Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Fly Ash
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) LIMBAH BATUBARA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DENGAN TANAMAN UJI SAWI (BRASSICA JUNCEA.L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SONIA. 201831016. PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) LIMBAH BATUBARA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DENGAN TANAMAN UJI SAWI (BRASSICA JUNCEA.L). Fly Ash merupakan limbah buangan yang biasanya dilepaskan begitu saja diudara tanpa pengendalian khusus untuk melepaskan Fly Ash ke udara. padahal Fly Ash batubara merupakan salah satu jenis limbah B3, sehingga sangat berbahaya jika mencemari udara sekitar. Fly Ash umumnya disimpan sementara pada pembangkit listrik tenaga batubara, dan akhirnya dibuang dilanfill (tempat pembuangan). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga bulan Januari 2023 di Green House Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu pencampuran abu terbang (Fly Ash) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu 25% abu terbang (Fly Ash), 15% abu terbang (Fly Ash), dan 5% abu terbang (Fly Ash). Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan mencampurkan abu terbang (Fly Ash) dengan campuran tanah organik dan sekam sebagai media tanam perlakuan berpengaruh nyata hal ini di sebabkan karena ada nya peningkatan pada jumlah kandungan kimia yang terdapat pada campuran abu terbang (Fly Ash) dengan tanah organik, sepertu pH, C-rganik, Nitrogen, Kalium, Fosfor, KTK dan Kejenuhan Basa, yang membantu pertumbuhan tanaman. Kata kunci : Fly Ash, Media Tanam, Limbah

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP SIFAT FISIK DAN CBR PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah ekspansif adalah istilah yang sering digunakan pada tanah yang mempunyai potensi pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Tanah ekspansif akan menyusut bila kondisi kadar airnya berkurang, dan sebaliknya akan mengembang jika kadar airnya bertambah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan alternatif penanganan yang tersedia antara lain dengan menggunakan teknologi stabilisasi tanah dengan menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada di Desa Apung sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan sifat fisik dan juga melihat perubahan sifat teknis tanah ekspansif melalui uji CBR laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi awal) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20%, 40% dan 60%, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat teknisnya, dan hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60% dan setelah melewati masa peram 40 hari. Pengujian kadar air menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific gravity meningkat 14,57% dari 2,61 menjasdi 2,99%, berat volume meningkat 31,61% dari 1.36gr/cm³ menjadi 1,79gr/cm³, batas cair menurun sebesar 15,62% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis meningkat 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis menurun 99,44% dari 28,98% menjadi 0,16%, dan CBR di laboratorium terjadi peningkatan nilai CBRDesain yang sangat besar yaitu sebesar 3873,42% dari kondisi awal 0,79% menjadi 30,60%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP PARAMETER SIFAT FISIK DAN PEMADATAN PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang mudah berubah volumenya atau yang mempunyai kembang susut yang besar. Jika adanya peningkatan kadar air, tanah akan mengembang sebaliknya jika kadar air berkurang maka akan terjadi penyusutan. Identifikasi tanah ekspansif dapat dilihat secara visual yaitu dengan terlihatnya permukaan tanah yang retak-retak seperti membentuk poligon pada saat musim kemarau dan pada saat musim hujan sifatnya menjadi sangat lembek, oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan pada jenis tanah seperti ini. Salah satu metode perbaikan tanah ekspansif yang banyak dilakukan adalah dengan cara stabilisasi menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada Provinsi Kaltara sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan parameter sifat fisik dan pemadatan tanah ekspansif melalui uji laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi tanah asli) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20 %, 40 % dan 60 %, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat fisik dan teknisnya. Hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60 % dan setelah melewati masa peram 40 hari. Dari pengujian kadar air (w) menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific grafity (Gs) meningkat sebesar 14,57% dari 2,614 menjadi 2,995, berat volume tanah (γ) meningkat sebesar 31,61% dari 1,36 gr/cm3 menjadi 1,79 gr/cm3, batas cair (LL) turun sebesar 16,17% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis (PL) meningkat sebesar 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis (PI) menurun 96,73% dari 29,36% menjadi 0,96%, pemadatan didapatkan peningkatan berat volume tanah kering (γdry) sebesar 35,57% dari 1,34 gr/cm3 menjadi 2,08 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) turun 59,12% dari 36,23% menjadi 14,81%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Pada proses pembangunan suatu konstruksi seringkali ditemukan lokasi pembangunan memiliki kondisi tanah bermasalah, salah satu tanah yang dianggap bermasalah dalam dunia konstruksi adalah tanah lempung ekspansif, dimana tanah lempung ekspansif memiliki daya dukun yang rendah. Salah satu cara untuk menaikan daya dukung tanah adalah dengan cara stabilisasi. Penambahan bahan campuran berupa fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah lempung ekspansif. Pada peneletian ini ada dua jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik tanah yang terdiri dari pengujian Volumetri-Gravimetri (kadar air, berat jenis, berat volume tanh), pengujian batas konsistensi (batas cair, batas plastis, indeks plastis), pengujian analisa saringan tanah, untuk pengujian sifat teknik dilakukan pengujian kuat tekan bebas tanah. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah lempung ekspansif, serta mengetahui peningkatan nilai kuat tekan bebas setelah di lakukan penambahan fly ash dengan variasi campuran fly ash 20%, 40, dan 60% dengan masa peram selama 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Setelah tanah distabilisasi dengan penambahan fly ash dapat menurunkan kadar air sebesar 76,86%, menaikkan berat jenis tanah sebesar 14,58%, menaikkan berat volume basa tanah sebesar 23,55%, serta menurunkan batas cair sebesar 16,17%, menaikkan batas plastis tanah sebesar 68,29%, menurunkan plastis indek sebesar 96,75%. Kemudian ditinjau dari sifat teknik tanah , campuran fly ash juga membuat nilai kuat tekan bebas tanah lempung eskpansif meningkat sebesar 9,55%. Perubahan daya dukung tanah yang optimum terjadi pada variasi campuran 60% fly ash dengan masa peram 40 hari.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH ABU TERBANG BATU BARA (FLY ASH)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah ekspansif merupakan tanah bermasalah yang memiliki sifat yang mudah mengembang dan mudah menyusut sehingga dapat menyebabkan kerusakan konstruksi yang ada di atasnya oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan. Salah satu metode perbaikan tanah yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah abu terbang batu bara sebagai bahan stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui pengaruh penambahan stabiliser abu terbang batu bara dan masa peram terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tujuan kedua untuk mengetahui besarnya prosentase campuran dan lama pemeraman yang optimum. Tujuan ketiga untuk mengetahui besarnya prosentase perubahan parameter sifat fisis dan mekanis pada campuran dan masa peram optimum setelah distabilisasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengujian tanah di laboratorium dengan komposisi campuran bahan stabiliser sebesar 20%, 30%, dan 40%, dengan masa peram 5, 15, dan 30 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa penambahan bahan stabiliser abu terbang batu bara dapat meningkatkan sifat fisis dan mekanis dengan campuran optimum sebesar 40% dan masa peram optimum 30 hari.prosentase perubahan kadar air (w) turun sebesar 39,94%, berat jenis (Gs) naik 12,99%, berat volume tanah (γ) naik 6,89%, batas cair turun (LL) 14,18%, batas plastis (PL) naik 40,09%, indeks plastis (PI) turun 87,93%, berat volume tanah kering (γdry) naik 14,05%, kadar air optimum (Wopt) turun 38,12%, CBRdesain naik 2.192%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Beton Dengan Campuran Bahan Tambah Fly Ash dan Accelerator Admixture Terhadap Kuat Tekan Beton

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton merupakan material bangunan yang sering digunakan pada pekerjaan struktur. Beton dapat ditingkatkan performa dan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Penggunaan bahan tambah fly ash sebagai campuran beton dipakai sebagai salah satu cara untuk pemanfaatan limbah dari hasil pembakaran batu bara. Sedangkan untuk bahan tambah accelerator admixture merupakan bahan kimia campuran beton yang berfungsi untuk mempermudah pekerjaan dan pelaksanaan pengecoran di lapangan dimana dapat mempersingkat umur beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya apabila beton di campur dengan bahan tambah fly ash dan accelerator admixture ditinjau dari hasil pengujian kuat tekannya. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah dapat memberikan ilmu pengetahuan tentang bahan tambah beton, sehingga dapat menghasilkan beton yang baik dan diharapkan dapat diaplikasikan di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana pembuatan beton normal dicampur dengan bahan tambah fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap jumlah semen dan ditambah dengan bahan kimia accelerator admixture. Sebelum penggunaan accelerator admixture di campur dalam satu campuran dengan fly ash, accelerator admixture di lakukan uji coba terlebih dahulu dengan dicampurkan pada beton normal. Pada label kemasan, penggunaan accelerator admixture sebesar 0,3% sehingga dibuat range 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap jumlah semen. Didapatkan prosentase paling maksimum dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 0,5 %. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan umur 28 hari didapatkan prosentase tertinggi dari penambahan fly ash dan accelerator admixture masing – masing yaitu pada 5% dan 0,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 30,18 Mpa dari kuat tekan rencana sebesar 25 Mpa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Intruksi Mikroorganisme Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Fc 25 Mpa Dengan Variasi Subtitusi (fly ASH) Desa Apung

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) PLTU Sekayan sejauh ini masih belum maksimal. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan produksi limbah fly ash yang setiap harinya. Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan subsitusi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dengan media perendaman air kelapa / mikroorganisme pada beton dengan variasi dan penggantian fly ash sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari Berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa diuji pada umur beton 90 dan 180 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan variasi subtitusi fly ash 5% umur 90 dan 180 hari mengalami kenaikan kuat tekan yaitu masing-masing 26,66 dan 25,10 Mpa. Sedang pada variasi subtitusi fly ash 10%, 15% dan 20% mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh karena proses hidrasi semen yang berhenti dan proses pH dan mikroorganisme pada saat perendaman mulai mempengaruhi beton, dimana mikroorganisme kemungkinan hidup didalam pori-pori beton karena udara yang ada. Disamping itu kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup tergantung pada kecukupan nutrisi berupa kapur bebas didalam beton, kapur bebas (CaO2) tersebut dihasilkan dari fly ash sebesar 4,29%, semakin banyak varisi fly ash nya maka semakin banyak pula kapur bebas yang menjadi nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. Hal ini yang memungkinkan terjadinya penurunan kuat tekan pada varisi fly ash 10%, 15% dan 20%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KOMBINASI ABU TERBANG (FLY ASH) PADA MUTU BETON NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berbagai percobaan dan pengujian dilakukan terhadap produk – produk kebaruan di sektor konstruksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk konstruksi yang lebih baik, salah satunya pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash). Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan kombinasi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur serta pola retak dari kombinasi fly ash pada beton dengan persentasi sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dari volume semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan balok, mutu beton yang direncanakan diuji pada umur beton 28 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton beton tertinggi pada campuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 262,856 kg/cm2 sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 255,30 kg/cm2, (TK 20) sebesar 229,62 kg/cm2, (TK 30) sebesar 209,98 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 129,92 kg/cm2. Pada uji kuat lentur diperoleh hasil kuat lentur tertinggi dicampuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 68,64 kg/cm2, sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 65,26 kg/cm2, (TK 20) sebesar 65,93 kg/cm2, (TK 30) sebesar 58,25 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 56,45 kg/cm2. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dengan kombinasi abu terbang ( fly ash) PLTU Sekayan sebesar 10% mempnyai kuat tekan dan kuat lentur lebih tinggi dari beton normal mutu K 250 dan kombinasi abu terbang ( fly ash) 20%, 30%, dan 40%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail