ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemeliharaan bangunan gedung sekolah merupakan aspek penting dalam menjamin kelayakan fungsi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna, khususnya dalam mendukung proses belajar mengajar. Kondisi bangunan yang kurang terpelihara dapat menurunkan kenyamanan peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, serta berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemeliharaan bangunan gedung terhadap kenyamanan pengguna serta mengetahui besarnya pengaruh pemeliharaan bangunan terhadap kenyamanan pengguna SMAN 1 Tanjung Selor. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemeliharaan bangunan (X), sedangkan variabel dependen adalah kenyamanan pengguna (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, menggunakan teknik survei dengan kuisioner terukur. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 139 responden yang terdiri atas peserta didik kelas XII, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, dengan stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas serta analisis regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil uji regresi menunjukkan persamaan Y = −0,600 + 0,650X, dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 dan nilai t-hitung sebesar 18,150 > t-tabel 1,977, yang menandakan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik antara pemeliharaan bangunan (X) terhadap kenyamanan pengguna (Y). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,705 menunjukkan bahwa pemeliharaan bangunan (X) berkontribusi sebesar 70,5% terhadap kenyamanan pengguna (Y). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan bangunan yang baik dan berkelanjutan sangat berperan dalam meningkatkan kenyamanan pengguna gedung sekolah di SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu Ruas Jalan Nasional di Provinsi Kalimantan Utara sekaligus jalan penghubung dengan Provinsi Kalimantan Timur yaitu Jalan Batas Bulungan – Tanjung Selor, saat ini banyak dijumpai dalam kondisi rusak. Adanya retakan, pengelupasan, lubang dan amblesan pada permukaan jalan merupakan bukti bahwa jalan tersebut telah mengalami penurunan tingkat pelayanan atau jalan tersebut dalam kondisi rusak. Pengguna jalan umumnya mengutamakan kerataan atau kenyamanan jalan, sehingga perlu dilakukan pengecekan kondisi secara berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan dan penanganan kerusakan jalan, sehingga didapatkan kategori pemeliharaan. Penelitian dilakukan dengan dua metode untuk melihat kondisi kerusakan jalan yaitu IRI dan PCI. Metode International Roughness Index (IRI) menilai kerusakan dengan melihat ketidakrataan permukaan jalan menggunakan irimeter, dengan range 0 sampai lebih dari 12. Metode Pavement Condition Index (PCI) digunakan untuk melihat kondisi kerusakan jalan langsung dengan rentang nilai 0-100. Metode IRI diperoleh dari Satker P2JN Kalimantan Utara, sedangkan metode PCI dilakukan secara visual. Hasil data metode IRI pada segmen 1 STA. 12+000 hingga 13+000 dari 9,67 dengan kerusakan kecil dan segmen 2 STA. 15+200 hingga 16+200 sebesar 8,26 dengan kerusakan ringan, sedangkan metode PCI pada segmen 1 adalah 30,11 dengan kondisi buruk dan pada segmen 2 adalah 33,04 dengan kondisi buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perawatan perawatan pada segmen ini menggunakan metode IRI dan metode PCI dalam kondisi sedikit rusak dan sama-sama menggunakan pemeliharaan berkala.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rusa jalan poros Tanah Kuning mengalamai kerusakan yang cukup parah dimana terjadi kerusakan baik kerusakan non struktural dan struktural. Kondisi ini berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam berkendara. Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Apa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Poros Tanah Kuning. Seberapa besar tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan poros Tanah Kuning Kabupaten Bulungan menggunakan metode PCI dan Bina Marga. Bagaimana sistem pemeliharaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Tanah Kuning berdasarkan PCI dan Bina Marga, menghitung nilai kerusakan jalan dengan metode PCI dan Bina Marga serta pemeliharaannya. Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas Jalan Poros Tanah Kuning antara lain: pelepasan butir, alur, lubang , retak buaya, dan amblas. Analisis dengan metode Pavement Condition Index ( PCI ) diperoleh angka diperoleh angka kerusakan dengan nila rata – rata 40% yang masuk dalam tingkatan kondisi buruk (Poor), sedangkan Bina Marga diperoleh nilai kondisi jalan 8,58 dengan angka nilai prioritas 3,52 Perlu di lakukan rekontruksi ulang dengan memperhatikan lalulintas harian rata-rata yang melewati ruas jalan Poros Tanah Kuning.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada ruas jalan Selimau 3 Tanjung Selor saat ini masih mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh kendaraan bermuatan berat, aktivitas kegiatan kendaraan tersebut melewati ruas jalan Selimau 3 Tanjung Selor. Belum adanya upaya pemeliharan pada ruas jalan tersebut membuat kenyamanan berkendara berkurang. Dengan adanya permasalahan tersebut maka diperlukan Analisis Strategi Pemeliharaan Pada Ruas Jalan Selimau 3 Tanjung Selor. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap permasalahan kerusakan pada ruas jalan Selimau 3 Tanjung Selor dengan menggunakan metode analisis SWOT yang diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Kemudian, merumuskan strategi untuk menerapkan program strategi pemeliharaan pada ruas jalan Selimau 3 Tanjung Selor. Data yaitu menggunakan data primer dan data sekunder. Kemudian, data diolah secara deskriptif dan dimasukan ke dalam kolom SWOT. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu: (1) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan kerusakan ruas jalan dengan perencanaan program pemeliharaan berkelanjutan; (2) meyakinkan Pemerintah Daerah agar dapat mendukung program pemeliharaan ruas jalan dengan pengalokasian dana yang sesuai dan tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan kerusakan ruas jalan; dan (3) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam pemanfaatan dana desa untuk program pemeliharaan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam perencanaan program perbaikan dan pemeliharaan suatu perkerasan jalan, evaluasi kondisi jalan, baik secara geometrik maupun struktural, merupakan langkah pertama yang penting. Pemeliharaan dan perbaikan jalan dilaksanakan untuk menjaga kenyamanan saat jalan tersebut dilewati serta mempertahankan daya layan jalan tersebut sampai pada umur rencana. Selain itu juga sebagai bahan evaluasi dalam menganalisis jenis – jenis kerusakan yang dominan pada kelas jalan tersebut. Pembangunan Jalan Tanjung Selor menuju Peso adalah salah satu program pemerintah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses jalan menuju pusat kota. Jalan simpang Seriang ke Baratan masuk dalam jalan poros Tanjung Selor – Peso, keberadaan jalan ini sangat membantu akses masyarakat sekitar ke Tanjung Selor guna keperluan mobilisasi hasil bumi maupun urusan administratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kerusakan jalan, memberikan solusi penanganan kerusakan jalan, serta membandingkan cara kerja dua metode perhitungan kerusakan jalan yang digunakan, yaitu metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk struktur perkerasan lentur. Analisis perhitungan kerusakan jalan setiap metode dilakukan berdasarkan jenis, tingkat, dan kadar kerusakan yang terjadi. Untuk perbandingan kedua metode mencakup tahapan pengolahan data, dan penggunaan sumber daya.