ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata dan kearifan lokal terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel pengembangan pariwisata tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,885. Sementara itu, variabel kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,579. Secara simultan, pengembangan pariwisata dan kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,494 menunjukkan bahwa 49,4% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor berbasis jasa yang sangat potensial dan strategis dalam membantu meningkatkan perekonomian nasional dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis peran sektor pariwisata dalam pembentukan output, permintaan antara, permintaan akhir, dan nilai tambah brutoProvinsi Kalimantan Utara, (2) Menganalisis keterkaitan sektor pariwisata dengan sektor-sektor lainnya di Provinsi Kalimantan Utara, (3) Menganalisis dampak dan pengaruh penyebaran sektor pariwisata terhadap sektor lainnya, dan (4) Menganalisis efek multiplier output, multiplier pendapatan, dan multiplier tenaga kerja sektor pariwisata dalam perekonomian Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Analisis Input-Output dari Tabel Input-Output Provinsi Provinsi Kalimantan Utara dengan diagreasi 17 sektor. Berdasarkan hasil analisis Input-Output, sektor pariwisata dengan nilai terbesar adalah perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum dan sektor informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil analisis, untuk sektor pariwisata yang tergolong dalam sektor kunci adalah sektor perdagangan besar, eceran dan transportasi. Dampak kegiatan pariwisata menunjukkan adanya hubungan yang positif terhadap perekonomian dengan adanya kenaikan output dari investasi di sektor pariwisata, penciptaan pendapatan rumah tangga atau masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja ke seluruh sektor perekonomian melalui kegiatan investasi. ABSTRACT The tourism sector is a service-based sector that has great potential and is strategic in helping improve the national and regional economy. This research aims to: (1) Analyze the role of the tourism sector in forming output, intermediate demand, final demand, and gross value added in North Kalimantan Province, (2) Analyze the relationship between the tourism sector and other sectors in North Kalimantan Province, (3) Analyze the impact and influence of the spread of the tourism sector on other sectors, and (4) Analyzing the effects of the output multiplier, income multiplier and labor multiplier in the tourism sector in the economy of North Kalimantan Province. This research uses Input-Output Analysis from the Provincial Input-Output Table for North Kalimantan Province, aggregated by 17 sectors. Based on the results of the Input-Output analysis, the tourism sector with the largest value is wholesale and retail trade; car and motorbike repair, transportation and warehousing sector, accommodation and food and drink provision sector and information and communications sector. Based on the results of the analysis, the tourism sector which is classified as a key sector is the wholesale, retail and transportation sectors. The impact of tourism activities shows that there is a positive relationship to the economy with an increase in output from investment in the tourism sector, the creation of household or community income, and the creation of jobs in all economic sectors through investment activities.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK STUDI PENGEMBANGAN PARIWISATA AIR TERJUN KARAI OLEH PEMERINTAH DESA ANTUTAN Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana upaya pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai oleh pemerintah Desa Antutan. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan pariwisata Air Terjun Karai oleh pemerintah Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu aparatur desa, BPD Desa Antutan, Karang Taruna, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu pengembangan pariwisata air terjun karai oleh pemerintah desa antutan selama ini belum ada keterlibatan dari pemerintah desa, tetapi pengembangan yang dilakukan masih bersifat pribadi oleh pengelola. adapun pengembangan yan dilakukan mencakup : (1) pengembangan destinasi wisata air terjun karai meliputi penataan wisata sehingga dapat menarik daya tarik wisata, pengembangan fasilitas berupa spot mandi, spot foto, kamar mandi dan kazebo, aksesbilitas, membuat wisatawan merasa aman, dan nyaman dengan adanya security. (2) pemasaran wisata air terjun karai melalui media cetak maupun elektronik, seperti: dimasukkan dalam peta wisata kabupaten bulungan dan provinsi kalimatan utara pengembangan melalui media berupa fb, instagram, google dan youtube. (3) pengembangan terhadap industri pariwisata air terjun karai desa antutan diantaranya yaitu penyediaan fasilitas berupa kazebo, warung makan, tempat bakar-bakar (panggang), dan spot mandi“. pengembangan organisasi mencakup, ssecara organisasi belum ada keterlibatan pemerintah desa antutan dalam pengelolaan wisata air terjun karai. Faktor pendukung pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai Oleh Pemerintah Desa Antutan yaitu : Kemampuan pengelolaan merupakan gaktor pendukung pengembangan wisata secara mandiri, adana dukungan dan ketelibatan masyarakat, Keterlibatan Masyarakat, Muda Dijangkaudan dana Pribadi. Faktor Penghambat Pengembangan Pariwisata Air Terjun Karai belum adanya kerjamama dengan peran pemerintah Desa . Dana Terbatas, walaupun dana udah ada tetapi masih sangat terbatas untuk pengembangan fasilitas wisata. secara organisasi dbelum terbentuk, baik dari pemerintah desa ataupun penglola. Kata Kunci : Pengembangan, Pariwisata, Pemerintah Desa
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu objek wisata menjadi menarik dan dapat membuat pengunjung tertarik untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pengembangan potensi wisata pantai tanah kuning dan mengetahui strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangannya serta mencari tahu apa saja yang menjadi hambatan dalam pengembangannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis SWOT yaitu analisis yang dimaksud untuk melihat sejauh mana penerapan strategi pengembangan objek wisata dalam meningkatkan wisatawan berdasarkan kekeuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling dimana diantaranya adalah stakeholder yang terkait yaitu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan, Pemerinta Desa Tanah Kuning, Ketua Kelompok Sadar Wisata serta Masyarakat Desa Tanah Kuning. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan telah menjalankan perannya dengan membangun Taman Wisata Pantai Tanah Kuning II sebagai daya tarik utama dalam sektor pariwisata yang ada di Desa Tanah Kuning dengan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tanah Kuning. Mengena strategi pengembangan sampai saat ini baik Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan maupun Pemerintah Desa Tanah Kuning belumlah menerapkan strategi pengembangan apapun, ini dikarenakan pihaknya masih berfokus terhadap pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata di Desa Tanah Kuning. Saat ini terdapat hambatan dalam pembangunananya yaitu mengenai devisit anggaran serta mengenai legalitas. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada dasarnya Pantai Tanah Kuning ini memiliki peluang pengembangan yang cukup baik seperti keindahan alam yang dimiliki dapat menjadi daya tariknya serta terdapatnya peluang-peluang eksternal seperti adanya kerjasmaa antara Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dengan Pemerintah Desa Tanah Kuning dan terdapatnya Badan Usaha Milik Desa ini dapat menjadi peluang pengembangan bagi Potensi Wisata Pantai Tanah Kuning sendiri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT DEVELOPMENT OF POTENTIAL METUN SAJAU VILLAGE AS A VILLAGE TOURISM IN BULUNGAN DISTRICT FOR SUPPORTING VILLAGE ECONOMY By HASNAWATI HASAN Bulungan Regency is very rich in tourism potential which is spread in various regions or districts which are divided into several sectors including marine tourism, religion or culture, ecotourism and event tourism. Of all these attractions each has its own attraction so that it is crowded with both domestic and foreign tourists and domestic and foreign tourist arrivals are relatively increasing every year. However, the development of tourism potential in the Metun Justu Village in particular has not maximally contributed to local revenue (PAD), therefore tourism potential needs to be developed, in addition to utilizing the available potential, tourism development is also intended to increase regional income. This study aims to determine the potential and strategy of tourism development in the village of Metun Sajau. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. Research informants were determined purposively. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, drawing conclusions and data triangulation. Data is presented and analyzed descriptively. The results showed that the Village Tourism Office of Metun Sajau had a strategy to develop the tourism potential in the village. The development strategies carried out are as follows; Man, to maximize human resources in the West Coast Regency Tourism Office, considering the quantity is still not maximal, the Department of Tourism cooperates with stakeholders such as communities, agents, bloggers and forming promotional bodies.tourism to support tourism marketing. Money, the budget used to develop tourism includes the Special Allocation Fund (DAK), given the DAK of the Regency of Bulungan, especially the Village M, but it is still relatively small, the Department of Tourism cooperates with the private sector in providing accommodation and culinary in the tourist area . Material, to optimize infrastructure in tourist areas and encourage tourism competitiveness The Tourism Office implements a partnership scheme between the government and the private sector and develops the application of tourism management independence schemes. Method, physical development includes improving infrastructure of facilities and infrastructure as new tourist destinations or stub and tourism areas that will be developed and improving facilities for supporting tourism activities. Market, carry out events such as exhibitions in and outside the area and work together with the media (Facebook, website, Instagram) to improve the promotion of tourism.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata daerah Kabupaten Bulungan yang diterapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan strategi pengembangan pariwisata daerah Kabupaten Bulungan yangditerapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan OlahragaKabupaten Bulungan. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992) yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui strategi pengembangan pariwisata daerah oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan terdiri dari : melakukan analisis terhadap objek wisata bahari, alam, dan sejarah yang ada di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebutuhan pengunjung, memperbaiki dan meningkatkan sarana prasarana pendukung objek wisata bahari, alam, dansejarah yang ada di Kabupaten Bulungan seperti akses jalan, air bersih, toilet dan kamar mandi umum, dan lain-lain, melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar terciptanya sinkronisasi program pengembangan objek wisata bahari, alam, dan sejarah, melakukan pendekatan kepada warga masyarakat sekitaro bjek wisata serta melibatkan warga masyarakat tersebut untuk menjaga dan melestarikan objek wisata bahari, alam, dan sejarah, meningkatkan promosi objek wisat abahari, alam, dan sejarah agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan mengalokasikan dana/anggaran lebih untuk peningkatan objek wisata bahari, alam, dan sejarah. Faktor-faktor penghambat (kendala) dalam pelaksanaan strategi pengembangan objek wisata bahari, alam, dan sejarahadalah :anggaran pengembangan obje wisata yang terbatas, masalah pembebasan lahan dengan warga sekitar objek wisata, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat sekitar objek wisata, dan kurangny apromosi objek wisata bahari, alam, dan sejarah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Strategi Promosi Wisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi promosi apa saja yang telah dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Priwisata untuk mempromosikan objek wisata yang ada di Kabupaten Bulungan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis SWOT (Strenght, weakness, opportunity, threat). Analisis SWOT adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi peluang dan ancaman di lingkungan bisnis maupun kekuatan serta kelemahan yang di miliki internal perusahaan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada kepala bidang pariwisata Kabupaten Bulungan , observasi lapangan, dan study pustaka pada kepala bidang pariwisata Kabupaten Bulungan. Hasilnya kemudian di analisis dengan metode analisis SWOT yang terdiri dari analisis internal dan analisis eksternal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa; pelaksanaan strategi promosi wisata sudah berjalan baik tetapi belum sepenuhnya maksimal. Hal ini terbukti dari hasil data perhitungan matriks analisis SWOT dan format isisan yang telah dilakukan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1. Pengelolaan dan pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bulungan, dan 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan. Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan sebagai informan kunci (key informan), Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kepariwisataan dan Kepala Bidang Kebudayaan serta Kepala Seksi-Kepala Seksi di kedua bidang, ditambah Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai informan ahli, dan orang-orang yang dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan kepariwisataan di Kabupaten Bulungan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (a) Pedoman Wawancara, (b) Panduan Observasi berupa pengamatan terhadap obyek yang diteliti, dan (c) Dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1. Dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bulungan ditemukan bahwa : (a) Setiap perencanaan dan penyusunan kegiatan kepariwisataan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan selalu mengacu dan berpedoman pada Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). (b) Adanya kendala dalam pembangunan fasilitas publik di setiap obyek wisata karena : (1) Keterbatasan pengalokasian dana pembangunan pada saat pembagian pagu anggaran, (2) Masalah kepemilikan lahan, (3) Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, yaitu jalan, listrik dan air bersih. (c)Telah terpenuhinya empat aspek implementasi kebijakan kepariwisataan, yaitu : (1) Pembangunan dan pengembangan infrastruktur, (2) Aktivitas pemasaran, (3) Peningkatan kualitas budaya dan lingkungan, dan (4) Pengembangan sumber daya manusia. 2. Sumber daya wisata yang paling potensial untuk dijadikan obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulungan, adalah ; (a) Wisata alam, karena sumber daya wisata yang menarik dan alami berupa air terjun dan pantai, dan (b) Wisata buatan atau minat khusus, karena minat masyarakat yang besar pada obyek wisata ini dan keberadaan obyek wisata ini masih langka, sehingga belum bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan