Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: kakao
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) SEBAGAI BAHAN BAKU PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI DESA METUN SAJAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Kakao (Theobroma cacao 1..) merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting dalam sektor pertanian, terutama dalam penyediaan lapangan kerja, mendorong pembangunan wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan petani (Widyastuti dkk., 2021). Pengembangan kakao di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1980-an. Kondisi iklim dan lahan di Indonesia yang sesuai untuk pertumbuhan kakao telah mendorong perkembangan budidaya kakao di berbagai wilayah di Indonesia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) SEBAGAI BAHAN BAKU PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI DESA METUN SAJAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Kakao (Theobroma cacao 1..) merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting dalam sektor pertanian, terutama dalam penyediaan lapangan kerja, mendorong pembangunan wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan petani (Widyastuti dkk., 2021). Pengembangan kakao di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1980-an. Kondisi iklim dan lahan di Indonesia yang sesuai untuk pertumbuhan kakao telah mendorong perkembangan budidaya kakao di berbagai wilayah di Indonesia.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERILAKU PETANI KAKAO (Theobroma Cacao L.) DALAM PENJUALAN BIJI KAKAO KERING DAN BIJI KAKAO BASAH DI DESA ANTUTAN DAN DESA PEJALIN TANJUNG PALAS, KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas penting dalam perekonomian Indonesia, berperan sebagai penghasil devisa dan sumber pendapatan bagi banyak petani kecil. Dengan posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di dunia, peluang untuk mengembangkan sektor ini menjadi semakin besar (Ikhwan , Jusni, 2023). Potensi tersebut semakin terlihat ketika kebutuhan pasar terhadap produk kakao terus meningkat, mendorong berbagai upaya untuk memperkuat kapasitas produksi di tingkat petani. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil panen menjadi tantangan besar bagi para petani, seperti tingginya pengeluaran untuk produksi dan fasilitas, terutama yang terkait dengan biaya tenaga kerja serta benih.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kakao Menjadi Produk Cokelat (Studi Kasus pada Kelompok Usaha Bersama “Kita Merong” Di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengolahan kakao merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas kakao melalui penciptaan nilai tambah dan keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan kakao menjadi produk cokelat menggunakan metode Hayami serta menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usaha pada Kelompok Usaha Bersama “KITA MERONG” di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Hayami dan analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh produk olahan kakao menghasilkan nilai tambah dan keuntungan usaha. Produk Milk Drink menghasilkan nilai tambah tertinggi sebesar Rp495.234,79/kg bahan baku dengan rasio nilai tambah sebesar 66%, sedangkan Bubuk Original menghasilkan nilai tambah terendah sebesar Rp27.816,88/kg bahan baku dengan rasio nilai tambah sebesar 21,99%. Analisis usaha menunjukkan bahwa seluruh produk memperoleh keuntungan karena total penerimaan lebih besar daripada total biaya produksi. Produk Dark Drink menghasilkan keuntungan tertinggi sebesar Rp745.162,72 per proses produksi, sedangkan Bubuk Original memperoleh keuntungan terendah sebesar Rp11.365,36 per proses produksi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengolahan kakao menjadi berbagai produk cokelat mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas kakao melalui penciptaan nilai tambah dan keuntungan usaha sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai agroindustri berbasis potensi lokal di Desa Pejalin.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pengembangan Agribisnis Pengolahan Biji Kakao Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Antutuan Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan agribisnis pengolahan biji kakao oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Antutan, Kabupaten Bulun-gan, melalui penggabungan metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan anggota KWT Mawar. Hasil evaluasi mengidentifikasi kekuatan utama KWT Mawar yang terletak pada ketersediaan lahan, kemampuan fermentasi berkualitas, legalitas produk, serata keterampilan anggota, manajemen yang masih sederhana, promosi terbatas, dan kapasitas mesin yang minim. Di sisi lain, peluang pengembangan ter-buka lebar berkat dukungan Pemerintah, kelimpahan bahan baku lokal, tren per-mintaan musiman, potensi kemitraan pusat oleh-oleh, dan pengembangan agrow-isata edukasi, ancaman perubahan iklim, fluktuasi harga, kendala logistik, per-saingan pasar, serta hama penyakit tanaman. Berdasarkan analisis QSPM, Strategi S-O (Strengths-Opportunities) terpilih sebagai prioritas utama dengan skor Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi. Strategi ini memfokuskan pemanfaatan kualitas produk dan keterampilan anggota untuk mengoptimalkan dukungan pemerintah, memperluas kemitraan pemasaran, serta mengembangkan agrowisata edukasi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing KWT Mawar dan mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Desa Antutan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LAMA FERMENTASI LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Long Telenjau Kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran dan strategi Pemerintah Desa Long Telenjau dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis kemasyarakatan. Fokus utama penelitian meliputi empat program strategis: pemberdayaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pemberdayaan petani kakao, penyuluhan kewirausahaan bagi pengrajin rotan dan aksesoris, serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program tersebut telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya manajemen usaha dan kerja kolektif. Gapoktan berfungsi sebagai penggerak ekonomi pedesaan yang mampu menyediakan bibit unggul dan membentuk pola tanam yang efisien. Program kakao mengatasi kendala keterbatasan lahan dan harga pasar yang fluktuatif. Penyuluhan kewirausahaan mulai membangun kesadaran pelaku usaha lokal terhadap pentingnya manajemen keuangan dan mutu produk. Sedangkan BUMDes menjadi sarana integrasi ekonomi desa melalui unit usaha pertanian, industri kreatif, dan simpan pinjam. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah hambatan seperti rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, infrastruktur jalan yang rusak, serta kurangnya partisipasi sebagian warga. Namun, dengan dukungan masyarakat yang antusias dan komitmen pemerintah desa, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KERUPUK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

- Pemanfaatan kulit kakao (mesocarp) sebagai bahan pembuatan kerupuk merupakan alternatif untuk pengurangan limbah kulit kakao khususnya di daerah Kalimantan Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling disukai masyarakat dalam pembuatan kerupuk dengan menggunakan bahan tepung kulit kakao. Rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan. Perlakuan A1 (80% tepung tapioca + 20% tepung terigu), A2 (50% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 30% tepung kulit kakao), A3 ( 40% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 40% tepung kulit kakao), A4 (50% tepung kulit kakao). Pengamatan yang dilakukan meliputi uji organoleptik. Di analisis dengan menggunakan sidik ragam anova dengan microsoft excel dan aplikasi spss untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pada setiap perlakuan jika berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian pada uji organoleptic tidak berbeda nyata di perlakuan A2,A3,A4. Tetapi berbeda nyata pada perlakuan A1 dikarenakan pengaruh tidak ada penambahan tepung kulit kakao dalam perlakuan. Formulasi kerupuk kulit kakao yang di sukai panelis pada perlakuan A2 dengan parameter uji kesukaan dan uji deskriptif pada kerupuk kulit kakao dengan nilai rata-rata 3,53 suka, dengan karakteristik warna coklat, rasa asin, beraroma kakao, dan tekstur renyah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Identifikasi Tingkat Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Di Desa Metun Sajau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Identifikasi hama, penyakit dan tingkat serangannya telah dilakukan di Desa Metun Sajau dengan tujuan untuk mengetahui jenis hama dan penyakit kakao serta tingkat serangannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Kriteria lokasi sampel adalah: luas lahan ±0,5 ha dan umur tanaman kakao ±3 tahun. Jenis hama yang ditemukan di lokasi penelitian adalah: 1) Lokasi A . Penggerek Buah Kakao (PBK) (66,66%) dengan intensitas serangan (35,13%) Helopeltis spp. (76,34%) intensitas serangan (34,17%), tupai (12,72%) intensitas serangan (3,3%), penggerek batang/cabang (1,14%) intensitas serangan (0,38%. Penyakit yang menyerang yaitu Busuk buah (13,00%) intensitas serangan (2,41%). Sedangkan Lokasi B Penggerek Buah Kakao (PBK) (79,03%) intensitas serangan (49,34%), Helopeltis spp. (62,25%) intensitas serangan(13,69%), Tupai (26,63%) intensitas serangan (6,66%), Penggerek Batang/Cabang (3,50%) intensitas serangan (1,16%). Penyakit yang menyerang yaitu Busuk buah dengan persentase (12,17%) intensitas serangan (2,48%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) Pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan PT. PKN Di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LUSI ANDARI. 202031023. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Thebroma cacao L.) Pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan Di DesaMetun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan,Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukantanaman kakao petani Binaan PT.PKN di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel tanah diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dari15 titik dengan kedalaman 0- 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah bervariasi di lahan tersebut. Nilai pH tanah berkisarantara 5,05 hingga 5,81 dengan rata-rata 5,38, termasuk kategori masam. Kandungan C-organik tanah bervariasi dari 0,93% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,45%. Rasio C/N tanah berkisar antara 4,08% hingga 12,93%, dengan rata-rata 8,3%. Kandungan nitrogen total berada dalam rentang0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19%. Fosfor tersedia berada di antara 6,47 ppm hingga 8,66 ppm, dan kalium berkisar dari 18,99 ppm hingga28,77 ppm, termasuk kategori sedang. Kapasitas tukar kation tanah berkisar antara 18,21 meq/100g hingga 24,21 meq/100g, dan tekstur tanah bervariasi dari lempung berdebu hingga lempung berliat. Berdasarkan ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam tanah, dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kakao adalah sebagai berikut: Pupuk Ureauntuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 104,14 - 147,82 gram per pohon, danuntuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 144,14 - 187,82 gram per pohon. Pupuk NPK 15-15-15 untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 207 - 222 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 208 - 256 gram per pohon. Pupuk TSP untuk tanaman berusia 3-4 tahun danlebih dari 4 tahun adalah 59,54 - 168,96 gram per pohon. Pupuk KCl untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 2,19 - 5,51 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 37,19 - 40,51 gram per pohon.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KARAKTERISTIK SIFAT FISIK, KADAR AIR DAN ANTIOKSIDAN BIJI KAKAO ( Theobroma cacao L. ) DARI HASIL FERMENTASI DALAM WADAH YANG BERBEDA (Studi Kasus : Kebun Demplot Desa Sajau Tanjung Palas Timur)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk 1.) Mengetahui mutu fisik biji kakao hasil fermentasi dalam wadah kotak,karung dan fermentasi masyarakat sajau metun.Penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu dimensi wadah fermentasi yang berbeda yang terdiri dari jenis wadah kotak, karung dan fermentasi masyarakat sajau metun kemudian di ulang sebanyak 2 kali ulangan sehingga terdapat 6 total perlakuan. Apabila perlakuan berpengaruh sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan wadah kotak, karung dan fermentasi masyarakat sajau metun memiliki mutu fisik biji kakao tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah biji per 100 gram, biji terfermentasi, biji cacat, dan kadar air sementara aktivitas antioksidan berpengaruh nyata terhadap mutu biji kakao

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Program Pelatihan dan Pendampingan Pemerintah Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kakao di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan peran program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah kepada petani kakao di Desa Antutan dengan tujuan meningkatnya pendapatan petani melalui program tersebut. Pelatihan diartikan sebagai upaya yang dilaksanakan dengan sengaja agar memperoleh pengetahuan guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam suatuorganisasi. Adapunpengertianpendampinganadalahkerjasamaantaradua pihak (pendamping dan klien) yang didasarkan pada sikap saling percaya. Kemudian pengertian pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterimaoleh penduduk atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu. Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didasarkan pada hasil pengamatan dan wawancara awal yang penulis lakukan dengan para petani kakao di Desa Antutan. Dimana masih kurangnya modal petani, masih banyaknya gangguan hama, hasil kebun yang belum maksimal, pemasaran yang kurang,kurang pengetahuan pembudidayaan kakao, kurangnya pengetahuan teknologi, kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) yang kurang, kurangnya semangat usaha dan terus berinovasi, akses jalan yang buruk, hingga usaha tani sempat terhenti. Dimana penulis menemukan indikasi belum optimal pendapatan petani kakao dilihat dari kurangnya pengetahuan petani terhadap usaha tani kakao dan modal usaha yang kurang. Pemerintah sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani kakao di Desa Antutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dekriptif analisis teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun penentuan objek penulis, menggunakan teknik pengumpulan data secara tringulasi. Selanjutnya untuk menganalisis penulis menggunakan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pemerintah dengan petani kakao terhadap peningkatan pendapatan petani kakao di Desa Antutan. Dari hasil pengumpulan data menunjukkan adanya citra positif yang terbentuk dari pelatihan dan pendampingan yang diberikan sehingga dapat memberi kemajuan SDM dan juga SDA yang dapat membuat kesejahteraan meningkat dan pendapatan juga ikut meningkat. Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: 1. Kepada pemerintah agar lebih memperhatikan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dilakukan 2. Kepada penelitian lain diharapkan untuk melakukan wawancara yang lebih mendalam, tidak hanya kepada petani kakao di Desa Antutan saja, melainkan juga kepada petani kakao dari desa lain yang juga mendapatkan program pelatihan dan pendampingan pemerintah. Kata Kunci : Peran pelatihan, pendampingan, pemerintah, petani kakao, pendapatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail