Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
IPUNG SURYANTA. 202131004. Identifikasi Karakteristik Sifat Kimia Tanah Lahan Usaha Tani Padi Sawah Pasang Surut di Kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sifat kimia tanah dan memberikan rekomondasi dosis pupuk yang tepat untuk tanaman padi sawah lahan usaha tani pasang surut di kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelinian ini yaitu metode deskriptif dengan melakukan survey pada lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi atau fenomena yang sedang berlangsung secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta lahan usaha tani di Kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode random sampling berdasarkan aturan pengacakan yaitu tidak ada batasan dalam menentukan jumlah contoh tanah yang dipilih, semua titik pengambilan contoh memiliki peluang yang sama dan saling bebas satu sama lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai pH tanah berkisar antara 4.86 5.30 dengan rata-rata pH 5.05, (masam). Kandungan C-organik tanah 1,17% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,53% (rendah), Kandungan N total 0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19% (rendah). Fosfor tersedia 10,47 ppm hingga 18,66 ppm dengan rata-rata 16,08 (rendah), kalium berkisar 18,99 ppm hingga 40,7 7ppm dengan nilai rata-rata 31,08 (rendah), kapasitas tukar kation berkisar antara 4,25 meq/100g hingga 9,94 meq/100g dengan nilai rata-rata 7,33 (rendah), salinitas 0,071 ms/cm sampai 0,090 dengan nilai rata-rata 0,081 mS/cm (normal). Lahan dengan pH masam direkomendasikan menggunakan kapur dolomit 2,3 sampai 5,23 ton/ha. Dosis pemupukan untuk satu kali tanam memerlukan pupuk urea rata-rata 62,26 kg sampai 154,80 kg, pupuk sp-36 sebanyak 50 kg sampai dengan 100 kg, pupuk KCI 25 kg sampai 50 kg. Adapun rekomendasi pemupukan majemuk Pupuk NPK 15-15-15 dalam satu kali musim tanam menggunakan pupuk NPK 15-15-15 100 kg sampai dengan 200 kg dan pupuk tambahan pupuk KCI 0 kg sampai dengan 50 kg, urea 24,76 kg sampai dengan 79,80 kg.
ABSTRACT USRIADI. 201631048. IDENTIFIKASI TINGKAT KEMASAMAN TANAH DAN TIPOLOGI LAHAN BASAH DI UNIT PEMUKIMAN TRANSMIGRASI (UPT) SEPUNGGUR Tipologi lahan merupakan kelas kesesuaian lahan berdasarkan ketersediaan sumber air untuk tanaman tersebut dan biasanya meliputi irigasi, rawa pasang surut atau pasang lebak dan non irigasi. Tingkat kemasaman tanah merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan budidaya tanaman untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, pH netral pada tanah biasanya di tunjukkan pada skala pH 7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tipe Tipologi dan tingkat kemasaman tanah serta macam-macam vegetasi yang ada di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023, di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur Kecamatan Tanjung Selor. Metode penelitian menggunakan analisis data kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur memiliki pH terendah sekitar 5,1 dan pH tertinggi sekitar 5,6 yang dikategorikan sebagai pH yang rendah. Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur dikategorikan sebagai tipe tipologi Zona II lahan rawa pasang surut air tawar dengan tipe luapan A dan B. Serta vegetasi pada Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur merupakan jenis penutup lahan berupa pohon nipah, dengan tanaman tahuan berupa pohon jeruk, jambu air, dan kelapa, serta tanaman musiman lainnya.
IBoby Octorio. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Identifikasi dan Karakterisasi Padi Lokal Di Desa Teras Nawang Kec. Tanjung Palas Tengah Dibawah Bimbingan Tati Hariyati, SP., MP. Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografi dan ekologinya yang bervariasi dengan banyaknya ditemukan keanekaragaman plasma nutfah salah satunya tanaman padi. Teras Nawang merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Bulungan yang ada di Kalimantan Utara yang memiliki potensi komoditas padi lokal yang beragam, padi lokal memiliki karakter dan keunggulan yang lebih bila dibandingkan dengan varietas padi ungul, selain memiliki aroma wangi, dan rasa pulen. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui jenis kultivar yang dibudidayakan oleh petani di Desa Teras Nawang Kec.Tanjung Palas Tengah dan Untuk mengetahui karakterisasi gabah padi lokal yang dibudidayakan petani di Teras Nawang Kec.Tanjung Palas Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi dan wawancara dengan mengumpulkan jenis padi lokal. tahap ke dua melakukan mengumpulkan data pengamatan morfologi tanaman di Desa Teras Nawang Wilayah Kecamatan Tanjung Palas, ke tiga identifikasi karakteristik gabah secara kualitatif, dan kuantitatif gabah padi seperti, bentuk gabah, ukuran gabah, ekor, berat, panjang malai, cabang malai, dan warna. Hasil penelitian berdasarkan hasil observasi terdapat 13 jenis kultivar padi, dengan karakteristik padi yang berbeda dari ukuran, bentuk, warna, berat gabah jumlah gabah permalai, dan jumlah cabang permalai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah padi lokal dari 13 kultivar memiliki umur 5-6 bulan, semua jenis padi tidak memiliki ekor, dan memiliki bentuk, ukuran warna yang berbeda. Kata kunci : Identifikasi, Padi Lokal, Karakteristik Gabah, Teras Nawang,
Identifikasi Komoditas Pangan Unggulan di Kabupaten Bulungan.
Identifikasi Pola Konsumsi Pangan Masyarakat Perkampungan Antal Salimbatu Kabupaten Bulungan.
INTISARI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi sektor/subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan permasalahan pembangunan di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (2) Untuk menganalisis sektor/subsektor basis berdasarkan analisis LQ di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (3) menganalisis sektor/subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan analisis Shift-Share Klasik di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan. Model analisis yang digunakan untuk menentukan sektor basis adalah Location Quotient. Subsektor basis ditunjukkan oleh koefisien LQ lebih besar dari satu (LQ>1), sedangkan sektor non basis ditunjukkan oleh koefisien LQ kurang dari satu (LQ1). Kemudian menggunakan Shift-Share suatu alat analisis yang sangat berguna dalam menganalisis perubahan struktur perekonomian suatu kabupaten yang dibandingkan dengan perekonomian provinsi. Analisis ini dapat dilakukan untuk menentukan kinerja atau produktivitas perekonomian daerah kabupaten dengan membandingkannya dengan daerah yang lebih besar (regional atau nasional). Hasil analisa potensi ekonomi di kawasan perbatasan, Kontribusi terbesar pada perekonomian Kabupaten Nunukan adalah sektor pengadaan listrik dan air, sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian, sehingga erdasarkan analisis LQ, sektor pengadaan listrik dan air adalah sektor basis yang mampu memenuhi kebutuhan daerah dan juga mampu mengekspor ke daerah lain dan hasil analisis Shift-Share Klasik menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki keunggulan kompetitif yang terbesar. Hal ini diperuhi oleh melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung pembangunan wilayah ini supaya tidak lagi menjadi daerah yang terisolir dan tertinggal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan mampu meningkatkan produktifitas setiap sektor yang akan dikembangkan di Kabupaten Nunukan. . Kata Kunci: Identifikasi, Potensi, Ekonomi dan Perbatan
MERI ASTIKA. Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2019, Identifikasi Jenis Cacing Tanah Di Wilayah Bantaran Sungai Kayan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat. (Dibimbing oleh Ibu Rina Lesmana, SP.MM) Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui jenis-jenis cacing tanah yang ada di wilayah bantaran sungai kayan berdasarkan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Barat Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengambilan sampel cacing tanah menggunakan metode hand sorting (sortir menggunakan tangan). Metode hand sorting merupakan salah satu metode penyortiran dengan tangan. Dimana metode ini menggunakan tangan untuk mengambil atau meneliti suatu sampel (Renny, 2012).Penentuan plot akan dipasang menggunakan metode purposiv sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau srata, melainkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu (Arikunto, 2006). Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada 3 (tiga) lokasi yaitu pada lahan hutan sekunder yang berjumlah 7 plot, jenis cacing tanah yang teridentifikasi adalah Genus Pheretima, sedangkan jenis cacing tanah yang teridentifikasi pada lahan pertanian yang berjumlah 11 plot, jenis cacing tanah yang teridentifikasi adalah Genus Pontoscolex, dan jenis cacing tanah yang teridentifikasi pada lahan pemukiman yang berjumlah 11 plot yaitu Genus Microscolex.
Sarah windah. 2018. “Identifikasi Morfologi padi sawah lokal di kecamatan tanjung palas provinsi kalimantan utara”. Pembimbing : Tati hariyati, SP., MP. Varietas padi sawah lokal yang tersebar di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara dan banyak dibudidayakan disawah oleh para petani. Padi lokal dibudidayakan hingga saat ini akan tetapi belum pernah dilakukan identifikasi morfologi padi lokal secara spesifik. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui secara morfologi padi sawah lokal dan dapat digunakan sebagai bahan pengembangan dalam program pemulian tanaman pangan. Metode penelitian dilakukan ialah mencari informasi, mengumpulkan data padi lokal yang ditanam petani disawah dan melakukan pengamatan . Morfologi yang diamati terdiri dari, tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, bentuk batang, bentuk daun, dan jumlah anakan. umur dan masa panen, panjang malai dan jumlah biji/malai. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman mulai dari 90 HST - 120 HST. Varietas tersebut berasal dari 4 desa diantaranya Desa Teras Baru, Desa Pejalin, dan Desa Antutan. Dua belas varietas lokal padi sawah yang di identifikasi dari beberapa lokasi di Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara dengan umur panen yaitu 5 – 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi sawah lokal termasuk tanaman yang memiliki potensi yang sangat besar dalam budidaya tanaman pangan.
JULIANUS TEMO. 201431031, Identifikasi Kenampakan fisik Tanah Gambut (Peat Soil) Di Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kebupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah Bimbingan Rina Lesmana Sp,. Mm. Pemaanfaatan lahan gambut saat ini mendapatkan perhatian besar, sebagai lahan potensial untuk dijadikan lahan pertanian. Berdasarkan keputusan presiden No. 32/1990, Tanah Gambut dengan ketebalan > 3 m diperuntukan sebagai kawasan konservasi. Menurut Agus et al. (2011), hutan gambut yang masih alami berperan sebagai penyerap gas CO2 dan menyimpan cadangan air. Tanah gambut memiliki cadangan karbon dalam tanah sebesar 300-700 t/ha. Berdasarkan sebaran tanah gambut di Kalimantan Timur seluas 696,9 ribu ha, maka dari itu Kalimantan Utara merupakan bagian dari luasan tanah gambut Kalimantan Timur tersebut. Namun saat ini belum tersedianya data sebaran tanah gambut di Kalimantan Utara secara keseluruhan sehingga perlu dilakukan Penelitian Identifikasi Kenampakan fisik Tanah Gambut Di Kelurahan Tanjung Selor Timu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, yang memiliki luas wilayah mencapai ±1.713 ha, dengan topogafi datar dengan lereng 0% . lahan di Kelurahan Tanjung Selor Timur merupakan lahan pasang surut yang memiliki potensi sebaran tanah gambut. Berdasarkan hasil penelitian dari 3 lokasi pengambilan sampel teridentifikasi tanah gambut di Kelurahan Tanjung Selor Timur pada lokasi 3 penelitian, dengan ketebalan 50-100 pada titik sampel 1,3,4, dan 5. Pada titik sempel 2 degan keteban gambut 100-150 cm, dengan kondisi lahan tergenang dan memilki kematangan gambut setenga matang (himik) dengan warna tanah coklat kehitaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi sektor/subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan permasalahan pembangunan di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (2) Untuk menganalisis sektor/subsektor basis berdasarkan analisis LQ di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (3) menganalisis sektor/subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan analisis Shift-Share Klasik di Kabupaten Nunukansebagai kawasan perbatasan. Model analisis yang digunakan untuk menentukan sektor basis adalah Location Quotient. Subsektor basis ditunjukkan oleh koefisien LQ lebih besar dari satu (LQ>1), sedangkan sektor non basis ditunjukkan oleh koefisien LQ kurang dari satu (LQ1). Kemudian menggunakan Shift-Share suatu alat analisis yang sangat berguna dalam menganalisis perubahan struktur perekonomian suatu kabupaten yang dibandingkan dengan perekonomian provinsi. Analisis ini dapat dilakukan untuk menentukan kinerja atau produktivitas perekonomian daerah kabupaten dengan membandingkannya dengan daerah yang lebih besar (regional atau nasional). Hasil analisa potensi ekonomi di kawasan perbatasan, Kontribusi terbesar pada perekonomian Kabupaten Nunukan adalah sektor pengadaan listrik dan air, sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian, sehingga erdasarkan analisis LQ, sektor pengadaan listrik dan air adalah sektor basis yang mampu memenuhi kebutuhan daerah dan juga mampu mengekspor ke daerah lain dan hasil analisis Shift-Share Klasik menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki keunggulan kompetitif yang terbesar. Hal ini diperuhi oleh melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung pembangunan wilayah ini supaya tidak lagi menjadi daerah yang terisolir dan tertinggal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan mampu meningkatkan produktifitas setiap sektor yang akan dikembangkan di Kabupaten Nunukan.