MIRANDA SAHRANI SAINUDDIN
2026 · Thesis · Open Access
Kualitas pelayanan publik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Namun, pelayanan di bidang kesejahteraan Desa Mangkupadi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta gangguan Sistem Informasi Desa (SID). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Kepala Seksi Kesejahteraan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dilakukan melalui perbaikan fasilitas, penerapan prosedur pelayanan, peningkatan daya tanggap, pemberian jaminan pelayanan yang profesional, serta sikap empati kepada masyarakat berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta gangguan SID. Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik di Desa Mangkupadi telah berjalan dengan baik, namun masih perlu ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
ANITA RAHMANIA
2026 · Thesis · Open Access
Analisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan
WARDAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tujuan ideal penyelenggaraan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat dan bakat dengan kondisi implementasinya di lapangan yang masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan sarana prasarana, rendahnya konsistensi partisipasi siswa, serta keterbatasan pembina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program ekstrakurikuler serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori pelaksanaan program pendidikan menurut Mulyasa (2017) yang dianalisis melalui aspek kegiatan rutin, keterlibatan siswa, dan pendampingan guru pembina. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru pembina, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program ekstrakurikuler secara umum telah berjalan dengan baik, tercermin dari adanya jadwal rutin, partisipasi siswa yang cukup tinggi, serta pendampingan guru pembina yang terarah. Faktor pendukung meliputi dukungan institusi, ketersediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan minat siswa. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya motivasi dan konsistensi siswa, serta keterbatasan pembina. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas sarana prasarana dan penguatan motivasi siswa agar program ekstrakurikuler dapat berjalan lebih optimal.
EVA YETRINA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah menganalisis Peran Kepala Dinas dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan,Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Penelitian ini difokuskan pada peran Kepala Dinas dalam mengelola pegawai, memberikan motivasi kerja, mendukung pengembangan kompetensi ASN, mendayagunakan sumber daya yang tersedia, serta mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja ASN, baik yang berasal dari faktor internal organisasi maupun faktor eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Dinas telah menjalankan perannya dengan cukup baik melalui pengelolaan pegawai, pemberian motivasi, dukungan terhadap pengembangan ASN, pendayagunaan sumber daya, dan pengambilan keputusan yang melibatkan pegawai terkait. Peran tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Adapun faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas terdiri dari faktor internal, yaitu kualitas sumber daya manusia, disiplin kerja, motivasi, komunikasi, dan sarana prasarana, serta faktor eksternal berupa kebijakan pemerintah, tuntutan masyarakat, kerja sama dengan instansi lain, perkembangan teknologi, dan keterbatasan anggaran.
NAZWA BANSIR
2026 · Thesis · Open Access
Transformasi digital merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaksana utama pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan ASN dalam menghadapi transformasi digital serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambatnya di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Hulu telah memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi transformasi digital. Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui penerapan indikator SPBE yang meliputi efektivitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interoperabilitas, dan keamanan. Faktor pendukung dalam penerapan transformasi digital meliputi ketersediaan anggaran, kemampuan ASN, sarana dan prasarana, serta dukungan dari kecamatan dan instansi terkait. Adapun faktor penghambat meliputi gangguan jaringan internet, penyesuaian terhadap aplikasi baru, ketergantungan terhadap instansi lain dalam pengembangan sistem, serta gangguan server atau kendala teknis. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi ASN dan penguatan sarana pendukung masih diperlukan agar transformasi digital dapat berjalan lebih optimal.
VIVI MARDIANTI
2026 · Thesis · Open Access
M. AGUS SARIFUDIN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Utara di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Fokus analisis dalam penelitian ini didasarkan pada empat indikator utama pengembangan UMKM sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 16 ayat (1), yaitu aspek produksi dan pengolahan, pemasaran, Sumber Daya Manusia (SDM), serta desain dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disperindagkop Provinsi Kalimantan Utara telah mengimplementasikan berbagai program strategis untuk memajukan UMKM lokal di era digital. Pada aspek produksi dan pengolahan, dinas telah memberikan berbagai pelatihan kompetensi serta memfasilitasi legalitas usaha seperti penerbitan izin edar BPOM, PIRT, dan sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk lokal. Pada aspek pemasaran, pengembangan dilakukan melalui keikutsertaan dalam bazar dan pameran skala lokal, nasional (seperti di Mall Sarinah Jakarta), hingga internasional, serta penguatan kelas ekspor dan promosi digital. Pada aspek SDM, pembinaan dilakukan melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) manajerial, pelatihan olahan bahan baku lokal, hingga penyuluhan bantuan hukum. Terakhir, pada aspek desain dan teknologi, langkah progresif telah dilakukan melalui peresmian Gedung Rumah Kemasan untuk memperbaiki estetika produk, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta digitalisasi sistem pembayaran menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan pihak perbankan.
DANIL
2026 · Thesis · Open Access
Lahan pasang surut di SP8 Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan memiliki tingkat kemasaman tanah yang relatif tinggi sehingga menjadi kendala dalam budidaya tanaman. Kondisi tanah yang masam dapat menurunkan ketersediaan unsur hara dan meningkatkan kelarutan unsur toksik yang menghambat pertumbuhan tanaman. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF), yaitu pupuk organik cair hasil fermentasi bahan organik lokal yang mengandung unsur hara, bahan organik, dan mikroorganisme bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pH tanah lahan pasang surut terhadap aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF) dengan lama fermentasi berbeda serta menentukan lama fermentasi yang paling efektif dalam meningkatkan pH tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2026 di lahan Kelompok Tani Makmur SP8 Tanjung Buka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (JLF fermentasi 14 hari), P2 (JLF fermentasi 21 hari), dan P3 (JLF fermentasi 28 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, C-organik, Ca, dan Mg pada JLF serta perubahan pH tanah setelah aplikasi. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui perbedaan pH tanah sebelum dan sesudah aplikasi JLF. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa JLF fermentasi 14 hari memiliki pH 5,67, C-organik 32,66%, Ca 0,58%, dan Mg 0,23%; fermentasi 21 hari memiliki pH 5,82, C-organik 34,21%, Ca 0,51%, dan Mg 0,26%; sedangkan fermentasi 28 hari memiliki pH 5,52, C-organik 32,35%, Ca 0,49%, dan Mg 0,21%. Sebelum aplikasi, pH tanah berada pada kisaran 4,4-5,0. Setelah dua minggu aplikasi, pH tanah meningkat menjadi 5,68 pada perlakuan P1, 6,20 pada perlakuan P2, dan 5,80 pada perlakuan P3, sedangkan kontrol hanya mencapai 4,82. Perlakuan fermentasi 21 hari (P2) memberikan peningkatan pH tertinggi sebesar 1,20 unit dari pH awal 5,00 menjadi 6,20. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF) mampu meningkatkan pH tanah lahan pasang surut secara nyata
JAENUR CAHAYATI RAUP
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam
meningkatkan kedisiplinan guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi langsung, dan studi dokumentasi. Sumber data utama melibatkan kepala
sekolah dan guru-guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas. Analisis data dilakukan
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran kepala sekolah sebagai
supervisor dilakukan melalui pengawasan langsung (school walkaround) dan
pemeriksaan RPP di awal semester, namun masih memiliki kelemahan yuridis
karena belum tersedianya tata tertib tertulis. Sebagai inovator, kepala sekolah
menerapkan terobosan berupa apresiasi verbal non-material di forum rapat untuk
menyiasati keterbatasan anggaran. Sebagai pemimpin, kepala sekolah menerapkan
strategi keteladanan nyata (lead by example) dengan konsisten hadir pukul 06.50
WITA, memimpin apel, dan membunyikan bel masuk yang terbukti memberikan
implikasi psikologis berupa rasa “malu” dan “sungkan” pada guru jika terlambat.
Sebagai motivator, pembinaan dilakukan melalui pengarahan kolektif dan
konseling personal secara tertutup di ruang kerja. (2) Faktor penghambat utama
bersifat internal, yaitu lemahnya kesadaran diri dan manajemen waktu guru, yang
dibuktikan secara empiris di mana guru yang berdomisili dekat justru mencatatkan
frekuensi keterlambatan sangat tinggi. Faktor eksternal seperti kondisi geografis
dan beban ganda (double burden) guru perempuan bertindak sebagai kendala
situasional. Sebaliknya, faktor pendukung utama digerakkan oleh konsistensi
keteladanan fisik kepala sekolah, pengawasan melekat yang humanis, serta
pemberian apresiasi verbal yang menyentuh aspek afektif guru.
HUSNUL HATIMAH
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja organisasi pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi PKK. Penelitian ini didasarkan pada status PKK sebagai mitra strategis pemerintah desa yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK. Kondisi ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah desa dan kinerja yang baik dari PKK itu sendiri.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan berfokus pada empat indikator peran menurut Muh Nurdin, dkk (2014), yaitu peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator sudah berjalan cukup baik melalui penerbitan SK kepengurusan kader PKK, memberikan motivasi dan arahan, pemberian bantuan alat untuk kelompok UMKM dan anggaran operasional untuk menunjang program kerja kader PKK serta penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi ditingkat desa dan kecamatan. Adapun faktor pendukung kinerja PKK adalah tingginya motivasi kader PKK dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa. Kemudian faktor penghambat yaitu keterlambatan distribusi pencairan anggaran, keterbatasan kemampuan kader PKK, dan kurangnya tingkat partisipasi masyarakat.
DWI AMBARWATI
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan kesehatan lansia merupakan salah satu bentuk pelayanan dasar yang bertujuan memenuhi kebutuhan kesehatan lanjut usia secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman, Zeithaml, dan Berry, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan pasien lanjut usia. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Salimbatu secara umum telah berjalan dengan baik. Fasilitas pelayanan yang tersedia cukup mendukung kebutuhan lansia, pelayanan dilaksanakan secara konsisten melalui prosedur yang jelas dan sistem e-Pus, petugas responsif dalam membantu pasien, mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan, serta menunjukkan sikap ramah dan peduli terhadap pasien lanjut usia. Faktor pendukung pelayanan meliputi kompetensi tenaga kesehatan, pemanfaatan sistem e-Pus, fasilitas pelayanan, dan Posyandu lansia. Adapun faktor penghambat yang ditemukan adalah kondisi geografis wilayah, keterbatasan akses transportasi, serta menurunnya mobilitas pasien lanjut usia.
JENNEFER ESTER RANUNG
2026 · Thesis · Open Access
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja aparatur desa dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat kinerja aparatur desa dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana untuk mendeskripsikan permasalahan yang diteliti dengan pendekatan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, penelusuran online. Pengujian keabsahan data atau uji validitas data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukan aparatur desa Tanjung Lapang dalam memberikan layanan administrasi sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari kualitas pelayanan yang dibuktikan dengan efisiensi dan kepuasan masyarakat dalam memohon layanan administrasi, dan kuantitas aparatur pemerintah desa yang dapat menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan SOP dan kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan waktu dan sumber daya, serta pelaksanaan tugas yang diselesaikan tepat waktu tanpa melihat status sosial. Adapun faktor penghambat selain tingkat pendidikan yaitu adanya beberapa perangkat desa yang tidak bisa mengoperasikan komputer, dan juga adanya masyarakat yang terkendala dalam melengkapi persyaratan saat ingin melakukan pengurusan administrasi sehingga pengguna layanan menjadi terhambat.
PATERNUS PASKALIS SEMBANG
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam pelayanan pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu kepala desa, sekretaris desa, kasi pelayanan, kasi kesejahteraan sosial, serta ketua RT/RW. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan SKTM di Desa Mara Satu secara umum telah berjalan cukup baik. Hal ini ditinjau dari indikator kualitas pelayanan yaitu reliability, responsiveness, tangibles, attention, assurance, dan empathy. Pada aspek reliability, pelayanan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Pada aspek responsiveness, aparat desa menunjukkan respon yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Pada aspek tangibles, sarana pelayanan sudah tersedia namun masih terbatas. Pada aspek attention, dapat dikatakan berjalan cukup baik, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam aspek penyediaan informasi dan penguatan sistem pelayanan. Pada aspek assurance, pelayanan telah memberikan kepastian waktu dan melalui proses verifikasi yang cukup baik. Sedangkan pada aspek empathy, aparat desa menunjukkan sikap ramah dan membantu masyarakat dalam proses pelayanan. Faktor pendukung pelayanan meliputi koordinasi antar aparat desa, peran aktif RT, kedekatan sosial dengan masyarakat, serta komitmen aparat dalam memberikan pelayanan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi ketidaklengkapan dokumen masyarakat, ketidaksesuaian data dengan kondisi riil, keterbatasan sarana administrasi, serta kesulitan dalam menentukan status masyarakat tidak mampu.
MIRANDI FACHRI ADHITHIA
2026 · Thesis · Open Access
R.AHMAD ILHAM SETIAWAN
2026 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran UPTD Pasar dalam Pengelolaan Pasar pada Pasar Induk Tanjung Selor, yang berdasarkan 7 indikator tugas pokok UPTD Pasar dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit pelaksana Teknis Daerah Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bulungan, Serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, dengan analisis di awali tahap Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian UPTD Pasar telah menjalankan peran secara teknis operasional pada seluruh lingkup aspek tugas pokok yang tertuang dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, yang mana masih terdapat pelanggaran-pelanggaran operasional yang ditemukan. Serta masalah penaataan yang tak kunjung tuntas pada cakupan pasar induk secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peran UPTD Pasar sangat dipengaruhi pada partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait, bukan hanya kapasitas internal UPTD Pasar. Disarankan adanya penguatan pendekatan partisipatif, peningkatan ketegasan penertiban, serta penetapan lokasi permanen yang sesuai karakteristik pedagang yang telah terbangun sebelumnya.
OKTAVIANI NURHASANAH
2026 · Thesis · Open Access
EFEKTIVITAS KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAYAN JALAN SABANAR LAMA KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Oleh : Oktaviani Nurhasanah NPM. 202251004 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tanjung Selor, khususnya di kawasan Tepian Sungai Kayan Jalan Sabanar Lama, sering menimbulkan permasalahan seperti terganggunya ketertiban umum, kebersihan lingkungan, dan penggunaan ruang publik yang tidak sesuai aturan. Dalam hal ini, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan berperan dalam menegakkan peraturan daerah melalui penertiban PKL. Namun, efektivitas pelaksanaan penertiban masih menjadi perhatian karena masih banyak PKL yang kembali berjualan setelah dilakukan penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja Satpol PP dalam penertiban PKL serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satpol PP tergolong cukup baik, namun belum optimal. Penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif melalui pemberian peringatan sebelum tindakan lebih lanjut. Faktor pendukung meliputi adanya sarana prasarana dan koordinasi antar instansi, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran PKL, kebiasaan kembali berjualan, serta belum tersedianya lokasi relokasi yang memadai. Kinerja Satpol PP sudah berjalan cukup baik, namun perlu peningkatan dalam konsistensi penertiban dan penyediaan solusi bagi PKL.
OLIVE ENJEL
2026 · Thesis · Open Access
Peningkatan kinerja merupakan proses atau upaya untuk memperbaiki hasil kerja agar menjadi lebih efektif, efisien, dan berkualitas dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan masyarakat kantor desa long nawang kecamatan krayan kabaupaten nunukan. Metode yang di gunakan adalah penelitian analisis kualitatif deskritif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan dari Hasil penelitian Kinerja pegawai desa selama ini masih sangat bergantung pada pengalaman kerja dan pembagian tugas yang telah ditetapkan, dengan peran kepala desa sebagai pengawas dan pengarah utama dalam pelaksanaan pelayanan.Adanya faktor pendukung yaitu Hubungan sosial antara pegawai dan masyarakat dan faktor giografis. Dan Faktor penghambat yaitu keterbatasan sumber daya pegawai dan keterbatasan sarana dan prasarana.
ADINDA HULWANA AURA MECCA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terjadinya kasus kekerasan
terhadap perempuan dan anak serta pentingnya peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi peran lembaga kemasyarakatan seperti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam pemberdayaan perempuan pada aspek hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran TP PKK Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan landasan teori peran, pemberdayaan perempuan, serta teori kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa TP PKK Kabupaten Bulungan
berperan dalam pemberdayaan perempuan pada aspek hukum melalui kegiatan sosialisasi hukum, pendampingan korban, dan koordinasi dengan lembaga terkait yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat desa. Faktor pendukung. meliputi keaktifan dan kepedulian kader, dukungan pemerintah daerah, serta. partisipasi aktif masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kondisi
geografis wilayah, keterbatasan kapasitas kader di tingkat desa, serta keterbatasan anggaran.
Dengan demikian, peran TP PKK telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan agar pelaksanaan program lebih optimal dan berkelanjutan.
MITA ANRIYANI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Ekonomi Festival Budaya Birau Terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui kuesioner skala Likert. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival budaya memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Secara langsung, festival mampu meningkatkan jumlah pelanggan, pendapatan, dan keuntungan usaha, dengan tingkat persetujuan responden mencapai lebih dari 80%. Selain itu, festival juga berperan dalam memperluas pasar, meningkatkan promosi dan reputasi usaha, serta membuka peluang kerja sama dan jaringan bisnis baru. Dampak tidak langsung yang dihasilkan meliputi peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, serta penguatan ekonomi lokal melalui efek pengganda (multiplier effect). Dalam jangka panjang, festival budaya terbukti mampu mendukung keberlangsungan usaha, meningkatkan permintaan produk, serta memperkuat identitas dan daya tarik daerah. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas, penataan lokasi, dan manajemen penyelenggaraan agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat lebih optimal. Dengan demikian, festival budaya dalam perayaan HUT Kabupaten Bulungan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
YUNI KRISTIAMELA SAGING
2026 · Thesis · Open Access
Pengolahan sampah adalah proses untuk mengurangi jumlah dan dampak negatif sampah agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Sebagian masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam mengelola sampah, seperti melakukan pemilahan, pengomposan, pemanfaatan kembali barang bekas, serta pengurangan penggunaan plastik. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum konsisten, seperti tidak melakukan pemilahan dan membuang sampah tanpa pengolahan. Faktor pendukung meliputi peran aktif RT dan RW serta kondisi geografis yang memudahkan pengangkutan sampah. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan lingkungan yang belum mendukung pengelolaan sampah secara optimal.