ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evapotranspirasi Potensial (ETo) merupakan parameter kunci dalam analisis neraca air, perencanaan irigasi, dan perancangan infrastruktur keairan. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik iklim tropis basah dengan aktivitas evapotranspirasi yang sangat dinamis. Namun, analisis hidrometeorologi regional di wilayah ini dihadapkan pada tantangan keterbatasan, ketidakberlanjutan (missing data), serta distribusi stasiun pantau cuaca bumi (BMKG) konvensional yang tidak merata di atas luasan wilayah sebesar 75.000 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memetakan distribusi spasial-temporal nilai ETo bulanan di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara menggunakan integrasi teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan data reanalisis satelit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris standar internasional Penman-Modifikasi (FAO-24). Input parameter klimatologi jangka panjang (periode 10 tahun, 2016–2025) meliputi temperatur udara (T, Tmax, Tmin), kelembapan relatif (RH), kecepatan angin (u2), dan radiasi matahari gelombang pendek bersih (Rs) yang diakuisisi dari data berbasis grid platform NASA POWER (asimilasi model atmosfer global MERRA-2). Visualisasi dan pemetaan distribusi spasial dilakukan memanfaatkan teknik interpolasi berbasis SIG. Hasil penelitian ini menyajikan peta sebaran spasial-temporal ETo kontinu tingkat provinsi yang informatif guna mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kehilangan air permukaan tertinggi di Kaltara. Berdasarkan pemetaan tersebut, nilai ET_0 tertinggi tercatat di Tarakan pada bulan April sebesar 5,23 mm/hari, sedangkan nilai terendah teridentifikasi di Bulungan pada bulan Januari sebesar 3,70 mm/hari. Secara praktis, luaran penelitian ini berkontribusi sebagai basis data hidrometeorologi sekunder yang valid bagi perencana infrastruktur sipil dalam menghitung debit andalan, mendesain kapasitas tampung waduk/bendungan, sistem drainase, serta manajemen alokasi air irigasi regional pada wilayah tropis basah yang minim infrastruktur pemantauan darat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AGUS SANTOSO. 201831018. ANALISIS SEBARAN SPASIAL INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BULUNGAN Indeks potensi lahan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan indeks potensi lahan ini tentu akan lebih efisien jika disajikan dalam bentuk spasial. Kabupaten Bulungan merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara dengan luas 13.181,92 Km persei. Wilayah administrasi Kabupaten Bulungan terdiri atas 10 (sepuluh) kecamatan. Kecamatan Peso merupakan kecamatan terbesar dengan luas 3.142,79 Km persegi dari total wilayah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis indeks potensi lahan dengan lima parameter penyusun, yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, dan curah hujan serta faktor pembatas yaitu kerawanan bencana banjir. Parameter yang sudah dilakukan pengskoran kemudian di overlay dan dikelaskan sesuai dengan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas indeks potensi lahan (IPL) di Kabupaten Bulungan terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas tinggi dengan nilai IPL 14,9 – 18,9, kelas sedang dengan nilai IPL 10,8 – 14,8, kelas rendah dengan nilai IPL 6,7 – 10,7, dan kelas sangat rendah dengan nilai IPL 2,5 – 6,6. Untuk potensi lahan pertanian tingkat tinggi di Kabupaten Bulungan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah dan masyarakat berada di Kecamatan Bunyu dengan luas 269,8 Ha, Kecamatan Peso Hilir dengan luas 31,7 Ha, Kecamatan Sekatak dengan luas 3.030,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas dengan luas 4,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan luas 1.220,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan luas 503,2 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas 4.145,7 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan luas 997,0 Ha, dan Kecamatan Tanjung Selor dengan luas 562,4 Ha. Kata Kunci : Indeks Potensi lahan, Lahan pertanian, Sistem Informasi Geografis
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
APRITA.A 201631018. Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2023. Analisis Strategi Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Punan Dulau, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. (Dibimbing oleh Ibu Nila Rusyanti S.P.,MP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai obat dan cara masyarakat memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga) di Desa Punan Dulau Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengumpulan data pada penelitian menggunakan snowball sampling dengan jumlah 20 responden, sedangkan jumlah penduduk Desa Punan Dulau 288 jiwa. Hasil penelitian ada 11 jenis tanaman obat yaitu tanaman lung putih, tanaman siket, tanaman akar mota, tanaman kliwang, tanaman bian, tanaman butung bantung, tanaman puli nesom, tanaman puli mayo, tanaman ketimang, tanaman kelangka dan tanaman pedalan yang dimanfaatkan sebagai obat bagi kesehatan. Jenis data dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dan sampel digunakan parameter sensus untuk menentukan 20 responden secara sengaja dengan metode snowball sampling dan purposive sampling. Metode penentuan data digunakan adalah pengumpulan data, analisis dan tabulasi. Kata kunci: Potensi Tanaman Obat, Pemanfaatan Tanaman Obat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ESTIMASI POTENSI RESIKO SEBARAN COVID-19 DI KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi sektor/subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan permasalahan pembangunan di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (2) Untuk menganalisis sektor/subsektor basis berdasarkan analisis LQ di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (3) menganalisis sektor/subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan analisis Shift-Share Klasik di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan. Model analisis yang digunakan untuk menentukan sektor basis adalah Location Quotient. Subsektor basis ditunjukkan oleh koefisien LQ lebih besar dari satu (LQ>1), sedangkan sektor non basis ditunjukkan oleh koefisien LQ kurang dari satu (LQ1). Kemudian menggunakan Shift-Share suatu alat analisis yang sangat berguna dalam menganalisis perubahan struktur perekonomian suatu kabupaten yang dibandingkan dengan perekonomian provinsi. Analisis ini dapat dilakukan untuk menentukan kinerja atau produktivitas perekonomian daerah kabupaten dengan membandingkannya dengan daerah yang lebih besar (regional atau nasional). Hasil analisa potensi ekonomi di kawasan perbatasan, Kontribusi terbesar pada perekonomian Kabupaten Nunukan adalah sektor pengadaan listrik dan air, sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian, sehingga erdasarkan analisis LQ, sektor pengadaan listrik dan air adalah sektor basis yang mampu memenuhi kebutuhan daerah dan juga mampu mengekspor ke daerah lain dan hasil analisis Shift-Share Klasik menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki keunggulan kompetitif yang terbesar. Hal ini diperuhi oleh melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung pembangunan wilayah ini supaya tidak lagi menjadi daerah yang terisolir dan tertinggal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan mampu meningkatkan produktifitas setiap sektor yang akan dikembangkan di Kabupaten Nunukan. . Kata Kunci: Identifikasi, Potensi, Ekonomi dan Perbatan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BumDes, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Pengelolaan BumDes sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat desa, yaitu dari desa, oleh desa, dan untuk desa.program yang dilaksanakan oleh BumDes Salimbatu yakni dengan pengolahan pupuk organik dari kotoran ternak yang dimiliki masyarakat dengan cara dibeli oleh bumdes kemudian diolah lalu dijual kembali. Tujuan ini adalah untuk mengetahui pengembangan potensi ekonomi desa melalui badan usaha milik desa (BumDes) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Salimbatu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penelitian lapangan dan yang menjadipopulasi sekaligus sampel dalam penelitian ini ialah Kepala Desa, Ketua Bumdes, Anggota BumDes, Masyarakat Desa. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara dan dokumentasi.teknik analisis data yang digunakan ialah metode analisis kualitatif dengan menggunakan cara berfikir induktif Berdasarkan hasil peneltian diketahui bahwa ada peningkatan kesejahteraan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh BumDes Salimbatu kepada masyarakat. Itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang merasakan adanya dampak positif diantaranya bertambahnya pendapatan dari hasil penjualan kotoran ternak, dapat membeli pupuk organik dengan harga terjangkau, menambah sedikit lapangan pekerjaan, pengetahuan tentang pengolahan pupuk organik, semakin lancarnya pembangunan di desa. Namun harus ada beberapa catatan yakni perlu dilakukan pengembangan potensi ekonomi disektor lain, tidak hanya pengolahan pupuk organik. Kata Kunci Potensi Bumdes Mengembangkan Ekonomi Salimbatu
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sektor mana yang merupakan sektor potensial berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menganalisis sektor mana yang merupakan sektor non potensial berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hasil pehitungan diperoleh bahwa sektor-sektor yang berspesialisasi secara nasional tumbuh cepat yaitu sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Industri Pengolahan, sektor Pengadaan Listrik dan Gas, sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan daur Ulang, sektor konstruksi. Sektor-sektor yang berspesialisasi secara nasional tumbuh lambat yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, reparasi mobil dan Sepeda motor, sektor Transportasi dan pergudangan, sektor Penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor Informasi dan komunikasi, sektor Jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa perusahaan, sektor Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor jasa lainnya. Sektor-sektor yang mempunyai tidak mempunyai daya saing yaitu sektor, sektor Jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa perusahaan, sektor Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor jasa lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANITA, 2016. Potensi Pasar Tradisional Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat (studi kasus pasar sore tanjung selor). Skripsi Program Studi Ekonomi Universitas Kaltara Tanjung Selor, Pembimbing : Bapak Machmud Al Amrie S.E,.M.Pd Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi pasar tradisional dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasar sore berpotensi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah, pendekatan sosiologis karena peneliti melakukan interaksi lingkungan sesuai dengan unit sosial, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah survey pustaka, observasi dan wawancara. Lalu, teknik pengolahan dan analisa data dilakukan dengan melakukan tahapan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan tahap akhir adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasar sore tanjung selor berpotensi dalam peningkatan ekonomi pedagang. Adapun potensi pasar sore tanjung selor adalah dengan harga yang lebih yang murah. Dengan memaksimalkan potensi yang ada di pasar sore ini dapat memberikan peluang pendapatan masyarakat dalam menghadapi tuntunan jaman untuk mengembangkan perekonomian keluarga melalui usaha berdagang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nabilah Al Jufrie “Analisis Potensi Pembangunan Produksi Pertanian Padi Untuk Meningkatkan Pendapatan Dan Kesejahteraan Petani Desa Sajau Hilir Kabupaten Bulungan”. Dengan bimbingan Ibu Suud Ema Fauziah Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi pengembangan hasil pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan dan meningkatkan pembangunan petani di Desa Sajau dan juga untuk mengetahui faktor penghambat dan kendala dalam meningkatakan hasil produk petani padi di Desa Sajau Hilir. jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif Kualitatif. Metode penelitian yaitu wawancara (wawancara tak berstruktur) dan kajian kepustakaan, sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa data dari BPS Kabupaten Bulungan dan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Hasil dari penelitian ini potensi (pengembangan) pertanian padi yang ada di Desa Sajau Hilir nantinya dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan dan pembangunan pertanian lebih baik dari sebelumnya apalagi dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi sangat memperhatikan hal ini, dan padi di Desa Sajau Hilir pada tahun 2019 sudah melakukan panen dengan luas lahan 300 hektare dan pada akhir tahun 2019 juga ada penambahan lahan, dengan adanya penambahan lahan ini Pemerintah Kabupaten bulungan mengharapkan kesungguhan dan rasa persatuan kesatuan dari petani agar terus dipererat. Sehingga yang kita laksanakan ini bisa berhasil. Bukan hanya untuk Desa Sajau saja, tapi bagi program ketahanan pangan di Indonesia, Di lain sisi, juga meminta agar Organisasi Perangkat Daerah terkait bisa maksimal dalam memberikan pendampingan kepada petani. Sehingga persoalan atau kendala-kendala yang ada di lapangan, dapat dicarikan jalan keluar secara cepat dan tepat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN DINAS PEMUDA OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENGEMBANGAN POTENSI OBJEK WIISATA GUNUNG PUTIH KECAMATAN TANJUNG PALAS ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Peranan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan dalam Pengembangan Potensi Objek Wisata Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Penelitian dilakukan kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan, Kepala Bidang Pariwisata, dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Dari analisis data dalam penelitian kualitatif pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan selama pelaksanaan penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasi data yang diperoleh kedalam sebuah kategori, menjabarkan data kedalam unit-unit, menganalisis data yang penting, menyusun atau menyajikan data yang sesuai dengan masalah penelitian dalam bentuk laporan dan membuat kesimpulan agar mudah untuk dipahami. Dari hasil penelitian diketahui bahwa potensi objek wisata gunung putih sangat baik dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), adapun strategi yang dilakukan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dalam pengembangan objek wisata yaitu dengan membuat program-program, promosi, dan kebijakan-kebijakan yang didalamnya membangun dan mengembangkan objek wisata dan sumber daya manusia dalam hal ini pelaku wisata dengan cara melakukan pelatihan pemandu wisata, agar para wisatawan bisa puas dan memahami tentang seni, budaya, dan potensi yang dimiliki objek wisata gunung putih.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MODEL DAN STRATEGI DINAS PEMUDA OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN BULUNGAN DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI WISATA DI KABUPATEN BULUNGAN MUH. SAHRUL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KALTARA ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya alam yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah yang mengelola sumber daya alamnya yang terkelolah dengan baik. Maksud dari penelitian yang penulis lakukan untuk mengetahui Model dan Strategi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan dalam mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Bulungan agar berdaya saing untuk menarik wisatawan. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, digunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggali fakta, data atau informasi yang diperoleh dideskripsikan sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan dan disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat kemudian ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa, (1) Model dan Strategi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan dalam mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Bulungan, (2) Rekomendasi Pengembangan Kawasan Berdasarkan Daya Dukung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT DEVELOPMENT OF POTENTIAL METUN SAJAU VILLAGE AS A VILLAGE TOURISM IN BULUNGAN DISTRICT FOR SUPPORTING VILLAGE ECONOMY By HASNAWATI HASAN Bulungan Regency is very rich in tourism potential which is spread in various regions or districts which are divided into several sectors including marine tourism, religion or culture, ecotourism and event tourism. Of all these attractions each has its own attraction so that it is crowded with both domestic and foreign tourists and domestic and foreign tourist arrivals are relatively increasing every year. However, the development of tourism potential in the Metun Justu Village in particular has not maximally contributed to local revenue (PAD), therefore tourism potential needs to be developed, in addition to utilizing the available potential, tourism development is also intended to increase regional income. This study aims to determine the potential and strategy of tourism development in the village of Metun Sajau. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. Research informants were determined purposively. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, drawing conclusions and data triangulation. Data is presented and analyzed descriptively. The results showed that the Village Tourism Office of Metun Sajau had a strategy to develop the tourism potential in the village. The development strategies carried out are as follows; Man, to maximize human resources in the West Coast Regency Tourism Office, considering the quantity is still not maximal, the Department of Tourism cooperates with stakeholders such as communities, agents, bloggers and forming promotional bodies.tourism to support tourism marketing. Money, the budget used to develop tourism includes the Special Allocation Fund (DAK), given the DAK of the Regency of Bulungan, especially the Village M, but it is still relatively small, the Department of Tourism cooperates with the private sector in providing accommodation and culinary in the tourist area . Material, to optimize infrastructure in tourist areas and encourage tourism competitiveness The Tourism Office implements a partnership scheme between the government and the private sector and develops the application of tourism management independence schemes. Method, physical development includes improving infrastructure of facilities and infrastructure as new tourist destinations or stub and tourism areas that will be developed and improving facilities for supporting tourism activities. Market, carry out events such as exhibitions in and outside the area and work together with the media (Facebook, website, Instagram) to improve the promotion of tourism.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi sektor/subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan permasalahan pembangunan di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (2) Untuk menganalisis sektor/subsektor basis berdasarkan analisis LQ di Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan (3) menganalisis sektor/subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif berdasarkan analisis Shift-Share Klasik di Kabupaten Nunukansebagai kawasan perbatasan. Model analisis yang digunakan untuk menentukan sektor basis adalah Location Quotient. Subsektor basis ditunjukkan oleh koefisien LQ lebih besar dari satu (LQ>1), sedangkan sektor non basis ditunjukkan oleh koefisien LQ kurang dari satu (LQ1). Kemudian menggunakan Shift-Share suatu alat analisis yang sangat berguna dalam menganalisis perubahan struktur perekonomian suatu kabupaten yang dibandingkan dengan perekonomian provinsi. Analisis ini dapat dilakukan untuk menentukan kinerja atau produktivitas perekonomian daerah kabupaten dengan membandingkannya dengan daerah yang lebih besar (regional atau nasional). Hasil analisa potensi ekonomi di kawasan perbatasan, Kontribusi terbesar pada perekonomian Kabupaten Nunukan adalah sektor pengadaan listrik dan air, sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian, sehingga erdasarkan analisis LQ, sektor pengadaan listrik dan air adalah sektor basis yang mampu memenuhi kebutuhan daerah dan juga mampu mengekspor ke daerah lain dan hasil analisis Shift-Share Klasik menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki keunggulan kompetitif yang terbesar. Hal ini diperuhi oleh melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung pembangunan wilayah ini supaya tidak lagi menjadi daerah yang terisolir dan tertinggal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan mampu meningkatkan produktifitas setiap sektor yang akan dikembangkan di Kabupaten Nunukan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1. Pengelolaan dan pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bulungan, dan 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan. Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan sebagai informan kunci (key informan), Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kepariwisataan dan Kepala Bidang Kebudayaan serta Kepala Seksi-Kepala Seksi di kedua bidang, ditambah Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai informan ahli, dan orang-orang yang dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan kepariwisataan di Kabupaten Bulungan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (a) Pedoman Wawancara, (b) Panduan Observasi berupa pengamatan terhadap obyek yang diteliti, dan (c) Dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1. Dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan ditemukan bahwa : (a) Setiap perencanaan dan penyusunan kegiatan kepariwisataan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan selalu mengacu dan berpedoman pada Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). (b) Adanya kendala dalam pembangunan fasilitas publik di setiap obyek wisata karena : (1) Keterbatasan pengalokasian dana pembangunan pada saat pembagian pagu anggaran, (2) Masalah kepemilikan lahan, (3) Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, yaitu jalan, listrik dan air bersih. (c)Telah terpenuhinya empat aspek implementasi kebijakan kepariwisataan, yaitu : (1) Pembangunan dan pengembangan infrastruktur, (2) Aktivitas pemasaran, (3) Peningkatan kualitas budaya dan lingkungan, dan (4) Pengembangan sumber daya manusia. 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan, adalah ; (a) Wisata alam, karena sumber daya wisata yang menarik dan alami berupa air terjun dan pantai, dan (b) Wisata buatan atau minat khusus, karena minat masyarakat yang besar pada obyek wisata ini dan keberadaan obyek wisata ini masih langka, sehingga belum bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan