Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Limbah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Kotoran Sapi, Kambing, Ayam, Leafmold, dan EM-4 dalam Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOVI SOFIANI DAUD. 20031019. PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN SAPI, KAMBING AYAM, LEAF MOLD DAN EM-4 DALAM PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui apakah pemberian kotoran sapi, kambing, ayam, leaf mold dan EM-4 berpengaruh terhadap kandungan fisik, kimia dan mikrobiologi mikroorganisme lokal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan praktek Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengka (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yaitu pengunaan kotoran sapi dalam pembuatan MOL, yang kedua yaitu pengunaan kotoran kambing, yang ketiga yaitu pengunaan kotoran ayam, keempat pengunaan leaf mold dan perlakuan kelima yaitu pengunaan EM-4. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengunaan kotoran sapi, kambing, ayam, leaf mold dan EM-4 berpengaruh terhadap kandungan fisik MOL seperti warna menjadi coklat tua, munculnya gelembung udara, aroma asam seperti tapai dan juga memberikan pengaruh terhadap kandungan kimia (pH) MOL. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan mikroba dan suhu larutan MOL. Rata-rata kandungan larutan MOL terbaik berdasarkan parameter kimia (pH) terdapat pada perlakuan E (EM-4) yaitu 6,66. Dan jumlah mikroba dengan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan S yakni 93000 CFU/ml.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) LIMBAH BATUBARA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DENGAN TANAMAN UJI SAWI (BRASSICA JUNCEA.L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SONIA. 201831016. PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) LIMBAH BATUBARA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DENGAN TANAMAN UJI SAWI (BRASSICA JUNCEA.L). Fly Ash merupakan limbah buangan yang biasanya dilepaskan begitu saja diudara tanpa pengendalian khusus untuk melepaskan Fly Ash ke udara. padahal Fly Ash batubara merupakan salah satu jenis limbah B3, sehingga sangat berbahaya jika mencemari udara sekitar. Fly Ash umumnya disimpan sementara pada pembangkit listrik tenaga batubara, dan akhirnya dibuang dilanfill (tempat pembuangan). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga bulan Januari 2023 di Green House Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu pencampuran abu terbang (Fly Ash) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu 25% abu terbang (Fly Ash), 15% abu terbang (Fly Ash), dan 5% abu terbang (Fly Ash). Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan mencampurkan abu terbang (Fly Ash) dengan campuran tanah organik dan sekam sebagai media tanam perlakuan berpengaruh nyata hal ini di sebabkan karena ada nya peningkatan pada jumlah kandungan kimia yang terdapat pada campuran abu terbang (Fly Ash) dengan tanah organik, sepertu pH, C-rganik, Nitrogen, Kalium, Fosfor, KTK dan Kejenuhan Basa, yang membantu pertumbuhan tanaman. Kata kunci : Fly Ash, Media Tanam, Limbah

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi (Branssica Juncea)menggunakan Pupuk Organik Cair dari Limbah Pisang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muliana.201531002. ANALISIS USAHATANI SAWI PADA KECAMATAN TANJUNG PALAS, KALIMANTAN UTARA. Dibawah bimbingan Sabaruddin, SP. MM Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah melakukan aktivitas bertani. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani adalah sawi. Di Indonesia sendiri juga terdapat banyak sekali jenis masakan atau panganan yang menggunakan bahan daun sawi, baik sebagai bahan dasar maupun sebagai bahan pelengkap, hal tersebut menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kahadiran tanaman sawi untuk dikonsumsi sehari-hari. Tanaman sawi sangat digemari oleh masyarakat baik dari golongan kelas atas, kelas menengah, maupun kelas bawah. Terdapat aneka hidangan yang menggunakan bahan sawi yaitu diantaranya seperti capcay, campuran mie ayam, dan sebagai bahan pelengkap makanan bakso, hal inilah yang membuat tanaman sawi masih terus dibudidayakan oleh para petani sampai saat ini. Berdasarkan data yang di dapatkan dari BPS diketahui bahwa dari tahun 2018 sampai dengan 2020 yang tertera pada lampiran, terjadi peningkatan produksi tanaman sawi, peningkatan produksi tersebut tentu saja tidak terlepas dari tingginya tingkat permintaan konsumen yang semakin tahun kian bertambah. sehingga diperlukan budidaya tanaman sawi dengan baik dan benar untuk meningkatkan hasil produksi sawi. Budidaya tanaman sawi meliputi benih yang unggul, penanaman atau pembibitan yang tepat, serta pemeliharaan dan pengolahan tanah yang baik. Tanah yang dapat digunakan untuk menanam sawi yaitu tanah yang mempunyai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal sesuai dengan harapan. Kesuburan tanah ditentukan oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Bagi lingkungan hidup seperti tanah, adanya mikroorganisme dapat menentukan tingkat kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi tanah. Metode pemupukan dalam pertanian organik sebenarnya bertumpu pada peran mikroorganisme.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi Pupuk Limbah Pasar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica Oleraeacae)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meidelena Jaui. NPM. 201331022. Aplikasi Pupuk Limbah Pasar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraecea L). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk limbah pasar padat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan (Brassica oleraecea). Untuk mengetahui pengaruh pupuk limbah pasar cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan (Brassica oleraecea). Penelitian di lakukan di Desa Selimau Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sepuluh kali. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Faktor pertama Pupuk Limbah Pasar Padat (P) terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pupuk (P0), Dosis 125 kg per hektar (P1), Dosis 250 kg per hektar (P2), Dosis 375 kg per hektar (P3). Faktor kedua Pupuk Limbah Pasar Cair (C) terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa pupuk (C0), Dosis 25cc/ tanaman (C1), Dosis 50cc/tanaman (C2), Dosis 75cc/tanaman (C3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Panjang Daun (cm), Lebar daun (cm), Berat Basah Tanaman / Berat segar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun umur 4 – 5 mst, lebar daun umur 3 – 5 mst, berat basah / berat segar tanaman. (2). Perlakuan Pupuk Limbah Pasar Cair (C) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun pada umur 5 mst, jumlah daun umur 4 – 5 mst, berat basah / berat segar tanaman. (3) Interaksi perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan Pupuk Limbah Pasar Cair (C) berinteraksi nyata terhadap lebar daun pada umur 5 mst. Sedangkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, berat basah / berat segar tanaman memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap interaksi perlakuan Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan Pupuk Limbah Pasar Cair (C).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail