Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: organik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERILAKU MASYRAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI KELURAHAN TANJUNG SELOR TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengolahan sampah adalah proses untuk mengurangi jumlah dan dampak negatif sampah agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Sebagian masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam mengelola sampah, seperti melakukan pemilahan, pengomposan, pemanfaatan kembali barang bekas, serta pengurangan penggunaan plastik. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum konsisten, seperti tidak melakukan pemilahan dan membuang sampah tanpa pengolahan. Faktor pendukung meliputi peran aktif RT dan RW serta kondisi geografis yang memudahkan pengangkutan sampah. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan lingkungan yang belum mendukung pengelolaan sampah secara optimal.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LAMA FERMENTASI LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERILAKU MASYARAKAT DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERILAKU MASYARAKAT DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Arsitektur Organik Pada Pet Center Sebagai Sarana Rekreasi Dan Edukasi Di Tanjung Selor

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berinteraksi dengan hewan peliharaan adalah merupakan hal yang paling menyenangkan. Hewan pelihara adalah guru dan penyembuh dengan bakat yang luar biasa. Dengan melihat hewan yang begitu menggemaskan dan menyenangkan dapat meregangkan dan merilekskan syaraf otak sejenak. “Menurut buku Animal in Our Lives yang diedit oleh Peggy McCune, ada bukti – bukti yang mengindikasikan interaksi dengan binatang memiliki implikasi penting terhadap perkembangan anak terutama di area – area pertumbuhan social dan komunikasi. Seperti halnya manusia, hewan juga merupakan makhluk yang atraktif dan dinamis. Hal ini menyebabkan setiap hewan memiliki karakteristik yang berbeda – beda. Untuk tetap bisa merawat hewan kesayangannya dengan baik, para pecinta hewan peliharaan maupun ternak akan selalu mencari tahu segala sesuatu mengenai hal yang berhubungan dengan peliharaan mereka. Adanya Pet Center memberikan suatu pelayanan yang lebih terpecaya karena di bawah konstitusi pemerintahan dan berada dalam satu wadah yang mencangkup paradigma tersebut. Metode penelitian tentang deskriptif analisis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum, menurut (Sugiono, 2009). Dengan kata lain penelitian deskriptif analitis mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah- masalah sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Hasil akhir karya tulis ini ialah konsep perancangan bangunan Penerapan Arsitektur Organik Pada Desain Pet Center menjadi bangunan dengan pendekatan Arsitektur Organik di Tanjung Selor.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANULAR (POG) BERBAHAN DASAR LIMBAH DECANTER SOLID

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BERNANDO SARAGIH. 201831007. PENGARUH PEMBERIAN DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANUL (POG) BERBAHAN DASAR DECANTER SOLID Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dekomposer terhadap uji fisik, kimia, dan mikrobiologi pada pupuk organik granul. Penelitian dilaksanakan di lapangan belakang Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yakni penggunaan dekomposer Jadam Mikroorganism Solution pada proses pengomposan, Perlakuan kedua yaitu Dekomposer Efective Microorganism-4 dan perlakuan tiga yaitu dekomposer Petrofast. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan dekomposer terhadap pembuatan pupuk organik granul tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan unsur hara makro (N, P, K), C Organik, dan mikroba pada pupuk organik granul. Penambahan dekomposer pada pupuk organik granul mampu memenuhi SNI pada kandungan mikroba. Perlakuan dengan kandungan mikroba paling tinggi terdapat paada perlakuan G3U1 dengan total kandungan mikroba sebesar 5,9 x 104. Pembuatan pupuk organik granul memerlukan bahan tambahan lainnya yang memiliki kandungan unsur hara yang lebih baik. Pembuatan pupuk organik granul dengan penambahan dekomposer alami dengan bahan dasar decanter solid dapat menjadi solusi peningkatan penggunaan pupuk organik oleh petani hanya saja diperlukan penelitian lebih lanjut dalam meningkatkan kandungan unsur hara pada pupuk organik itu sendiri Kata Kunci : Pupuk Organik Granul (POG), Mikroba/ Mikroorganisme, Dekomposer, Pupuk Hayati

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi (Branssica Juncea)menggunakan Pupuk Organik Cair dari Limbah Pisang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muliana.201531002. ANALISIS USAHATANI SAWI PADA KECAMATAN TANJUNG PALAS, KALIMANTAN UTARA. Dibawah bimbingan Sabaruddin, SP. MM Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah melakukan aktivitas bertani. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani adalah sawi. Di Indonesia sendiri juga terdapat banyak sekali jenis masakan atau panganan yang menggunakan bahan daun sawi, baik sebagai bahan dasar maupun sebagai bahan pelengkap, hal tersebut menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kahadiran tanaman sawi untuk dikonsumsi sehari-hari. Tanaman sawi sangat digemari oleh masyarakat baik dari golongan kelas atas, kelas menengah, maupun kelas bawah. Terdapat aneka hidangan yang menggunakan bahan sawi yaitu diantaranya seperti capcay, campuran mie ayam, dan sebagai bahan pelengkap makanan bakso, hal inilah yang membuat tanaman sawi masih terus dibudidayakan oleh para petani sampai saat ini. Berdasarkan data yang di dapatkan dari BPS diketahui bahwa dari tahun 2018 sampai dengan 2020 yang tertera pada lampiran, terjadi peningkatan produksi tanaman sawi, peningkatan produksi tersebut tentu saja tidak terlepas dari tingginya tingkat permintaan konsumen yang semakin tahun kian bertambah. sehingga diperlukan budidaya tanaman sawi dengan baik dan benar untuk meningkatkan hasil produksi sawi. Budidaya tanaman sawi meliputi benih yang unggul, penanaman atau pembibitan yang tepat, serta pemeliharaan dan pengolahan tanah yang baik. Tanah yang dapat digunakan untuk menanam sawi yaitu tanah yang mempunyai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal sesuai dengan harapan. Kesuburan tanah ditentukan oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Bagi lingkungan hidup seperti tanah, adanya mikroorganisme dapat menentukan tingkat kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi tanah. Metode pemupukan dalam pertanian organik sebenarnya bertumpu pada peran mikroorganisme.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L.) Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor (Perum Korpri). Tanjung Selor, Kebupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengakap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan . faktor pertama Konsentrasi larutan pupuk organik Cair ( POC) Terdiri dari 4 Perlakuan yaitu : (P0) tanpa perlakuan, (P1) 1:10, (P2) 1:20, (P3) 1:30 , faktor kedua : Dosis pada Bibit Tanaman Cabai (D) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu :(D0) tanpa perlakuan , (D1) 5 ml, (D2) 10 ml, (D3)12 ml Hasil data Sidik ragam diperoleh bahwa pemberian pupuk pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah, berat buah. Interaksi pemberian poc pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah dan berat buah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.L) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicinoids yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman cabai merah adalah meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan pemupukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap hasil tanaman cabai merah dan untuk memperoleh konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yang terbaik untuk meningkatkan hasil pada tanaman Cabai Merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2021 di Tanjung Selor (Perumahan Korpri), Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dan 3 ulangan terdiri dari 4 taraf perlakuan konsentrasi larutan POC yaitu kontrol, 1 : 10, 2 : 20, dan 3 : 30 dan frekuensi penyemprotan dengan 4 taraf yaitu kontrol, 1x, 2x, dan 3x. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pupuk organik cair terhadap hasil tanaman cabai merah dengan hasil terbaik adalah menggunakan konsentrasi 1 : 10 dan pada frekuensi 3x penyemprotan pupuk organik cair.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Tanaman Pangan di Desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan Pendekatan Arsitektur Organik

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agrowisata merupakan salah satu destinasi wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai daya tariknya, dengan tujuan menambah pengetahuan, sarana edukatif aktif dalam bertanam, rekreasi serta umumnya mempromosikan pertanian masyarakat setempat. Perancangan agrowisata di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara memanfaatkan potensi pertanian pangan, dengan suasana alam yang asri, dan budaya masyarakat setempat. Dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas rekreatif dan edukatif. Selaras dengan tujuan agrowisata, aplikasi arsitektur organik dapat memberikan solusi terhadap perancangan. Arsitektur organik memanfaatkan potensi tapak yang berkontur dan terdapat aliran sungai. Aplikasi arsitektur organik terdapat pada perancangan fasilitas berupa fasad dan struktur. Arsitektur organik memberikan kesan kenyamanan pada lingkungan sekitar, dengan melibatkan masyarakat desa maupun pengunjung.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Populasi Cacing Tanah dan Jenis Media Terhadap Kualitas Pupuk Organik.

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK OSANI. 2013 31 030. Pengaruh Populasi Cacing Tanah dan Jenis Media Terhadap Kualitas Pupuk Organik. Dibawah bimbingan Rina Lesmana SP.MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi cacing tanah dan jenis media terhadap kualitas pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Jl. Kamboja Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan mulai dari bulan April sampai dengan juli 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis media yang terdiri dari tiga taraf yaitu kotoran sapi (M1), kotoran ayam (M2), kotoran sapi dan kotoran ayam (M3). Faktor kedua adalah populasi cacing tanah yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa cacing tanah atau kontrol (P0), 10 ekor cacing tanah (P1), 20 ekor cacing tanah (P2), dan 30 ekor cacing tanah. Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi antara populasi cacing tanah dan jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pengamatan jumlah telur cacing tanah dan jumlah populasi cacing tanah. Dengan pemberian cacing tanah pada bahan organik juga meningkatkan kandungan unsur hara pada pupuk organik sebelum diberi pelakuan pada kotoran sapi dan kotoran ayam kandungan unsur kimia pada bahan kompos masih kurang atau termasuk rendah dan setelah mengalami masa dekomposisi selama 4 minggu pupuk mengalami perubahan, media yang digunakan kotoran sapi dan kotoran ayam sebelumnya aroma berbau menyegat (busuk) setelah terdekomposisi baik dari bentuk fisik, warna, aroma, tekstur, dan kandungan unsur kimia C/N rasio, C-organik, N-total, P-tersedia dan K-tersedia pada pupuk organik tersebut mengalami perbahan atau peningkatan. Kata kunci : Kualitas Pupuk organik

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUMARTINI. NPM.2013 31 020. Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays sachhrata Sturt). Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Lokasi Penelitian di jalan Selimau 3 Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan diulang sebanyak 6 (enam) kali. Sehingga didapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Perlakuan yang digunakan adalah pupuk organik cair terdiri dari 4 (empat) level dosis, yaitu 0 mL/ L (P0), 2 mL/ L (P1), 4 mL/L (P2), 6 mL/L(P3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Panjang tongkol (cm), Diameter tongkol (cm), Berat tongkol (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman minggu ke-4 dan minggu ke-6. (2). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter hasil yaitu parameter panjang tongkol panen, diameter tongkol panen, berat tongkol panen.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail