ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANGGI. 201831013. PENGARUH PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK MINYAK GORENG KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) YANG DIPROSES DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT (C6H8O7) Minyak kelapa mengandung asam laurat yang tinggi, asam laurat tersebut memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Namun, tingginya kandungan asam lemak dan apabila minyak kelapa terlalu lama disimpan maka akan mengakibatkan menurunnya nilai gizi yang dapat menyebabkan minyak goreng sangat mudah mengalami perubahan bau dan rasa (ketengikan). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu lama penyimpanan yang terdiri dari 9 kali pengamatan selama 8 minggu. Hasil penelitian diperoleh bahwa lama penyimpanan tidak mempengaruhi warna pada minyak goreng kelapa, tetapi mempengaruhi perubahan aroma dan endapan pada minyak goreng kelapa. Lama penyimpanan optimal terhadap warna minyak goreng kelapa lebih dari 8 minggu (2 bulan), sedangkan pada aroma minyak goreng kelapa lama penyimpanan optimalnya 5 minggu, sementara pada endapan minyak goreng kelapa lama penyimpanan optimalnya lebih dari 8 minggu (2 bulan). Kata Kunci : Kelapa, Minyak Goreng, Asam Sitrat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DEBI PERMATA AYU. 201831010. KAJIAN PEMBUATAN MINYAK GORENG DARI KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) DENGAN PROSES BASAH SECARA KIMIAWI MENGGUNAKAN ASAM SITRAT (C6H8O7) Minyak goreng kelapa merupakan salah satu jenis minyak nabati yang diekstrak dari daging buah kelapa tua (Cocos nucifera L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan asam sitrat yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan minyak goreng kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan asam sitrat yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu 0% asam sitrat, 1% asam sitrat, 2% asam sitrat, 3% asam sitrat, 4% asam sitrat, 5% asam sitrat dan 6% asam sitrat. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan asam sitrat yang optimal (terbaik) pada proses pembuatan minyak goreng kelapa adalah sebanyak 2%. Serta penambahan asam sitrat pada proses pembuatan minyak goreng kelapa berpengaruh terhadap warna minyak goreng kelapa. Sementara pada rasa dan aroma minyak goreng kelapa penambahan asam sitrat tidak berpengaruh.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minyak sangatlah penting bagi manusia. Hal itu tidak terlepas dari penggunaan minyak baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan diakademis. Minyak berbahan tanaman alami dapat dimanfaatkan untuk menggoreng maupun untuk dijadikan sebagai obat. Sedangkan di bidang akademis minyak dapat dimanfaatkan sebagai bahan praktikum viskositas. Viskositas merupakan salah satu karakteristik dari minyak yang dapat diketahui dengan menggunakan falling ball method. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari berbagai jenis minyak yang diolah sendiri. Minyak yang diolah sendiri dengan metode pamanasan ini berasal dari tanaman kelapa, kemiri, urang-aring dan jahe. Minyak yang dihasilkan memiliki karakteristik warna, randemen, massa jenis dan viskositas. Minyak kelapa, kemiri, urang-aring dan jahe memiliki warna yang dominan ke arah kuning kecuali minyak urang-aring yaitu hijau kecoklatan. Randemen dari minyak ini masing-masing 13%, 2%, 15% dan 11%. Nilai massa jenis dan Viskositas dari minyak Kelapa, kemiri urang-aring dan jahe masing masing (840 kg/m3 dan 2,1 poiso), (600 kg/m3 dan 0,7 poiso), (900 kg/m3 dan 1,2 poiso) dan (825 kg/m3 dan 2 poiso). Minyak yang paling baik viskositasnya dimiliki oleh minyak kelapa yaitu 2,1 poiso.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondasi merupakan struktur bawah digunakan sebagai penahan beban serta meneruskan beban kedalam tanah dan batuan yang terletak di bawahnya. Penggunaan pondasi bangunan memerlukan perencanaan yang benar. Agar pembebanan bangunan tidak melebihi daya dukung tanah. Perencanaan pondasi pada tangki minyak mengunakan data uji standar penetrasi (SPT) dan Penetrometer test (CPT), untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang. Kapasitas dukung tiang pancang dihitung berdasarkan data- data (SPT) Dengan mencari daya dukung tiang pancang mengunakan metode rumus yang diajukan Guy Sangrelat dan Mayerhof yang dipengaruhi kondisi tanah dan material tiang, dan berdasarkan data –data CPT dengan mencari daya dukung tiang pancang menggunakan metode Schreatman dan Nothingham. Dari hasil perhitungan untuk penulangan pada pile cap didapatkan tulangan D22-100mm dengan ketebalan 0,55 m dan diameter 14 m sesuai perhitungan geser pondasi dengan syarat φVc > Vu yaitu 1.637,86. ton > 1.510,83 ton. untuk pondasi tiang pancang digunakan 77 titik pemancangan pada kedalaman 13 m dari permukaan tanah dengan ukuran tiang pancang d 40 x 40 cm beban yang dipikul (Pu) 1.456,76 ton dengan kapasitas kelompok ijin (Qg) = 7.939,64 ton. Berdasarkan data SPT (standard Penetration Test) yang diperoleh dari perhitungan metode Guy sangrelat atau dari rumus empiris dalam satu titik pemancangan mampu menahan beban 18,99 ton sedangkan berdasarkan data CPT yang diperoleh dari perhitungan metode Schretman dan Nothingham satu titik tiang pancang mampu menahan beban 17,90 ton.