Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

TIAN

25 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 12024: 12023: 22022: 42021: 62020: 32018: 12017: 2

FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PROSES PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI DESA KELINCAUAN KECAMATAN SEKATAK

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak serta faktor-faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses pelaksanaan pembangunan di Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak. Metode penelitian terdiri dari jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan fungsinya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kelincauan masih belum optimal. Kemudian adapun faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses pelaksanaan pembangunan di Desa Kelincauan adalah: Faktor Internal, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak memahami fungsi, pola komunikasi, tunjangan atau pendapatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang kecil, Faktor Eksternal, Kapasitas Sumber Daya Manusia pada masyarakat Desa.

PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN SWADAYA MASYARAKAT DESA DI DESA WONOMULYO KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat Desa Di Desa Wonomulyo Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan ABSTRAK Keberhasilan pembangunan desa salah satunya dipengaruhi oleh peran Kepala Desa, dengan demikian maka peran Kepala Desa menjadi penting yang sangat diperlukan dalam proses pembangunan desa guna untuk memperlancar pembangunan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini menyoroti tentang Peran Kepala Desa terhadap swadaya masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Monomulyo Kecamatan Tanjung selor Kabupaten Bulungan. Temuan menunjukan bahwa Kepala Desa sangat berperan dalam memberikan motivasi, fasilitas dan menggerakkan warga disetiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa. Dalam perannya temuan juga menunjukan bahwa peran Kepala Desa yang peling sering terlihat yaitu Kepala Desa sebagai fasilitator hal ini terlihat bahwa Kepala Desa sering memfasilitasi setiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa di Desa penelitian yaitu di Desa Monomulyo. Faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa dalam menggalang swadaya masyarakat juga di bahas dalam penelitian ini. Dalam perannya untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur, temuan juga menunjukan Kepala Desa dalam meningkatkan swadaya masyarakat sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong-royong masyarakat untuk dapat merealisasikan pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

ANALISIS KUALITAS PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN KOMPOSISI ASPAL BETON DENGAN UJI MARSHALL

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan raya sebagai sarana transportasi memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Berbagai keluhan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kondisi kerusakan jalan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian, meningkatnya biaya transportasi dan meningkatnya jumlah kecelakan lalu lintas kendaraan karena kondisi jalan berlubang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan komposisi campuran aspal beton sebelum pengujian Marshall dan mengetahui pengaruh kualitas jalan dengan variasi kadar aspal berdasarkan komposisi aspal beton dengan pengujian Marshall. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode ekperimen yaitu dengan menggunakan komposisi campuran aspal agregat kasar 38 %, pasir 9 % dan abu batu 53 % dengan variasi kadar aspal 4 %, 4.5 %, 5 %, 5.5 %, 6 %, 6.5 %. Dengan campuran ini diuji parameter Marshall dengan spesifikasi Bina Marga 2010. Dari hasil pengujian parameter Marshall yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010 kadar aspal 6 % dan 6.5 % didapat rongga dalam campuran (VIM) sebesar 4.902 % dan 4.330 %, rongga udara diantara butiran agregat (VMA) 15.047 % dan 15.911 %, rongga terisi aspal (VFA) 67.829 % dan 72.967 %, stabilitas 974.427 kg dan 807.013 kg, flow (kelelehan) 4 mm dan 3 mm, Marshall quotient 254.953 kg/mm dan 256.013 kg/mm. Dari hasil pengujian Marshall didapat kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6.25 %.