Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Identifikasi Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Bulungan
AGUS SANTOSO. 201831018. ANALISIS SEBARAN SPASIAL INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BULUNGAN Indeks potensi lahan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan indeks potensi lahan ini tentu akan lebih efisien jika disajikan dalam bentuk spasial. Kabupaten Bulungan merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara dengan luas 13.181,92 Km persei. Wilayah administrasi Kabupaten Bulungan terdiri atas 10 (sepuluh) kecamatan. Kecamatan Peso merupakan kecamatan terbesar dengan luas 3.142,79 Km persegi dari total wilayah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis indeks potensi lahan dengan lima parameter penyusun, yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, dan curah hujan serta faktor pembatas yaitu kerawanan bencana banjir. Parameter yang sudah dilakukan pengskoran kemudian di overlay dan dikelaskan sesuai dengan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas indeks potensi lahan (IPL) di Kabupaten Bulungan terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas tinggi dengan nilai IPL 14,9 – 18,9, kelas sedang dengan nilai IPL 10,8 – 14,8, kelas rendah dengan nilai IPL 6,7 – 10,7, dan kelas sangat rendah dengan nilai IPL 2,5 – 6,6. Untuk potensi lahan pertanian tingkat tinggi di Kabupaten Bulungan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah dan masyarakat berada di Kecamatan Bunyu dengan luas 269,8 Ha, Kecamatan Peso Hilir dengan luas 31,7 Ha, Kecamatan Sekatak dengan luas 3.030,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas dengan luas 4,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan luas 1.220,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan luas 503,2 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas 4.145,7 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan luas 997,0 Ha, dan Kecamatan Tanjung Selor dengan luas 562,4 Ha. Kata Kunci : Indeks Potensi lahan, Lahan pertanian, Sistem Informasi Geografis
ANALISA UNSUR HARA MIKRO PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA SAJAU HILIR KABUPATEN BULUNGAN
Usaha peningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan air Irigasi yang sudah disiapkan pemerintah salah satunya yang terletak di Kabupaten Bulungan, Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara. Tetapi juga masih belum dirasa optimal oleh sebagian besar petani nya, Hal itu karena pada sawah yang telah aktif digunakan pemenuhan kebutuhan airnya masih sangat minim, walaupun jaringan irigasi sudah dibangun, tetapi pada kenyataannya masih belum berfungsi secara maksimal. Analisa yang di gunakan mengunakan untuk menncari kebutuhan air dengan Metode Penman Modifikasi dari hasil analisis didapatkan debit kebutuhan air untuk persiapan lahan pertanian, kebutuhan air lahan, dari musim pra taman hingga panen. Serta untuk pengukuran debit kebutuhan saluran pada irigasi mengunakan Analisa Hidrolika Efesiensi kebutuhan air irigasi, dimana bertujuan untuk menganalisa debit (Q) yang dapat di aliri oleh saluran irigasi. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan air untuk sawah pada periode tanam pertama NFR max 0,14 l/dt/ha dan periode ke dua NFR max 0,29 l/dt/ha. Dan debit jaringan irigasi sudah mampu melayani kebutuhan Air untuk kebutuhan sawah dimana debit air yang di hasilkan saluran 1 (satu) 6,55 m3/det, saluran 2 (dua) 11,50 m3/det dan saluran 3 (tiga) 14,34 m3/det dengan efisiensi saluaran 92 %. Dalam hal ini saluran dapat menampung dan menyalurkan air pada persawahan.
On agricultural industries development in Indonesia; festschrift in honor of Bungaran Saragih on his 60th anniversary, Minister of Agriculture of Indonesia, 2000-2004; collection of articles.
Peran pertanian pada pembangunan nasional, memasuki abad 21 visi pembangunan pertanian adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Untuk mencapai visi tersebut misi yang dikembangkan adalah pemberdayaan petani, peternak, nelayan menuju masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan. Buku ini dirancang sebagai pegangan yang membantu dan mempermudah mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Agribisnis. Buku ini dipaparkan sejumlah aplikasi analisis berbagai permasalahan usahatani pragmatis dan kritis. Sistem usahatani terpadu tanaman padi, palawija, dan ternak sapi potong dapat menjadi alternatif pemecahan yang sangat relevan. Secara teoritis sistem usahatani terpadu dapat berfungsi mempertahankan kesuburan tanah dan meningkatkan efisiensi. Bab pendahuluan menjelaskan analisis rugi - laba dan kontribusi usaha ternak sapi potong dan usahatani tanaman pangan di lahan sawah pendapatan keluarga. Bab tinjauan pustaka mengkaji proses biologis dan aktivitas pengelolaan sumberdaya untuk memproduksi tanaman dan ternak dari usahatani dengan cara mengendalikan dan memadukan aspek agronomi dan aspek sosial ekonomi dengan memperhatikan aspek lingkungan tertentu. Bab kerangka konsep pembangunan pertanian, Pola pengembangan ternak dengan mengintegrasikan komponen ternak ruminansia besar, khususnya sapi potong ke dalam usahatani tanaman pangan dan palawija, sudah diterapkan dewasa namun belum banyak dilakukan. Usahatani tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dapat menyediakan bahan yang dapat dipergunakan sebagai sumber pakan, sementara ternak dapat menyediakan bahan baku sumber pupuk organik. Bab metode analisis keberlanjutan model integrasi antara sapi potong dan tanaman pangan menggunakan modifikasi dari metode Rap-SISPOTTA (Rap-SISPOTTA modified) sebagai suatu metode multi-disciplinary rapid appraisal yang baru untuk mengevaluasi keberlanjutan. Dimensi keberlanjutan dalam agribisnis system integrasi ternak sapi potong dengan tanaman hortikultura. Bab hasil usahatani yang dilakukan adalah tanaman padi dan dilanjutkan dengan tanaman jagung, baik tumpang sari maupun secara tunggal. Ternak berfungsi yang dipelihara berarti semakin besar tabungan yang dmiliki petani. Pengembangan peternakan sangat erat kaitannya dengan kehidupan petani di pedesaan yang sebagian besar melakukan kegiatan usahatani tanaman mgan dan hasil limbah pertanian untuk pakan ternak. Bab penutup bahwa perbaikan penyediaan teknologi, infrastruktur, hukum dan kelembagaan di daerah penelitian, agar terintegrasi usaha sapi potong dengan tanaman bisa menjadi dimensi yang berkelanjutan.
Buku ini disusun dengan memuat konsep umum dari budidaya tanaman dan kemajuan teknologi budidaya tanaman saat ini termasuk bagaimana pengembangnnya. Perkembangan budidayatanaman saat ini mengharuskan kita berbah pandangan dari konvensional menuju era teknologi menyongsong era revolusi industri 4.0 yang didalamnya penuh dengan teknologi digital. Buku ini disusun dengan tujuan untuk menjadi bahan referensi bagi masyarakat akademik khususnya mahasiswa agar memliki bahan bacaan yang sekaligus menjadi tuntunan dalam melaksanakan kegiatan belajar, menyusun karya ilmiah dan akan memberikan motivasi bagi para tenaga pengajar lainnya dalam menuangkan pikirannya baik yang dilihat, dialami maupun yang dipelajari dalam berbagai literatur mewujudkan teori yang dipelajari selama ini.
Reformation of economic system and policies of Indonesia; collection of articles.
Evaluation of Indonesian economics related to economic globalization in the next long term development plan of Indonesia; collection of articles.
Coordination of socio-economic research of the Indonesian agricultural sector; proceedings of a meeting.
Buku Pintar Ekonomi Syariah ini hadir sebagai salah satu upaya untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat mampu memahami konsep dan operasional ekonomi syariah. Hadirnya buku ini juga merupakan upaya bersama untuk mengawal praktik ekonomi syariah agar bisa dijalankan sesuai konsep. Buku ini berisi definisi atas istilah di bidang Ekonomi Syariah, seperti Kaidah Ekonomi Syariah, Kelembagaan Ekonomi Syariah, Konsep Akad Syariah, Konsep dan Produk Bank Syariah (Pendanaan, Pembiayaan, Jasa, Surat Berharga, Instrumen Terkait, dan lain-lain), Operasional Bank Syariah (Akuntansi, Sistem dan Distribusi Bagi Hasil, Manajemen Risiko, Audit, IT, Marketing, Human Capital, Analisis Pembiayaan, Pembiayaan Bermasalah, Restrukturisasi Pembiayaan, Pajak, Laporan Keuangan, Good Corporate Governance, dan lain-lain), Dewan Syariah Nasional, Dewan Pengawas Syariah, Konsep Produk dan Operasional Asuransi Syariah, Reasuransi Syariah, MLM Syariah, Investasi Syariah (Pasar Modal, Reksa Dana, Obligasi dan/atau Sukuk, Saham, Surat Berharga, dan lain-lain), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Koperasi Syariah, Baitul Maal wat Tamwiil (BMT), Zakat (Jenis, Perhitungan, Akuntansi, dan Audit), Infaq, Shadaqah, Wakaf, Modal Ventura Syariah, Regulasi, Pemikir Ekonomi Syariah, Sejarah Ekonomi Syariah, dan lain-lain.
Buku panduan ini memuat petunjuk cara pelaksanaan PL baik On farm ( kebun ) maupun off farm ( Pilot plant ). Konsep acara PL telah disesuaikan dengan SKKNI ( Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) sehingga diharapkan mahasiswa memiliki bekal yang cukup sebelum melakukan magang di perusahaan atau industri perkebunan.
Buku ini memberikan penjelasan materi yang disajikan dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami. Selain itu, dalam buku ini juga diberikan latihan-latihan yang banyak dan bervariasi dengan gambar-gambar, grafik, dan tabel beserta penjelasannya. Dengan buku ini, mahasiswa diharapkan lebih memahami materi dan termotivasi untuk belajar terus-menerus serta terlatih dalam memahami soal matematika dasar yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan aplikasinya dalam ekonomi. Dalam menyusun buku ini, kami mengacu pada buku-buku matematika ekonomi.
Agricultural policies and economic aspects of agriculture in Indonesia; collection of articles.