Analisis Hubungan Tekanan Waktu Proyek terhadap Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Kota Tanjung Selor
Analisis Hubungan Tekanan Waktu Proyek terhadap Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Kota Tanjung Selor
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Analisis Hubungan Tekanan Waktu Proyek terhadap Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Kota Tanjung Selor
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Di Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan serta untuk mengetahui potensi yang dimiliki Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan pengelolaan Bumdes Pasagidan Danakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana untuk mendeskripsikan permasalahan yang diteliti dengan pendekatan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, penelusuran online. Pengujian keabsahan data atau uji validitas data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Desa Mangkupadi dalam Pengelolaan BUMDes Pasagidan Danakan sudah berperan dan mampu memaksimalkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan potensi yang dimiliki desa. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yaitu Planning, organizing, actuating dan controlling pada pengelolaan BUMDes tergolong baik dan terbukti dari terpenuhinya semua kegiatan dalam manajemen pengelolaan BUMDes. Adapun faktor pendukung antara lain adanya komitmen pemerintah dan tersedianya potensi sumberdaya alam sedangkan faktor penghambat pengelolaan BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan yakni, faktor Anggaran dan faktor Sumber Daya Manusia Pengelola.
Menciptakan lingkungan yang sehat, mandiri, haruslah didukung dengan keberadaan program atau kebijakan dalam suatu daerah. Desa Bone-Bone memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dengan menerapkan program Kawasan Bebas Asap Rokok. Maka pemerintah membuat aturan larangan merokok yaitu Peraturan Desa Kaswasan Bebas Asap Rokok di Desa Bone-Bone untuk membangun desa dan membuat lingkungan yang sehat. Mengacu pada perumusan masalah diatas, maka dari itu, perlu untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana implementasi kebijakan Peraturan Desa No.1 Tahun 2009 di Desa Bone-Bone dalam penerapan program tersebut, serta faktor yang mempengaruhi dalam implementasi kebijakan peraturan desa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi. Tahap dalam teknik analisis data yang digunakan yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Peraturan Desa No.1 Tentang Kawasan Bebas Asap Rokok Terhadap Masyarakat Di Desa Bone-Bone terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya kerja sama dari aparat desa yang baik. Sosialisasi telah dilaukan sejak diberlakukannya kebijakan kawasan bebas asap rokok. Telah dipasang tanda larangan merokok dan sudah membuat tempat khusu merokok di perbatasan desa Bone-Bone.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam melestarikan tarian jepen bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Pimpinan Sanggar Tari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat. Hasil penelitian ini partisipasi masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sangatlah penting. Dalam bentuk partisipasi masyarakatnya, melestarikan, tarian jepen merupakan suatu upaya mempertahan tarian jepen Bulungan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan yaitu : kurangnya minat pada masyarakat, kurangnya juga pengetahuan tentang tarian jepen, canggihnya zaman modern sekarang sehingga anak-anak lebih tertarik main game.
Tujuan penelitian berfungsi untuk menetukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui eksistensi tarian peresean pada suku Sasak dalam budaya Lombok dan fsktor-faktor apa saja yang mempernaruhi eksistensi tarian peresean pada suku Sasak dalam budaya Lombok studi Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriftif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus padaeksistensi tarian peresean pada suku Sasak dalam budaya Lombok dan fsktor-faktor apa saja yang mempernaruhi eksistensi tarian peresean pada suku Sasak dalam budaya Lombok studi Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Informasi yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran tentang eksistensi tarian peresean pada suku Sasak dalam budaya Lombok studi Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa eksistensi tarian peresean adalah keberadaan suatu tarian ini dari masa ke masa dimana tarian ini terus berkembang di Desa Gunung Sari , tarian ini merupakan tarian yang berasal dari luar daerah Kabupaten Bulungan melainkan berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat harapannya dari tarian ini dapat menciptakan suatu keberagaman baru dan menjadi ciri khas dari Desa Gunung Sari. Adapun faktor yang mempengaruhi tarian ini adalah transmigrasi, kebudayaan tradisional, tradisional dan keberagaman kebudayaan tradisional.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktorapa saja yang mempengaruhi kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian di Toko Emas Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampelnya sebanyak 36 responden,. Penelitian ini di lakukan untuk menguji variabel yaitu variabel independent : kualitas produk, satu variabel intervening :harga dengan satu variabeldependent : keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan alat analisis jalur. Variabel kualitas produk memberikan pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian sebesar 0,027, Variabel kualitas produk memberikan pengaruh langsung terhadap harga sebesar 0,735, dan Variabel harga memberikan pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian sebesar 0,855. Nilai Sig untuk variabel kualitas produk (X) dapat dilihat pada nilai P. Hasilnya sebesar 0,825. Syarat pengujian adalah Nilai P 5% maka Ha diterima dan H0 ditolak jika Nilai P > 5% maka Ha ditolak dan H0 diterima, Sehingga berdasarkan hasil di atas maka Ha ditolak yang menyatakan bahwa kualitas produk memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian. Nilai Sig untuk variabel harga (Y1) dapat dilihat pada nilai P. Hasilnya sebesar **** atau 0,000. Syarat pengujian adalah : Nilai P 5% maka Ha diterima dan H0 ditolak jikaNilai P > 5% maka Ha ditolak dan H0 diterima, Sehingga berdasarkan hasil di atas maka Ha ditolak yang menyatakan bahwa harga memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap keputusan pembelian pada Panen Square Tanjung Selor dibawah atas bimbingan Bapak Dedik Wiryawan ST,. MM. Adapun Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Pengaruh Bauran Pemasaran berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian pada Panen square tanjung selor. Uji Reliabilitas terhadap instrumen Bauran pemasaran dinyatakan reliabel karena cronbach alpa lebih besar dari 0,6 yaitu 0,658 dan demikian juga keputusan pembelian lebih besar dari 0,6 yaitu 0,627 berarti variabel bauran pemasaran dan variabel keputusan pembelian dapat dinyatakan reliabel. Berdasarkan tabel dan langkah-langkah pengujian hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa variabel bauran pemasaran (X) memiliki thitung sebesar 5,497 dengan demikian dapat dijelaskan (5,497 ≥ 1,995). Berdasarkan hipotesis maka hal ini berarti maka H0 di tolak dan H1 diterima yang artinya bahwa variabel bauran pemasaran (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Dari persamaan Y = 4,786 + 0,411x dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta bernilai positif sebesar 4,786, berarti variabel bauran pemasaran diasumsikan kontan, maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 4,786 point.
Perkembangan kota Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara ditandai dengan meningkatkan jumlah kendaraan beberapa tahun terakhir. Dengan adanya peningkatan terhadap jumlah kendaraan menyebabkan timbulnya konflikkonflik lalu lintas khususnya pada persimpangan jalan. Belum berfungsinya lampu lintas (traffic light) di persimpangan Jalan Jeruk-Jalan Sengkawit Tanjung Selor mengakibatkan terjadi ketidak teraturan arus lalu lintas pada persimpangan. Manajemen lalu lintas perlu diterapkan khususnya perencanaan pemasangan lampu lalu lintas menggunakan salah satu metode pengaturan lampu lalu lintas yaitu metode Webster demi keselamatan pengendara dan efisiensi waktu bagi pemakai jalan. Penelitian membatasi permasalahan dengan membahas kinerja simpangan Jalan Sengkawit, volume lalu lintas, arus jenuh, waktu siklus optimum, waktu hijau efektif, dan waktu hijau aktual. Perencanaan siklus waktu hijau efektif untuk 3 (tiga) mulut jalan adalah 110 detik dan waktu hijau aktual 98 detik dengan pembagian 3 (tiga) fase simpang yaiu arah Pasar Induk (Selatan) untuk waktu hijau efektif 34 detik dan waktu hijau aktual 33 detik. Rencana waktu hijau efektif arah Tugu Cinta Damai (Barat) yaitu 27 detik dan waktu hijau aktual 26 detik, waktu hijau efektif arah Jalan Jeruk (Utara) yaitu 40 detik dan waktu hijau aktual yaitu 39 detik. Sehingga pengaturan waktu lampu lalu lintas ( traffic Light ) dengan menggunakan metode webster dipersimpangan Jalan Jeruk – Jalan Sengkawit Tanjung Selor layak digunakan.