ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancah adalah konstruksi dari batang kayu, atau pipa baja yang didirikan ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman bagi pekerja yang membangun suatu gedung, memasang sesuatu, atau mengadakan pekerjaan pemeliharaan. Dalam penelitian ini jenis bahan perancah yang akan diteliti untuk perbandingan adalah jenis bahan perancah konvensional kayu dan jenis bahan perancah dari baja (scaffolding). Perhitungan biaya material untuk jenis bahan perancah konvensional (kayu) berdasarkan harga dari material tersebut, sedangkan perancah dari baja (scaffolding) berdasarkan harga sewa. Adapun rumusan masalahnya bagaimana hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara scaffolding (steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pada pekerjaan struktur plat dan balok beton Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara penggunaan Scaffolding (Steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pekerjaan struktur plat dan balok beton pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode komparatif, kemudian sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara langsung. Dengan menggunakan dua perbandingan yaitu dari segi waktu dan biaya maka dihasilkan data menggunakan perbandingan perhitungan waktu dari dua penggunaan perancah yang pertama scaffholding (steiger) durasi waktu pemasangan scaffolding (steiger) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ± 9 hari kerja. dan kedua konvensional (kayu) durasi waktu pemasangan konvensional (kayu) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah) Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ±11 hari kerja, dan juga menggunakan perbandingan perhitungan biaya dari dua penggunaan perancah, pertama menggunakan Scaffholding (Steiger) dengan biaya Rp 94.080.000 sedangkan yang kedua menggunakan perancah kayu dengan biaya Rp 104.346.000,-.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Proyek merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dapat direncanakan, yang didalamnya menggunakan sumber-sumber (input), misalnya uang dan tenaga kerja, untuk mendapatkan manfaat (benefit) atau hasil (return) di masa yang akan datang. Rencana Anggaran Biaya suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya tidak langsung yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan. Dalam suatu pelaksanaan proyek dikenal juga Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). RAP adalah biaya nyata yang digunakan selama berlangsungnya proyek sampai dengan kegiatan selesai. Berapa besar selisih antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui Selisih antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Lokasi penelitian dalam Tugas akhir ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Kantor Balak Aju Makorem 092 Bulungan, Kalimantan Utara. Di Jalan Semangka Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan yaitu perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) . Menghitung koefesien tenaga kerja berdasarkam rata-rata progres mingguan yang di ambil dari laporan mingguan.. Melakukan survey harga material di Bulungan. Menghitung Analisa harga satuan pekerjaan dengan memasukan hasil koefesien dan harga bahan di bulungan. Berdasarkan hasil perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Hasil Analisa penelitian yang telah dilakukan, maka dapat di ambil kesimpulan Analisa diperoleh selisih harga Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dari pekerjaan yang diteliti adalah Rp. 13.946.542.52 atau 3.28 % terhadap nilai RAP, Selisih nilai harga terbesar terdapat di pekerjaan Pemasangan Acian dinding senilai Rp. 16.564.719.22.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jalan Meranti terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung
Selor KabupatenBulungan Provinsi Kalimantan Utara.Jalan inimerupakan akses
jalan ke beberapa Fasilitas umum antara lain, PLTMG Tanjung selor, PLTU
Buluh perindu, PLTU Tanjung selor dan sektor perekonomian sertapermukiman
penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih belum mengalami
peningkatan yang dapat dikataka jalan yang sudah cukup layak untuk digunakan.
Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan
untukmembandingan perkerasan yang cocok digunakan untukmeningkatkan dan
perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan meranti,dengan metode analisis
perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi
perkerasan lentur.
Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Selor
hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan1.022
meter dan lebar jalan 8 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi
jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area
sampel berjarak 50 meter,
Dari hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku maka di depat ketebalan
pelat beton yang di rencanakan yaitu tebal sebesar 25 cm. sedangkan Dari hasil
data yang di dapat selisih Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara Konstruksi
Perkerasan Kaku dengan Konstruksi Perkerasan Lentur dapat dilihat perbedaan
selisih dari setiap item pekerjaan, mulai dari item pekerjaan persiapan, item
pekerjaan badan jalan sampai item pekerjaan bahu jalan yang memiliki selisih
biaya yang cukup jauh, yang dimana dalam perhitungan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) di atas menunjukkan bahwa untuk Konstruksi Perkerasan Kaku
lebih mahal dari berbagai item pekerjaan jika dilihat dari segi biayanya. Tapi
jika di tinjau dari segi pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Jalan, untuk
Perawatan Konstruksi Perkerasan Lentur dan Perawatan Konstruksi Perekerasan
Kaku masa perawatan untuk Perkerasan lentur lebih panjang dibandingkan
perkerasan kaku dengan masa pemeliharaan untuk konstruksi kaku 5 tahun
sedangkan untuk konstruksi lentur 10 tahun
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan RAB dan RAP dengan menghitung ulang Analisa Satuan Pekerjaan pada item pekerjaan galian tanah pondasi, pasangan bata merah, lantai keramik granit 40x40 dan plesteran dan acian pada dinding yang dapat di efisiensi, meminimalisir harga satuan material berdasarkan hasil survei harga material terendah, sehingga dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang di peroleh pada proyek. Data diperoleh dengan mengumpulkan data dan survei di lapangan dengan mengajukan permohonan secara lisan kepada tim monitoring proyek tersebut yang berasal dari pihak owner PT.Transkomindo Pratama kemudian dilakukan pengambilan data berupa wawancara terkait upah tenag kerja, untuk survei harga bahan dilkukan di panglong-panglong terdekat. Berdasarkan hasil analisis perbandingan antara RAB dan RAP pada item pekerjaan galian tanah pondasi, pasangan bata merah, lantai keramik granit 40x40 dan plesteran dan acian pada dinding pada proyek Pembangunan Rumah Susun Polda Kalimantan Utara diperoleh efisiensi sebesar 19,31% atau sebesar Rp. 589,820,000.0 dari terhadap nilai total Analisa RAB berdasarkan SNI.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini merupakan akses jalan ke beberapa sektor pendidikan, sektor militer dan sektor perekonomian serta permukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, contohnya seperti adanya penurunan pada badan jalan lalu adanya genangan air yang mengakibatkan terjadinya banjir pada ruas jalan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untuk membandingan perkerasan yang cocok digunakan untuk meningkatkan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan semangka,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur pada pembuatan jalan baru. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Semangka Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan 1.400 meter dan lebar jalan 5 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB), masing- masing kontruksi untuk lapis perkerasan Lentur sebesar Rp. 4,921,787,000.00dan untuk lapis perkerasan kaku sebesar Rp. 5,058,115,000.00 sudah termasuk PPN 10%. Dengan memperhatikan perbandingan kedua perkerasan tersebut, memiliki perbedaan yang signifikan pada proses suatu pekerjaan kontruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Maka dapat kita ketahui perbedaan dari pekerjaan kontruksi perkerasan kaku, yaitu dapat kita lihat di table 4.4 untuk pekerjaan penghamparan beton K-225 dengan tebal 25 cm (Ready mix) kuantitas 1,750.00 M3 dengan jumlah harga sebesar Rp 3,405,884,562.50. Maka kita bandingkan pada proses pekerjaan kontruksi perkerasan lentur di table 4.6 dapat kita lihat pada pekerjaan laston lapis antara AC-BC tebal 6 cm kuantitas 966.00 ton dengan jumlah harga sebesar Rp. 2,042,571,045.48.