (LL) 14,18%, batas plastis (PL) naik 40,09%, indeks plastis (PI) turun 87,93%, berat volume tanah kering (γdry) naik 14,05%, kadar air optimum (Wopt) turun 38,12%, CBRdesain naik 2.192%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail